OPINI

Catatan Perjalanan Redaksi Kabarbone.com ‘Bone Peduli Masamba’ 23-26 Juli 2020

1217
×

Catatan Perjalanan Redaksi Kabarbone.com ‘Bone Peduli Masamba’ 23-26 Juli 2020

Sebarkan artikel ini
Korban Banjir Bandang Masamba
H. Abu Bakar (55 Tahun) Warga Kampung Lombok Kelurahan Bone Tua Kecamatan Masamba, Kabupaten luwu Utara asal Desa Timurung Kecamatan Ajangale kabupaten Bone. Tepat dibelakangnya adalah rumah kediamannya yang kini tertimbun endapan lumpur pasir akibat banjir bandang yang melanda wilayah itu,Senin 13 Juli 2020 lalu. (Foto/Dedy)

KABARBONE.COM, LUWU UTARA – Siapa sangka, Senin 13 Juli 2020, malam, akan menjadi hari yang kelam bagi masyarakat Kabupaten Luwu Utara. Bencana alam banjir bandang yang melanda  wilayah itu akibat meluapanya tiga sungai, yakni Sungai Masamba, Sungai Radda dan Sungai Rompong di Luwu Utara mengakibatkan 3 kecamatan di wilayah itu porak-poranda oleh dahsyatnya banjir bandang.

Puluhan orang korban jiwa, ratusan rumah terendam lumpur material pasir, dan sebanyak 14.000 lebih warga masamba kini berada dipengungsian. Sejumlah fasilitas perkantoran dan pertokoan juga tak luput dari endapan lumpur akibat hantaman banjir bandang. Sejumlah sarana ibadah seperti masjid pun tak luput dari terjangan banjir yang terjadi 13 juli 2020.

In

Kabarbone.com yang turut dalam rombongan Bupati Bone dalam misi kemanusiaan “Bone Peduli Masamba” 23-25 Juli 2020 turut menempuh  perjalanan kurang lebih 293 km dari arah Kota Watampone menuju Masamba Kabupaten Luwu Utara dengan lama perjalanan kurang lebih 9 jam.

Hari itu kami  bersama sejumlah awak Media ikut bersama rombongan Camat Sibulue A. Denny Wahyudi bersama sejumlah kades dari Kecamatan Sibulue.

Jumat 24 Juli 2020, sekitar pukul 22.30 Wita saat memasuki pintu  kota Masamba Luwu Utara, tampak daerah Desa Radda Kecamatan Baebunta masih gelap gulita, belum ada penerangan dalam terlihat saat kabarbone.com melintas malam itu.

Kiri kanan bahu jalan dari pencahayaan lampu mobil hanya ada gundukaan pasir setinggi atap rumah yang terlihat.

Seperti kota mati, saat kita melewati Jembatan Desa Radda juga terlihat sejumlah rumah yang tak berpenghuni terendam lumpur pasir yang sudah padat. Sejumlah mobil juga terlihat, berada dipinggir jalan bergelimangan lumpur tak bertuang, sisa-sisa kayu juga masih terlihat dari hasil pembersihan jalan oleh pemerintah setempat.

Tiba di Kota Masamba,  Jumat 23 Juli 2020 malam sekitar Pukul 23.15 Wita penerangan sudah terlihat, nampak sejumlah perkantoran juga telah beroperasi, dan sejumlah warung makan juga telah buka.  Lalu lalang sejumlah tim relawan dari berbagai daerah juga turut hadir untuk menyalurkan bantuan.

Kami pun bertolak ke Lapangan Taman Siswa Masamba Kabupaten Luwu Utara, dimana Posko Induk Bupati Bone berada.

Rombongan Bupati Bone A. Fahsar M. Padjlangi bersama jajaran Forkopimda Bone yang terdiri dari 123 mobil yang diantaranya puluhan truk bantuan logistik sampai di Lapangan Taman Siswa, Masamba Kabupaten Luwu Utara sekitar pukul 22.30 Wita.

