JAKARTA, KABARBONE.COM –Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, melakukan audiensi dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, Maruarar Sirait, di Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Pertemuan tersebut bertujuan untuk memperjuangkan tambahan program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta pembangunan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Kabupaten Bone.
Dalam pertemuan itu, Bupati Bone didampingi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Bone, Andi Iqbal Walinono.
Pada kesempatan tersebut, Andi Asman Sulaiman memaparkan kondisi sektor perumahan di Kabupaten Bone yang masih menghadapi berbagai tantangan.
Berdasarkan data yang ada, backlog kualitas rumah di Kabupaten Bone mencapai 57.884 unit, sementara backlog kepemilikan rumah tercatat sebanyak 34.524 kepala keluarga.
Kondisi ini menunjukkan masih tingginya kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.
Sebagai bentuk keseriusan dalam menangani persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bone telah melakukan pendataan RTLH melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk desil 1 hingga 4.
Hasilnya, sebanyak 6.202 unit RTLH telah diinput melalui aplikasi Sibaru. Dari jumlah tersebut, 1.159 unit telah diverifikasi, sedangkan 629 unit lainnya masih dalam proses verifikasi.
Bupati Bone juga menyampaikan bahwa capaian tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, realisasi program RTLH di Kabupaten Bone hanya mencapai 303 unit.
Sementara hingga semester pertama tahun 2026, jumlah RTLH yang telah diverifikasi telah mencapai 1.159 unit dan diproyeksikan akan terus bertambah hingga akhir tahun.
Berdasarkan kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bone mengusulkan tambahan sekitar 6.000 unit RTLH yang tersebar di 27 kecamatan pada tahun 2026.
Usulan ini diharapkan dapat mempercepat penanganan rumah tidak layak huni sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan di daerah.
Selain itu, Bupati Bone juga mendorong pembangunan rumah susun (rusun) sebagai alternatif solusi penyediaan hunian layak dan terjangkau, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang belum memiliki rumah.
Menanggapi hal tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan apresiasi atas komitmen dan langkah aktif Pemerintah Kabupaten Bone dalam mendukung Program Strategis Nasional, khususnya program pembangunan tiga juta rumah. Ia juga menegaskan bahwa usulan yang disampaikan akan segera diverifikasi untuk ditindaklanjuti dan diupayakan realisasinya pada tahun 2026.
















