EDUKASI

Melawan Lupa ! Perjuangan Pers Cikal Bakal Bangsa Indonesia

4609
×

Melawan Lupa ! Perjuangan Pers Cikal Bakal Bangsa Indonesia

Sebarkan artikel ini

Penulis: Syarif Hidayat

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Ciamis, Banjar, Pangandaran.

In
Pers (Media Cetak, Online, Televisi) merupakan salah satu wadah informasi masyarakat yang mengantarkan berbagai berita Politik, Hukum, Sosial, Pendidikan, Ekonomi, Bisnis dan Hiburan.

Pers Menurut Prof. Oemar Seno Adji, dapat diartikan sebagai penyiaran pikiran, gagasan atau berita dengan kata tertulis. Sebaliknya, pers dalam arti luas dikategorikan media massa communications yang menyampaikan pikiran dan perasaan seseorang baik dengan kata-kata tertulis maupun dengan lisan.

Pers di Indonesia memiliki perjalanan panjang. Pada masa pra kemerdekaan Pers merupakan aktivis terpelajar kaum intelektual untuk menyerukan kemerdekaan dan persatuan.

Masa kini, pers adalah sebagai pilar keempat merupakan wadah berdemokrasi ditempatkan pada barisan terdepan dalam mengawal serta kepanjangan tangan dari rakyat untuk menyampaikan aspirasi masyarakat.

Pers bisa menjadi corong pemerintah untuk mencerdaskan masyarakat tentang pembangunan yang dilaksanakan pemerintah. Maka secara umum peranan pers sangat berpengaruh terhadap pembangunan yang membentuk peradaban manusia.

Tugas pokok fungsi media memiliki tiga peran, yakni fungsi berita, hiburan, serta kontrol sosial berjalanya pembangunan negara. Maka tak heran, pers selalu ditempatkan sebagai bagian dari indikator penting maju dan mundurnya pembangunan bangsa.

Dipandang dari sudut Sejarah, pers merupakan salah satu penggagas beridirinya bangsa Indonesia. Peristiwa Sumpah Pemuda, pers pada waktu itu sebagai alat pemersatu bangsa. Tentu ini memiliki nilai besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Seiring perkembangan zaman, pers saat ini selangkah lebih maju lagi sebagai bagian dari penyeru kemerdekaan Indonesia, bahkan mengawal dan mempertahankan kemerdekaan yang bediri tegak lurus menyuarakan kepentingan rakyat dan menumbuhkan rasa nasionalisme bangsa.

Semangat patriotisme kebangsaan pers harus diberikan pada generasi bangsa, agar mereka mengenal bagaimana peran penting pers dalam kemerdekaan serta pasca kemerdekaan.

Dengan itu, generasi masa akan datang bisa lebih pandai dan memiliki karakter untuk terus mengembangkan dan tumbuh mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta lebih menghargai apa yang telah dituangkan para pejuang pena di masa itu.

Pers Alat Perjuangan Bangsa

Pada awal abad ke- 20 para priyayi baru menunggakan gagasanya melalui pers (media cetak) mengenai isu-isu perubahan. Isu ini kemudian dipopulerkan dengan mengangkat isu status sosial masyarakat Bumiputra dan peningkatan kehidupan di bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Politik.

Arti dari kemajuan disini ialah merupakan suatu pencerahan dari pendidikan, perdaban, moderniasasi, dan kesuksesan hidup. Pers merupakan saran berpartisipasi dalam gerakan emansipasi, kemajuan dan pergerakan nasional.

Baca Juga  HUT RI Ke -75, Bupati Bone Jadi Irup, Para Kabag Jadi Petugas Upacara

Pada dekade itu ditandai dengan jumlah penerbitan pertama surat kabar berbahasa Melayu. Orang Indo pertama yang aktif dalam dunia pers yakni H.C.O Clockener Brousson dari Bintang Hindia. E.F Wigger dari Bintang Biru dan G. Francis dari Pemberitaan Betawi.

