Rekam Jejak Perusahaan Pemenang Tender Dana PEN Bone, Ada Terlibat Kasus Nurdin Abdullah, Hingga Pernah Digeledah KPK

KABARBONE.COM, WATAMPONE – Ada  6 perusahaan besar dari  luar Kabupaten Bone yang memenangkan tender proyek pembangunan jalan dan jembatan melalui pinjaman dana PEN Pemda Bone di APBD 2021.

Keenam perusahan itu yakni PT Gunung Raya Bulukumba , PT Purnama Karya Nugraha Makassar, PT Hospindo Internusa Jaya Makassar, PT Cucu Wali Perkasa, PT Mitra Bahagia Utama  dan PT Genytov Fajar Makassar.

Bacaan Lainnya

Dari penelusuran kabarbone.com yang diolah dari berbagai sumber terpercaya, dari ke enam perusahaan pemenang tender dana PEN Bone dari  luar Kabupaten Bone ini, diantaranya pernah terlibat masalah hukum, mulai kasus suap mantan Gubernur Prof Nurdin Abdullah hingga pernah di geledah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Berikut ulasannya !

1. PT Gunung Raya Bulukumba

Diulas dari sindonews.com, terbitan (3/6/2021), Pembangunan jembatan muara Sungai Bialo di Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu, Bulukumba yang dikerjakan PT Gunung Raya Bulukumba pada tahap keempat harus dihentikan karena masih dalam proses hukum.

Bahkan DPRD Bulukumba, mendesak penegak hukum untuk melakukan audit terhadap proses pengerjaan Jembatan Bialo tahap keempat yang mengalami kerusakan.

Pasalnya, pengerjaan tersebut dianggap akan menjadi mubassir jika tahap kelima dilanjutkan, sementara pengerjaan tahap keempat saat ini sudah mengalami kerusakan.

Diketahui, pengerjaan Jembatan Bialo  ini telah melalui beberapa proses anggaran. Tahap pertama dialokasikan, sebesar Rp10,5 Miliar dan tahap kedua dialokasikan sebesar Rp9 Miliar.

Selanjutnya, pemerintah kembali mengalokasikan anggaran tahap ketiga sebesar Rp6 Miliar lebih dan ditahap keempat. Pemerintah mengajukan Rp27 miliar namun hanya mendapat alokasi sebesar Rp22 miliar untuk lanjutan pengerjaan.

Baca Juga  Tugas Berat Menanti Pj Bupati Bone, Andi Fahsar Wariskan Utang Rp 298 Miliar

(Sumber : https://makassar.sindonews.com/read/329648/713/pengerjaan-jembatan-bialo-bulukumba-tahap-keempat-rusak-dprd-minta-audit-1612857763) https://makassar.tribunnews.com/2021/02/19/proses-tender-jembatan-bialo-dinilai-bermasalah-dprd-bulukumba-bakal-bentuk-panja

2. PT Purnama Karya Nugraha (PKN)

Dilansir dari suarasulsel.id, Selasa, 13 April 2021, penyidik KPK kembali melakukan penggeladahan di Kota Makassar untuk kepentingan penyidikan. Tim menyambangi rumah kediaman bos PT Purnama Karya Nugara  atau PKN di Kecamatan Mariso, Kota Makassar.

Dari penelusuran, PT Purnama Karya Nugraha adalah perusahaan konstruksi yang terletak di Jalan Gunung Lokon Nomor 60 Kota Makassar. Namun, alamat asphalt mixing plant (AMP) berada di Kabupaten Bulukumba.

Berdasarkan info, pemilik perusahaan tersebut bernama Petrus Yau Lim. Petrus juga diketahui teman dekat Nurdin Abdullah sejak masih menjabat sebagai Bupati Kabupaten Bantaeng.

Petrus Yau Lim juga sempat dipanggil untuk diperiksa KPK sebagai saksi pada tanggal 23 Maret 2021. Namun yang bersangkutan mangkir.

Ali Fikri mengatakan, KPK akan melakukan pemanggilan dan penjadwalan ulang. Ia meminta agar saksi bisa kooperatif selama proses penyidikan.