Bupati Luwu Utara, Inda Putri Indriani mengucapak banyak terima kasih kepada Bupati Bone A. Fahsar M Padjalangi dan seluruh lapisan masyarakat Bone atas atensi dan bantuannya, Sabtu 25 Juli 2020. (foto /Dedy)

Dinas Sosial Kabupaten Bone sendiri bersama Tagana Dinsos Bone dan BPBD Kabupaten Bone sehari sebelumnya sudah berada di lokasi untuk mendirikan dapur umum. Turut hadir mengawal Bupati Bone, Danyon C Pelopopor Kompol Nur Ichsan, S.Sos.

Baca Juga  Kalaksa BPBD Bone dan Personel Jalani Rapid Test, Ini Hasilnya

Selain dari pemerintah Bone, sejumlah ormas juga turut hadir melakukan bantuan diantaranya Sapma PP Kabupaten Bone, Club Otomotif Otti Lolo, BKPRMI Kabupaten Bone, Paskas, DPW FPI Bone, Baznas Kabupaten Bone, dan Orari Loka Bone, dan Pemuda Kecamatan Amali.

Sesampai di Lokasi Bupati Bone langsung berkoordinasi dengan Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) Luwu Utara untuk agenda penyaluran bantuan besok hari 25 Juli 2020.

Sabtu 25 Juli 2020, sekitar pukul 09.00 Wita, Rombongan Bupati Bone A. Fahsar Mahdin Padjalangi didampingi Ketua DPRD Kab. Bone disambut oleh Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani.

Bupati Indah tiba di Lokasi Taman Siswa dengan kendaraan Double Cabin warna Merah didampingi sejumlah pejabat Luwu Utara.

Indah dengan pakaian rompi I’m Sospolnya berwarna biru, lengkap kacamata hitam dan masker terlihat tak kuasa menahan tangis saat menyambut seniornya yang juga satu almamater dengan Bupati Bone A. Fahsar yang juga Ketua IKA Alumni Sospol Unhas.

Suasana haru tampak di lapangan Taman Siswa, Indah sesekali memeluk seniornya itu begitupun A.Fahsar tak kuasa menahan tangis dan turut menepuk bahu Bupati Indah  sabar menghadi musibah yang melanda daerahnya.

“Saya terharu dihari pasca ke 13 pasca kejadian, begitu banyak perhatian dan atensi dari semua kalangan termasuk dari Pemkab Bone, Bupati bersama jajaran Forkopimda hadir untuk memberikan semangat kepada kami. Kami tidak sendiri karena ada semua’ki,” kata Indah sambil menyeka air matanya.

“Kepada kakanda (A. Fahsar, red) tolong sampaikan salam hormat kami kepada warga Bone yang telah memberikan bantuannya. Insya Allah, Luwu Utara akan segera bangkit dan menata kehidupannya kembali, ” ucapnya dengan tangis dan memeluk A. Fahsar.

Sesekali suara terdengar  Luwu Utara Tidak Sendiri, Bone bersama Luwu Utara terdengar untuk menyemangati Bupati Indah.

Dihadapan sejumlah awak media yang turut hadir, Indah mengakui untuk masa recovery (Pemulihan) termasuk pemulihan ekonomi dan perbaikan infrrastruktur  membutuhkan waktu kurang lebih dua bulan untuk pemulihan.

Setelah penyerahan secara simbolik, rombongan Bupati Bone kemudian membagi tugas untuk melakukan penyaluran logistik di beberapa wilayah Luwu Utara. Rombongan Bupati Bone dengan menggunakan motor trail juga meninjau langsung sejumlah lokasi yang terdampak banjir bandang di daerah itu.

Sejumlah tenaga medis lengkap dengan Ambulance juga turut dikerahkan oleh Bupati Bone untuk memberikan pengobatan gratis kepada warga Luwu Utara yang selamat dari bencana banjir.