Di abad itulah penerbit Thionghoa mulai bermunculan dan dijadikan suatu sasaran pertumbuhan dan perkembangan surat kabar.

Seiring dengan bermunculanya media cetak, kemudian diikuti oleh sejumlah junalis Bumiputera lainya. Mereka adalah R. Tirtodanudja dan R. Mohammad Jusuf. Keduanya adalah Redaktur Sinar Djawa, yang diterbitkan Honh Thaij & Co.Djojosudiro, Redaktur Thahadja Timoer yang diterbitkan di Malang.

Kedua adalah jurnalis Bumiputra yang telah menjadi embrio kebangsaan melalui artikel dan komentar mereka dalam surat pembaca untuk mengungkapkan solidaritas diantara mereka dan para pembaca yang sebagian besar adalah kaum muda terpelajar.

Pers Penggagas Persatuan Bangsa

 

 

Embrio kebangsaan merupakan bahasa ideologisasi nasionalisme. Kenapa jurnalis Bumiputera disebut sebagai pusatnya kemajuan, makna disampaikan dengan berpendidikan dan harus menjadi kaum intelektual. Oleh karena itu, bangsa akan menghasilkan satu sebuah perubahan yang berdampak besar pada peradaban dunia.

Semangat kaum muda terpelajar mengangkat ruh aktivis kemerdekaan Indonesia. Bumiputera merupakan cikal bakal munculnya ide berdirinya Indonesia dengan adanya sumpah pemuda Boedi Utomo.

Seiring dengan berkembangnya pergerakan kebudayaan, media cetak mulai masuk di beberapa kota Kolonial lain, seperti Surabaya, Padang dan Semarang.

Kapitalisme cetak mempermudah kaum terdidik untuk memperoleh informasi. Para pelajar di kota Padang dengan guru-guru Belanda di sekolah Raja (kweekscholl) Bukit Tinggi terutama Van Ophusyen ahli bahasa Melayu.

Ketua Redaksi Majalah itu adalah Dja Endar muda, seorang wartawan keturunan berbahasa Batak. Tapian Nauli, Majalah Insuilinde itu kemudian disebarkan keseluruh Sumatera dan Jawa. Majalah itu yang pertama memperkenalkan slogan kemajuan dan jaman maju.

Artikel menarik yang menjadi contoh adalah kisah kemenangan Jepang. Sebuah negara kecil yang menang atas negara besar yakni Tiongkok. Tentu kemenangan Jepang itu disebabkan karena rakyatnya sudah memasuki jaman kemajuan. Maka dalam ulasan beritanya pun mengajak para masyarakat untuk hidup dalam dunia kemajuan.

Hidup dalam dunia kemajuan disini, memiliki makna dan manfaat agar bangsa Indonesia bangkit dari sebuah keterpurukan. Sehingga, surat kabar pada masa itu bersifat provokatif dengan tujuan menumbuhkan rasa nasionalisme bangsa untuk bangkit dan keluar dari zona kesengsaraan akibat tertidas oleh Kolonialisme Belanda.

Baca Juga  Rayakan HUT Kemerdekaan, Pemuda Milineal Ini Gelar Lomba Lari Gendong Isteri

Maka pesan yang terkandung disetiap labirin-labirin media pada waktu itu membakar api semangat yang digelorakan oleh kaum intelektual untuk hidup bersama dan bersatu memutuskan mata rantai penjajah.

Mengenal tokoh muda dr. Abdul Rivai yang baru datang dari Belanda kemudian menganjurkan pada tokoh muda di Hindia untuk membentuk sebuah organisasi. Dalam tulisan yang dimuat Bintang Hindia ia selalu menuliskan tentang kemajuan dunia maju.

Dia menggolongkan masyarakat menjadi tiga golongan, yaitu kaum kolot, kaum kuno, dan kaum muda.

Menurut Rivai, kaum muda adalah orang yang senantiasa ingin mendapatkan dan terwujudnya dunia pengetahuan dan ilmu.

