KABARBONE.COM, BONE – Program Unggulan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman dan Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin (BerAmal) yakni bantuan seragam sekolah gratis untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mulai berjalan pada tahun ajaran baru Juni 2025/2026.
Program ini sebelumnya telah di launching oleh Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menjelang 100 Hari Kerja BerAmal, di Kecamatan Lappariaja belum lama ini.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Andi Fajaruddin menjelaskan total siswa baru yang akan disasar lebih dari 20 ribu siswa peserta didik baru, terdiri dari 11 lebih ribu peserta didik baru kelas 1 SD dan 8 ribu lebih peserta didik baru kelas 7 tingkat SMP.
“Keseluruhan siswa 20 ribu lebih tingkat SD dan SMP. program ini hanya menyasar peserta didik baru kelas 1 SD dan kelas 7 tingkat SMP. Program ini mulai berjalan tahun ajaran baru tahun ini,” jelas Andi Fajar saat ditemui kabarbone.com, Kamis (12/6/2025).
Total anggaran program seragam sekolah gratis ini sebesar Rp 4,9 miliar lebih pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bone Tahun 2025.
“Total anggaran hampir Rp 4,9 milar lebih bersumber dari dana alokasi umum (DAU) Dinas Pendidikan. Seragam sekolah yang dimaksud khusus pakaian seragam putih merah tingkat SD, dan seragam putih biru untuk SMP. Peruntukannya khusus sekolah negeri di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bone,” urainya.
“Harapan pak Bupati Bone, tidak ada lagi masyarakat Bone susah mengakses pendidikan karena biaya seragam sekolah. Ini salah satu visi misi Bupati Bone menghadirkan seragam sekolah gratis di Kabupaten Bone, untuk meringankan beban orang tua siswa,” terangnya.
Ia pun menjelaskan selain program seragam sekolah gratis, Dinas Pendidikan Kabupaten Bone tahun ini mendapat dana alokasi khusus (DAK) untuk revitalisasi sekolah.
Totalnya kata Andi Fajaruddin terdiri dari 29 sekolah SD, 2 SMP dan 2 TK/PAUD.
Revitalisasi sekolah ini berdasarkan hasil usulan Dinas Pendidikan Bone melalui aplikasi Krisna yang diusulkan tahun lalu.
“Revitalisasi sekolah ini berdasarkan Inpres Nomor 7 Tahun 2025. Ini dana pusat dan akan dikerjakan secara swadaya. Total anggarannya, kami belum mendapat informasi. Tapi program ini nanti kementrian dan sekolah yang berkontrak. jelasnya. (*)
