Penyaluran Bantuan di Desa Beringin Jaya Kecamatan baebunta Selatan Luwu Utara
Penyaluran Bantuan Logistik dari Pemkab Bone kepada warga Desa Beringin Jaya Kecamatan Baebunta Selatan Kabupaten Luwu Utara. Daerah ini menjadi salah satu desa yang tekena dampak banjir bandang.

Kabarbone.com bersama rombongan Pasukan Amal Soleh (Paskas) Bone, turut bersama rombongan Dinas Pertanian ke lokasi penyaluran bantuan di Desa Beringin Jaya Kecamatan Baebunta Selatan Kabuapaten Luwu Utara yang berjarak kurang lebih 25 km dari arah pusat Kota Luwu Utara, Sabtu 25 Juli 2020 Sekitar pukul 10.30 Wita.

Baca Juga  Tiba di Luwu Utara, Bupati Bone Koordinasi dengan KKMB

Sepanjang perjalanan menuju Desa Baebunta,  kabarbone.com menyaksikan lalu lalang kendaraan keluar masuk menuju daerah itu, baik yang baru akan menyalurkan bantuan maupun yang akan kembali setelah melakukan penyaluran bantuan.

Rombongan Kadis Pertanian Ir. H Sunardi bersama Kadis Perikanan Ir Wahida dan Staf Ahli Bupati Bone Ir. H. Ansar Amal tiba di posko Desa Beringin Jaya Kabupaten Luwu Utara tiba dilokasi sekitar pukul 11.20 Wita.

Rombongan disambut hangat oleh pemerintah desa setempat dan puluha warga asal Bone yang bermukim  di desa tersebut.

Masjid Agung Syuhada
Tampak Masjid Agung Syuhada Masamba kini mulai ditempati beribadah kembali. Sebelumnya masjid ini penuh dengan endapan lumpur saat diterjang banjir bandang. (Foto /Dedy)

Kabarbone.com melanjutkan perjalanan, menuju Kampung Lombok Kelurahan Bone Tua Kecamatan Kecamatan Masamba yang tak jauh dari Sungai Masamba salah satu sungai yang meluap pada peristiwan banjir bandang yang masih berada Pusat Kota Luwu Utara.

Sepanjang perjalanan sejumlah alat berat dan sejumlah pekerja masih sibuk membersihkan material lumpur yang masih menumpuk dibahu jalan. Nampak Masjid  Agung Syuhada  sudah digunakan untuk beribadah kembali, meski bekas lumpur masih ada sekitar masjid.

Peerbaikan Infrastruktur Luwu Utara
Kondisi Kota Masamba Luwu Utara ,sejumlah pertokoan masih teredam lumpur, Sabtu 25 Juli 2020. (foto/Dedy)

Sejumlah pertokoan masih terlihat tertutup gundukan lumpur pasir yang mulai padat.

Sesampai di Lokasi Kampung Lombok sekitar pukul 13.00 Wta, dari keterangan kepala RT Setempat, sebanyak 110 kepala keluarga diwilayah kini kehilangan tempat tinggal akibat tertimbun endapan lumpur pasir.

Ratusan warga yang berada di lokasi tersebut kini berada di pengungsian dan sebagian berada di rumah keluarga mereka untuk menumpang sementara.

Puluhan warga memadati salah satu Posko Penerimaan bantuan terlihat mengambil bantuan saat rombongan Pemkab Bone menyalurkan bantuan di wilayah itu.

Saat redaksi kabarbone.com berada di Kampung Lombok Kelurahan Bone Tua, nampak puluhan rumah masih  tergenang banjir. Di pemukiman sepanjang bantaran Sungai Masamba di Lokasi Kampung Lombok Kelurahan Bone Tua, juga masih ada ratusan rumah tertimbun endapan lumpur menghampiri tinggi atap rumah.

Kondisi sejumlah rumah warga di Kampung Lombok Keluarhan Bone Tua Kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara tertimbun endapan lumpur pasir hampir mencapai atap rumah, Sabtu 25 Juli 2020. (foto/Dedy)

Dilokasi penyaluran bantuan, kabarbone.com bertemu dengan H. Abubakar (55 Tahun) salah satu warga Kampung Lombok yang tak lain warga Bone asal Desa Timurung, Kecamatan Ajangale Kabupaten Bone.