Lebih lanjut ia mengagas bahwa mencapai kemajuan dan terwujudnya dunia maju, Rivai menganjurkan agar ada organisasi bernama persatuan kaum muda didirikan dengan cabang di semua kota-kota penting di Hindia. Disinilah mulai adanya cikal bakal munculnya pergerakan kaum muda untuk mengubah situasi nasional.

Dengan mendirikan persatuan kaum muda di kota-kota yang dianggap penting di Hindia. Dengan cara menduduki kota-kota penting di Hindia, maka gerakan perubahan berkemajuan akan sangat mengena pada jantung-jantung kota.

Apalagi perkembangan pers pada saat itu menjadi corong aktivis muda menyerukan pada masyarakat agar terus mengembangkan kemampuan diri untuk sebuah harga diri sebagai pribumi.

Seorang pensiunan dokter Jawa yaitu Wahidin Soedirohoesodo tertarik dengan tulisan Rivai. Saat itu ia sebagai editor majalah berbahasa Jawa, Retnodhumillah dalam tulisan itu disarankan agar kaum lanjut usia dan kaum muda membentuk organisasi pendidikan yang bertujuan untuk memajukan masyarakat.

Gagasan Wahidin akhirnya terwujud ketika para pelajar Stovia, sekolah dokter Jawa, mendirikan suatu organisasi bernama Boedi Oetomo pada 2 Mei 1908.

Mulai pesat perkembangan pers sejalan dengan bedirinya organisasi Boedi Oetomo, membuat ruh pergerakan nasional semakin menguat. Kaum intelektual tua maupun muda semua berada di organinasi Boedi Oetomo.

Setalah berdirinya Boedi Oetomo, beberapa surat kabar yang kemudian membawa kemajuan bagi kalangan pribumi yakni Medan Prijaji (1909-1917) dan juga terbitan wanita pertama yakni Poetri Hindia (1908-1913).

Seorang editornya yang dikenal yaitu R.M Tirtoadisurya memuat tentang tulisanya bahwa untuk memperbaiki status dagang Islam kiranya perlu penaklukan organisasi kecil sehingga serikat dagang Islam kemudian didirikan dan berkembang menjadi Serikat Islam dengan pimpinan Haji Samanhudi.

Baca Juga  Bela Negara dan Cinta Tanah Air Dalam Islam

Maka semangat nasionalisme tumbuh dengan dibangun melalui tulisan di media cetak dan menjalar ke Pulau Sumatera.

Gagasan untuk melawan imperalisme kolonial ditunjukan melalui surat kabar Oetoesan Malajoe (1913) juga kemajuan kaum perempuan yang diterbitkan dalam media cetak Soenting Malajoe yang berisi tentang panggilan perempuan untuk memasuki dunia maju meninggalkan perananya sebagai sendiri kehidupan Minangkabau.

Sementara itu, anak-anak muda berpendidikan Barat di Padang menertbitkan majalah perempuan Soera perempuan (1918) dengan semboyanya kemerdekaan bagi anak perempuan untuk ikut dalam kemajuan tanpa hambatan adat yang mengekang.

Di Jawa pun terus bergerilya dengan menyuarankan semangat nasionalisme berkemajuan. Salah satu pelopornya yaitu pers Bumiputera dengan koranya Sinar Djawa terus memberikan pemahaman tentang menuntut ilmu.

Dalam koran itu memuat dua kepentingan untuk menggugah rasa nasionalis dari bangsawan usul yang memiliki gelar Raden, Ajeung, Ayu, Raden mas, Ngabei dan Raden Ayu. Serta bangsawan pikiran yaitu Master, Magister dan Doktor.

Pers Melahirkan Pendidikan Nasional

Pada masa itu, pers yang mendapat perhatian serius pemerintah Kolonial Belanda yaitu Surat Kabar De Express.