(Sumber : https://sulsel.suara.com/read/2021/04/13/170737/siapa-bos-pt-pkn-kpk-geledah-rumahnya-di-makassar 

3. PT Hospindo Internusa Jaya 

Diulas dari tribunnews.com John Theodore adalah Pemilih Perusahaan PT Hospindo Internsa Jaya Makassar. Dia diketahui juga adalah bos dari Makassar Mall.

Dia termasuk salah satu saksi di pusaran kasus mantan Gubernur Sulsel terkait kasus suap yang menyebakan Nurdin Abdullah digelandang di kantor KPK.

John dipersika KPK  di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi Jl Kuningan Persada Kav.4, Setiabudi, Jakarta Selatan bersama sejumlah saksi lainnya kala itu.

(Sumber: https://makassar.tribunnews.com/2021/03/25/fakta-fakta-john-theodore-pengusaha-makassar-saksi-kasus-suap-nurdin-abdullah-menang-banyak-tender?page=4.

4. PT Cucu Wali Perkasa

PT Cucu Wali Perkasa adalah perusahaan Pelaksanaan konstruksi beralamat Jl. Cilallang Jaya No 33 Makassar.

Dari penelusuran redakasi kabarbone.com dari berbagai sumber, belum ditemukan rekam jejak perusahaan tersebut. Dari jejak digital lpsebone, PT Cucu Wali Perkasa baru pertama kali menang tender di kegiatan konstruksi Bone yakni dana PEN di APBD 2021.

Baca Juga  Soal Proyek Dana PEN, Irda Sebut Tidak Lakukan Probity Audit di Awal Perencanaan, Ada Apa ?

5. PT Mitra Bahagia Utama  

Dilansir dari bidiknasional.id proyek D.I Waru Waru Tahun 2020 Senilai 14 milyar yang Dikerjakan oleh PT Mitra Bahagia Utama (MBU) dinilai bersamalah.

Proyek dI Waru-Waru sudah dikerjakan dan dianggarkan selama 5 tahun dan Pada Tahun 2020 Anggaran Rp.14.483.272.728 oleh PT.MITRA BAHAGIA UTAMA Mengalami Ambruk dan Kembali di Kerjakan Pada Tahun 2021 Oleh PT. JAYA ABADI SEJAHTERA BERSAMA, Lebih Parahnya di tahun 2021 Proyek Tersebut Amburadul dan Berakhir pada Putus Kontrak Pada 15 Oktober.

Kasus ini dugaan korupsi pembanguna bendungan waru-waru dari anggaran Pemrov Sulsel ini dilaporkan ole Laskar Arung Palakka (LAP) beberapa waktu lalu.

Sumber :https://bidiknasional.id/2021/12/06/laskar-arung-palakka-desak-kpk-ri-periksa-direktur-pt-citra-pribumi-teknik-perkasa/

6. PT Genytov Fajar

Dari penulusuran dari lpsebone, perusahaan ini sudah dua kali menang tender pekerjaan konstruksi di  yakni  Peningkatan/Pemeliharaan Jalan ruas : Tappale – Laburasseng, Componge – Kajuara, Pattiro Bajo – Benteng, Pallae – Watu pagu Rp 6.000.000.000 di APBD Bone tahun 2015 dan menang tender dana PEN APBD 2021 Pembangunan Jalan Paket 3 Kec. Ulaweng, Kec. Palakka/Barebbo, Kec. Palakka/Awangpone, Kec. T. Siattinge. Kec. Awangpone, Kec. T.R. Barat/Barebbo dengan nilai pagu Rp 33.377.128.000.

diberitakan bonepos.com,  PT Genytov Fajar dengan sub konraktor pernah terlibat masalah.  subkontraktor yang mengerjakan paket Rekonstruksi Peningkatan Kapasitas Struktur Jalan Ruas Solo-Paneki-Kulampu senilai Rp22,9 miliar, rampung dikerjakan. Namun, PT Genytov Fajar, belum menyelesaikan kewajibannya, hingga saat ini.

Diketahui perushaan ini juga kerap memenangkan tender besar di anggaran Pemrov Sulsel.

sumber :https://www.bonepos.com/2020/11/02/subkontraktor-buruh-sopir-dan-pemilik-material-di-bone-resah-ini-penyebabnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *