BONE, KABARBONE.COM — Komitmen dalam mengentaskan anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Bone berbuah manis. Kepala Bidang PAUD, Pendidikan Nonformal (PNF) dan Kesetaraan Dinas Pendidikan Bone, Hj. Andi Rasna, S.Pd., M.Pd., meraih Innovation Award 2026 atas terobosan programnya.
Penghargaan tersebut diberikan atas inovasi “wali desa ATS” yang dinilai berhasil menekan angka anak putus sekolah secara signifikan di Kabupaten Bone.
Kegiatan pembukaan Innovation Award 2026 berlangsung di Gedung PKK Bone, Jalan Andi Mappanyukki, Selasa (12/5/2026), dan dihadiri langsung Bupati Bone Andi Asman Sulaiman serta Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin.
Turut hadir Penjabat Sekretaris Daerah Bone Andi Tenriawaru, Plt Kepala Dinas Pendidikan Bone Edy Saputra Syam, para pimpinan OPD, asisten, staf ahli, hingga sejumlah camat.
Andi Rasna mengungkapkan, berbagai program telah digulirkan untuk mengembalikan anak putus sekolah ke bangku pendidikan.
Di antaranya melalui pemberian pelatihan keterampilan (life skill) serta fasilitasi pendidikan kesetaraan melalui PKBM.
Program tersebut mencakup, Paket A untuk setara SD, Paket B untuk setara SMP, Paket C untuk setara SMA.
“Prestasi ini tidak lepas dari dukungan penuh Bupati dan Wakil Bupati Bone serta Kepala Dinas Pendidikan. Ini adalah hasil kerja kolaborasi semua pihak,” ujar Andi Rasna.
Ia menyebutkan, jumlah ATS di Kabupaten Bone saat ini mencapai sekitar 18 ribu orang. Namun, angka tersebut terus mengalami penurunan setiap tahun berkat intervensi berbagai program yang dijalankan.
“Tahun ini, Alhamdulillah, lebih dari 1.000 anak berhasil kita kembalikan ke sekolah melalui berbagai program, termasuk pelatihan life skill dan pendidikan kesetaraan maupun kembalikan ke sekolah formal,” jelasnya.
Ke depan, Andi Rasna berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan semakin meningkat, sehingga angka anak putus sekolah di Bone dapat terus ditekan.
“Harapan kita, masyarakat semakin sadar bahwa pendidikan adalah kunci masa depan,” pungkasnya. (*)
