Koran ini memuat berita propaganda dengan ide radikal serta kritis terhadap sistem pemerintahan kolonial pada masa itu. Salah satu adanya tulisan dari tiga kaum terpelajar dari Komite Boemiputera, yaitu Cipto mangunkusumo, Suwardi Surjadiningrat atau kerap dikenal Ki Hajar Dewantara, dan Abdul Muis.

Kritikan yang ditulis oleh Suwardi dengan judul Als Ik Eens Nederlander (Andai Aku Seorang Belanda) ini mendapat perhatian serius kolonial Belanda.

Karena tulisanya itu dianggap telah melakukan penghasutan untuk melawan Belanda buntut dari tulisanya itu, Suwardi dan kedua orang rekanya kemudian diasingkan ke pulau Bangka kemudian ke Belanda.

Disinilah mereka merenung dan memunculkan gagasan cikal bakal dari lahirnya Pendidikan Nasional.

Dari pembahasan di atas, ini merupakan sebuah perjalanan singkat perjuangan pers di Indonesia sebagai alat pergerakan nasional melawan razim kolonial Belanda.

Pers ini berdiri atas gagasan kaum terpelajar yang merasa bahwa butuh ada sebuah perubahan kedepan demi keberlangsungan kebebasaan dalan kehidupan dan terlepas dari bayang-bayang penjajah.

Tulisan ini terbit di kompasiana.com, 19 April 2018 dengan judul asli :Perjuangan Pers Cikal Bakal Bangsa Indonesia.

https://www.kompasiana.com/pramadiano/5ad8427cbde5752f603a9ea4/perjuangan-pers-cikal-bakal-bangsa-indonesia?page=all#section2

Tinggalkan Balasan

EDUKASI

BONE, KABARBONE.COM – Semangat generasi muda Bone untuk menembus panggung global kembali ditunjukkan. Sebanyak 20 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bone (Unim Bone) resmi diberangkatkan mengikuti program magang internasional ke Taiwan.In Pelepasan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, M.M., bersama Rektor Unim Bone, Dr. H. Muhammad Jafar, S.Pd., M.Pd., dalam suasana penuh haru dan kebanggaan di Aula Beramal, Rumah Jabatan Wakil Bupati Bone, Jumat (17/7/2026) pagi. Program ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang tidak hanya kompeten di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing di kancah internasional. Selama kurang lebih satu tahun, para…

EDUKASI

PANGKEP, KABARBONE.COM – Aroma fermentasi ikan yang khas berpadu dengan antusiasme masyarakat pesisir mewarnai kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM)-Program Kemitraan yang dilaksanakan oleh Program Studi Bioteknologi Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH), Minggu (24/05/2026), di Pulau Satando, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan. Melalui tema “Pemberdayaan Masyarakat Pesisir melalui Diseminasi dan Penguatan Nilai Tambah Potensi Yeast Probiotik pada Chao sebagai Produk Fermentasi Lokal di Pulau Satando, Kabupaten Pangkep”, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam mengangkat potensi pangan fermentasi lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.In Chao sendiri merupakan produk fermentasi ikan tradisional masyarakat pesisir yang telah lama dikenal…

EDUKASI

Parepare — Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH) bersama Pemerintah Kota Parepare terus memperkuat langkah internasionalisasi kampus melalui kegiatan Kunjungan dan Sosialisasi Online Degree Program for International Students bersama Mokpo National University (MNU), Korea Selatan, yang berlangsung pada Rabu (20/5/2026) di Kampus ITH Parepare. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal penjajakan kerja sama internasional antara ITH dan Mokpo National University dalam pengembangan program pendidikan global berbasis digital, termasuk peluang kerja sama online degree dan double degree bagi mahasiswa. Program serupa sebelumnya juga telah dikembangkan MNU bersama sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.In Wakil Rektor Bidang Akademik ITH dalam sambutannya menyampaikan bahwa penjajakan…

