PANGKEP, KABARBONE.COM – Aroma fermentasi ikan yang khas berpadu dengan antusiasme masyarakat pesisir mewarnai kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM)-Program Kemitraan yang dilaksanakan oleh Program Studi Bioteknologi Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH), Minggu (24/05/2026), di Pulau Satando, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan.
Melalui tema “Pemberdayaan Masyarakat Pesisir melalui Diseminasi dan Penguatan Nilai Tambah Potensi Yeast Probiotik pada Chao sebagai Produk Fermentasi Lokal di Pulau Satando, Kabupaten Pangkep”, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam mengangkat potensi pangan fermentasi lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Chao sendiri merupakan produk fermentasi ikan tradisional masyarakat pesisir yang telah lama dikenal di wilayah Pangkep. Di balik proses pembuatannya, tersimpan potensi mikroorganisme baik berupa yeast probiotik yang berpeluang dikembangkan menjadi pangan fungsional bernilai tambah.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua PkM, Fitri Handayani, M.Si., serta sambutan dari mitra kegiatan, Forum Cendikia Maritim yang diwakili oleh Founder, Yusril, S.H.
Dalam sambutannya, Fitri Handayani menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya menjadi wadah berbagi ilmu pengetahuan, tetapi juga bentuk nyata kepedulian perguruan tinggi terhadap potensi lokal masyarakat pesisir.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan ibu-ibu pembuat chao yang telah menerima kami dengan sangat baik. Harapan kami, kegiatan ini dapat membuka peluang pengembangan produk chao agar memiliki nilai tambah dan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga memperkenalkan tim pelaksana PkM yang terdiri atas dosen dan mahasiswa Program Studi Bioteknologi ITH, yakni Muhaimin Hading, S.T., M.Eng., Pasmawati, S.Si., M.Si., Nurul Febriani Putri, M.Si., Fitriagustiani, S.Si., M.Si., Muh. Chaeril Ikramullah, S.Pd., M.Biotech., Taufik Adhi Prasetya Wardana, M.Biotech., Ghea Brigitta Dotulong, S.Si., M.Biotech., Nur Afifah Zhafirah, S.Si., M.Si., Muhammad Rizqy Firmansyah, serta Putri Maulidiyah Bundah.
Founder Forum Cendikia Maritim, Yusril, S.H., dalam sambutannya menjelaskan bahwa Chao merupakan salah satu metode pengawetan ikan yang telah dilakukan masyarakat pesisir Pangkep sejak tahun 1965. Menurutnya, keberadaan chao memiliki potensi ekonomi yang sangat besar karena didukung oleh hasil tangkapan ikan yang melimpah sepanjang tahun, bahkan dapat mencapai sekitar 300 kilogram per kapal.
“Masyarakat biasanya menggunakan ikan ciko-ciko dan ikan sarden untuk membuat chao. Ini merupakan potensi lokal yang perlu terus dijaga dan dikembangkan,” jelasnya.
Sebagai bagian dari kegiatan utama, tim PkM melakukan diseminasi hasil penelitian terkait potensi yeast probiotik pada chao, yang disampaikan langsung oleh Pemateri, Fitri Handayani, M.Si. Materi kemudian diperkuat melalui sesi daring oleh Muhaimin Hading, S.T., M.Eng., mengenai penguatan nilai tambah produk chao melalui pemanfaatan AI dalam merancang kemasan dan branding produk pangan fermentasi lokal yang memiliki peluang pengembangan lebih luas.
Tidak hanya berbasis teori, kegiatan juga diisi dengan demonstrasi pembuatan chao yang higienis dan aman sebagai upaya meningkatkan kualitas produk masyarakat. Peserta, khususnya ibu-ibu pembuat chao, tampak aktif mengikuti kegiatan dan berdiskusi selama sesi tanya jawab berlangsung. Banyak di antara mereka berbagi pengalaman mengenai proses fermentasi tradisional yang selama ini diwariskan dari generasi ke generasi.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Bioteknologi ITH berharap produk fermentasi lokal seperti chao tidak hanya dikenal sebagai warisan kuliner pesisir, tetapi juga mampu berkembang menjadi produk pangan fungsional yang memberikan manfaat kesehatan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat. Mitra dan masyarakat juga berharap adanya pendampingan lanjutan agar produksi chao dapat berkembang secara berkelanjutan dan memiliki daya saing yang lebih baik di masa mendatang.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini turut memperkuat komitmen kampus ITH dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), tujuan 2 (Tanpa Kelaparan), tujuan 5 (Kesetaraan Gender), dan tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama sebagai simbol sinergi antara perguruan tinggi, mitra, dan masyarakat pesisir dalam mendukung pengembangan potensi lokal berbasis bioteknologi.