Kepada kabarbone.com  dia mengakui telah bermukim di wilayah itu selama 30 tahun yang pekerjaan sehari-harinya sebagai pedagang di pasar.

Dia turut menemani kabarbone.com melihat sejumlah rumah yang tertimbun  lumpur dan melihat langsung Sungai Masamba yang  kini mengalami pendangkalan akibat endapan material pasir akibat banjir bandang, yang tak jauh dari Kampung Lombok. Sepanjang kiri bantaran suagai Masamba juga nampak terlihat sejumlah rumah mengalami rusak berat.

Masjid Haqqul Yakin yang berada di Kelurahan Bone Pute Kecamatan Masamba tertimbun endapan pasir akibat banjir bandang yang melanda wilayah itu. (Foto/Dedy)

Masih hangat dingatannya ketika banjir bandang itu terjadi. Sebelum banjir bandang menerjang wilayah itu, H. Abu Bakar mengatakan,  sehari sebelumnya Mingu 12 Juli 2020 malam, memang telah terjadi banjir setinggi kaki di Kampung Lombok yang berada di sekitar bantaran Sungai Masamba.

Baca Juga  Brimob Yon C Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir Luwu Utara

Senin 13 Juli 2020, malam sekitar pukul 21.00 WIta banjir kemudian meluap dan warga kemudian berlarian menyelamatkan diri ketempat tinggian.

H. Abubakar menjelaskan, saat kejadian memang ada beberapa orang yang hanyut di Sungai Masamba seperti yang viral di Medsos. Dikatakannya, ada sembilan orang yang bermukim di sebelah barat aliran Sungai Masamba yang hanyut dan meninggak dunia  dan di Kampung Lombok sendiri tak ada korban jiwa.

“Kami juga tidak menyangka kalau banjir akan setinggi ini. Dan baru kali ada banjir bandang yang melanda wilayah kami. Saat kejadian warga langsung berhamburan dan saya juga tidak sempat menyelamtkan harta benda saya, yang saya bawa hanya pakaian yang melekat di badang saya,” tutur H. Abu Bakar.

Saat ini diakuninya kini mengungsi di rumah anaknya di sekitar kampung Lombok. Dia berharap pemerintah setempat bisa memberikan kompensasi atas musibah yang menimpahnya.

Korban Banjir masmba
Sunarni (36) Tahun salah satu warga Kelurahan Bone Tua, yang kini kehilangan tempat tinggal akibat terjangan banjir. Bersama suami dan 3 orang anaknya kini berada di pengungsian. (foto/Dedy)

Ditempat yang sama kami juga bertemu dengan seorang warga Kampung Lombok lainnya, dia adalah Sunarni (36 Tahun).

Ibu tiga orang anak ini kabarbone.com temui saat sedang mengambil bantuan logistik di Posko Keluarahan Bone Tua. Dia mengatakan saat kejadian dia berenang keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri karena banjir sudah setinggi leher orang dewasa. Dia juga tidak mengira, kalau banjir akan sebesar ini. Semua harta bendanya pun tak sempat  ia selmatkan.

Sungai Masamba
Sungai Masamba, salah satu sungai yang meluap pada saat banjir bandang melanda Masamba Luwu Utara. Sungai ini berada tak jauh dari pemukiman Kelurahan Bone Tua Kecamatan Masamba, Sungai ini kini mengalami pendangkalan akibat endapan lumpur pasir yang terbawa saat banjir bandanh melanda Luwu Utara. (Foto/Dedy)

“Kalau disini pernah memang banjir  tapi sekitar tahun 80 an, dan baru kali ini sebesar ini. Malam Senin memang banjir tapi tidak terlallu tinggi. Baru malam Selasa, banjir besar kemudian menerjang rumah kami, yang kami tidak sangka-sangka.Saat kejadiaan, anak saya umur 3 tahun saya gotong keluar rumah, sedangkan anak saya yang laki-laki Nuris yang kelas 6 SD berenang dengan menggunakan jerigen. Saat ini kami bersama ratusan warga lainnya tinggal di pengungsian,” kata Sunarni Warga kampung Lombok yang dia akui transmigran asal daerah Jawa.