EDUKASI

PAREPARE, KABARBONE.COM — Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH) melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat–Program Kemitraan melaksanakan kegiatan “Sosialisasi dan Pendampingan Aparatur dalam Pemanfaatan Sistem Lacak untuk Digitalisasi Program Bantuan Sosial di Kecamatan Bacukiki Kota Parepare” yang berlangsung di Aula Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare. Kegiatan ini dihadiri oleh aparatur kecamatan dan kelurahan di wilayah Kecamatan Bacukiki sebagai bentuk upaya peningkatan kapasitas aparatur dalam memanfaatkan teknologi digital pada pengelolaan bantuan sosial. Kegiatan diawali dengan pembacaan doa oleh Saudara Muhammad Mu’adz Ibda, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang berlangsung dengan penuh khidmat. Suasana kegiatan semakin hangat dengan kehadiran para peserta yang…

EDUKASI

BONE, KABARBONE.COM — Disdik Beramal Expo 2026 resmi ditutup dalam suasana meriah yang dirangkaikan dengan konser kemenangan, penyerahan hadiah lomba, serta penampilan finalis Disdik Idol Kids kategori junior dan senior, Rabu malam (13/5) di Pelataran Planet Cinema, Jalan Dr Wahidin Sudirohusudo, Bone. Kegiatan ini  diinisiasi Dinas Pendidikan Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan Plt Kadisdik Edy Saputra Syam.In Diketahui, Expo Pendidikan dan Seni berlangsung sejak 3 hingga 13 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti perwakilan sekolah dari 27 kecamatan se-Kabupaten Bone. Penutupan kegiatan dihadiri langsung Bupati Bone Andi Asman Sulaiman bersama jajaran pemerintah daerah. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari sejumlah kegiatan yang…

EDUKASI

PAREPARE, KABARBONE.COM. Sebagai bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi pada bidang pengabdian kepada masyarakat, dosen dan mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie menggelar kegiatan pendampingan dan pelatihan penggunaan sistem informasi pelaporan tuberkulosis di Kabupaten Pinrang pada 12 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan mendukung transformasi digital dalam proses pelaporan dan pengelolaan data tuberkulosis agar lebih efektif dan terintegrasi. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Andi Nurfadillah Ali selaku Ketua Tim Pengabdian Masyarakat dengan mitra kegiatan yaitu Yayasan TB Yamali Pinrang yang dipimpin oleh Hj. St. Nurhayati Haruna. Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian juga melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari penerapan pembelajaran…

EDUKASI

BONE, KABARBONE.COM — Komitmen dalam mengentaskan anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Bone berbuah manis. Kepala Bidang PAUD, Pendidikan Nonformal (PNF) dan Kesetaraan Dinas Pendidikan Bone, Hj. Andi Rasna, S.Pd., M.Pd., meraih Innovation Award 2026 atas terobosan programnya. Penghargaan tersebut diberikan atas inovasi “wali desa ATS” yang dinilai berhasil menekan angka anak putus sekolah secara signifikan di Kabupaten Bone.In Kegiatan pembukaan Innovation Award 2026 berlangsung di Gedung PKK Bone, Jalan Andi Mappanyukki, Selasa (12/5/2026), dan dihadiri langsung Bupati Bone Andi Asman Sulaiman serta Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin. Turut hadir Penjabat Sekretaris Daerah Bone Andi Tenriawaru, Plt Kepala Dinas…

DAERAH

PAREPARE, KABARBONE.COM — Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH) secara resmi mengumumkan hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Tahun 2026. Berdasarkan hasil seleksi tersebut, sebanyak 409 calon mahasiswa baru dinyatakan lulus dari sekitar 927 pendaftar yang memilih ITH sebagai tujuan melanjutkan pendidikan tinggi. Capaian ini mencerminkan tingginya minat serta kepercayaan masyarakat terhadap ITH sebagai perguruan tinggi negeri yang berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di kawasan Sulawesi.In Dari total calon mahasiswa yang diterima, sekitar 45 persen atau sebanyak 186 mahasiswa di antaranya merupakan penerima program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Hal ini menunjukkan komitmen ITH dalam mendukung pemerataan akses…