Sabtu , 25 Juli 2020 Sekitar Pukul 02.00 Wita, kami bersama sejumlah awak media lainnya kemudian bertolak kembali ke Kabupaten Bone, sedangkan rombongan Bupati Bone masih berada di Lokasi sampai hari Minggu 26 Juli 2020 dalam kegatan Bone Peduli Masamba.

Foto bersama Danyon C Pelopor KOmpol Nur Ichsan dan sejumlah awak media yang melakukan peliputan di kegiatan Bone Peduli Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sabtu 25 Juli 2020. (Foto/Dedy)

Di akhir catatan perjalanan ini, kami redaksi kabarbone.com turut mendoakan agar Luwu Utara segera pulih kembali dan Kembali Bangkit menatap masa depan yang cerah.

#BonePeduliMasamba

#BoneBersamaLuwuUtara

##LuwuUataraBangkit

Laporan : Dedi Hamzah (Pemred http://kabarbone.com)

Tinggalkan Balasan

OPINI

Hari Jadi Kota Makassar ke-418 yang diperingati tahun ini bukan sekadar penanda usia dalam hitungan kalender sejarah. Ia adalah momentum kolektif untuk menengok kembali akar peradaban kota ini, sekaligus mengukur arah langkah kita di masa depan. Di usia yang nyaris lima abad, Makassar telah menempa dirinya sebagai kota pelabuhan yang strategis, ruang perjumpaan lintas bangsa, dan pusat perdagangan di kawasan timur Nusantara.In Identitas historis inilah yang menjadi fondasi bagi Makassar untuk terus tumbuh sebagai kota dengan karakter kuat: terbuka, tangguh, dan berorientasi maritim. Sejarah mencatat bahwa Makassar tidak tumbuh dalam ruang kosong. Kerajaan Gowa-Tallo, kejayaan pelabuhan Somba Opu, serta jejak…

OPINI

Oleh: Andi Muzakkir Aqil, SH., MH / Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya tidak hanya merusak individu, tapi juga mengoyak keberdayaan kolektif anak negeri.In Mereka yang tersekap adiksi tak cuma kehilangan potensi. Dalam skala makro, fenomena ini berpotensi memutus mata rantai inovasi bangsa sekaligus merapuhkan narasi besar tentang Indonesia Emas 2045.  Maka sangat beralasan bila investasi negara pada generasi bangsa tidak melulu urusan bangku sekolah. Menjauhkan mereka dari jerat narkoba adalah investasi tak kalah penting di tengah penetrasi jaringan narkoba transnasional yang menunggangi kemajuan teknologi digital. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Badan Narkotika…

EDUKASI

Penulis: Zainal Ibrahim, S.Pd., MM. (Ketua PGRI Kecamatan Awangpone)In Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Hijriah, melainkan momen spiritual yang mengajak kita untuk merefleksikan diri dan memulai langkah baru yang lebih bermakna. Bagi kaum pelajar, khususnya generasi muda bangsa, Muharram menjadi pengingat penting bahwa pendidikan dan karakter adalah fondasi utama dalam membangun peradaban yang unggul. Hijrah Rasulullah SAW dari Mekkah ke Madinah bukan semata perpindahan fisik, tetapi simbol transformasi menuju kondisi yang lebih baik: dari penindasan menuju kebebasan, dari ketidakadilan menuju keadilan. Semangat hijrah ini dapat di internalisasi dalam dunia pendidikan dengan mendorong…

OPINI

Penulis: ABDUL RAHIM,S.Pd.,M.Pd. (Ketua Forum Pemuda Tani Indonesia Kab. Bone) Indonesia sebagai salah satu negara yang termasuk dalam wilayah tropis memiliki potensi pertanian yang sangat baik. Sebagai negara agraria, Indonesia memiliki potensi yang besar dan sumber daya alam yang melimpah dalam produk pertanian.In Pertanian merupakan salah satu sektor yang berperan besar dalam perekonomian Indonesia, tak terkecuali untuk perekonomian di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Di mana sebagian besar masyarakatnya bertumpu pada sektor ini. Kontribusi sektor pertanian sangat berpengaruh terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional yang memberikan pendapatan bagi sebagian besar rumah tangga Indonesia. Menyerap 35,9% dari total angkatan kerja dan menyumbang 14,7% bagi GNP Indonesia…

OPINI

Judul di atas merupakan headline Tema Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2025 yang ke-79 sekaligus peraayaan kelahiran organisasi pers tertua di Indonesia yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang tahun ini diselenggarakan di Ibu Kota Kalimantan Selatan, Banjarmasin dengan Sub Tema HPN 2025 yakni lokal “Kalsel Gerbang Logistik Kalimantan”. Pengusungan tema nasional di peringatan HPN tahun ini tentu tidak lahir begitu saja, akan tetapi sarat makna historis bahwa pers memiliki peran kunci dalam perjalanan bangsa ini.In Tidak hanya diawal memproklamirkan kemerdekaan republik ini, namun pers memiliki posisi strategis dalam mendukung program pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan bangsa. Pers sebagai pilar demokrasi…

OPINI

Penulis : Nurfadilah Jurusan : Ekonomi Syariah Kelompok 3 Mahasiswa Semester : 7 Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bone Di tengah hamparan sawah yang menghijau dan deretan rumah panggung khas Bugis yang menjulang, Kabupaten Bone menyimpan potensi besar dalam pengembangan keuangan publik Islam.In Daerah yang dikenal sebagai bekas Kerajaan Bone ini, dengan warisan budaya dan nilai-nilai keislaman yang kuat, memiliki fondasi kokoh untuk mengimplementasikan sistem keuangan yang berlandaskan syariah. Bone, dengan populasi Muslim yang dominan dan kultur masyarakat yang memegang teguh nilai-nilai agama, sesungguhnya telah lama mengenal konsep keuangan publik Islam. Tradisi “mappasidekkah” atau bersedekah, yang telah mengakar…

DAERAH

BONE – Terpilihnya H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos, MM dan Dr H. Andi Akmal Pasluddin, SP., MM menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bone Sulawesi Selatan Periode 2024-2029 menjadi tonggak baru pemerintahan di Kabupaten Bone. Gegap gempita pesta demokrasi, Pilkada Bone 2024 telah membuktikan bahwa pasangan dengan tagline BerAmal ini menjadi harapan baru di tanah beradat, daerah yang berjuluk Bumi Arung Palakka.In Masyarakat tentunya menitip harapan perubahan, kemajuan agar bisa terwujudnya Harapan Gemilang dalam mewujudkan Masyarakat Bone yang Berdaya, Ramah, Maju dan Akuntabel (BERAMAL), Bone yang Lebih Baik, Bone Maberre (Mandiri, Berkeadilan dan Berkelanjutan). Untuk mewujudkan BONE BERAMAL, maka dibutuhkan langkah…

OPINI

Suatu waktu penulis bertemu dengan teman lama. Ia bukan orang lain, tapi teman akrab satu sekolah yang lama baru ketemu kembali. Seperti lazimnya orang berteman dan lama baru ketemu, tentu banyak menguliti pertanyaan kabar, pekerjaan, hingga pertanyaan sudah berkeluarga atau sudah punya anak berapa.In Memang pertanyaan ini kadang susah dihindari, entah motifnya ingin benar-benar tahu keadaan temannya atau hanya ingin memastikan bahwa teman saya ini sudah berhasil atau sudah punya keluarga atau sudah sukses. Singkat cerita saya bertanya ke dia “Kemana aja selama ini bro ? Kamu sekarang sukses ya? Kerja apa sekarang ? Sudah punya anak berapa sekarang? Tanyaku…