OPINI

Swasembada Pangan, Mungkinkah ?

849
×

Swasembada Pangan, Mungkinkah ?

Sebarkan artikel ini

Penulis: ABDUL RAHIM,S.Pd.,M.Pd.
(Ketua Forum Pemuda Tani Indonesia Kab. Bone)

Indonesia sebagai salah satu negara yang termasuk dalam wilayah tropis memiliki potensi pertanian yang sangat baik. Sebagai negara agraria, Indonesia memiliki potensi yang besar dan sumber daya alam yang melimpah dalam produk pertanian.

Pertanian merupakan salah satu sektor yang berperan besar dalam perekonomian Indonesia, tak terkecuali untuk perekonomian di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Di mana sebagian besar masyarakatnya bertumpu pada sektor ini.

Kontribusi sektor pertanian sangat berpengaruh terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional yang memberikan pendapatan bagi sebagian besar rumah tangga Indonesia. Menyerap 35,9% dari total angkatan kerja dan menyumbang 14,7% bagi GNP Indonesia .

Dengan segala sektor yang dimiliki oleh Indonesia, seharusnya Indonesia dapat menjadi negara maju, terutama dari sektor pertaniannya. Dengan adanya sektor pertanian yang subur di Indonesia sendiri harusnya bisa menjadi penompang ekonomi utama.

Namun dengan melimpahnya sumber daya alam yang dimiliki, belum menjadikan Indonesia sebagai negara maju. Masih banyaknya masyarakat yang hidup dalam kemiskinan terutama para petani Indonesia.

Ilmu pengetahuan masyarakat yang rendah tentang potensi yang dimiliki menjadi penghambat bagi masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Meskipun bantuan pemerintah terus dan selalu ada, namun petani masih sulit berkembang, sehingga dibutuhkan peran lebih maksimal dari pemerintah yang dapat mendukung untuk memajukan sektor pertanian.

Sejarah mencatat bahwa Indonesia pernah menjadi swasembada beras dan bisa mengekspor hasil berasnya sekitar tahun 1980. Selain melimpahnya sumber daya alam, sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia juga terbilang banyak. Semakin tingginya kepadatan penduduk Indonesia saat ini sehingga sulit untuk dikendalikan.

Hal tersebut juga memicu kebutuhan pangan yang semakin tinggi. Bahkan hal ini diperparah dengan banyaknya kepala keluarga yang mengubah profesinya dari petani menjadi non petani di setiap tahunnya. Sehingga hal ini berlawanan dengan kebutuhan pangan yang semakin tinggi. Hal ini menyulitkan Indonesia dalam memajukan sektor pertaniannya, semakin sedikit petani yang menghasilkan bahan pangan, padahal masyarakat sendiri membutuhkan bahan pangan tersebut akan terus meningkat.

Sekitar 70% masyarakat Indonesia berprofesi sebagai petani hingga saat ini. Dengan angka sebanyak itu, tidak semua petani di Indonesia memiliki tingkat produksi yang tinggi sehingga kurang mendapatkan kesejahteraan yang layak.

Beberapa faktor yang menjadi permasalahan petani, seperti irigasi yang rusak di wilayah pertanian Indonesia, keterlambatan dan permainan dalam pendistribusian pupuk ke petani yang masih sering terjadi, kurangnya penyediaan alat mesin pertanian untuk memudahkan produksi agar tidak menghambat laju produksi hasil, serta kurangnya ketepatan informasi untuk para petani tentang pertanian Indonesia.

Saat ini pemerintah telah melakukan langkah untuk meningkatkan kualitas sektor pertanian. Beberapa program seperti kredit usaha tani yang bekerjasama dengan perbankan. Bantuan teknologi dibagikan oleh pemerintah kepada para petani berupa alat hasil pertanian seperti traktor, mesin panen otomatis, dan mesin tanam.

Pemerintah sangat berharap dengan adanya teknologi serta peran dari para pemuda-pemudi Indonesia dapat mengembangkan sektor pertanian Indonesia.

Awal tahun 2025 ini, Presiden Prabowo Subianto melakukan telekonferensi bersama petani, penyuluh pertanian, kepala dinas provinsi, serta Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) di Kantor Pusat Kementerian Pertanian.

Dalam pertemuan virtual yang dihadiri sekitar 4.000 peserta ini, Presiden menegaskan komitmen pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan, khususnya beras. Beliau mengungkapkan bahwa masalah pangan adalah masalah kedaulatan, masalah kemerdekaan, masalah survival bangsa.Jika kita ingin menjadi negara maju, maka pangan harus diamankan dulu.

Salah satu kebijakan utama yang disampaikan Presiden Prabowo dalam kesempatan tersebut adalah penetapan harga gabah kering panen (GKP) sebesar Rp.6.500 per kilogram untuk gabah dan Rp. 5.500 untuk jagung.

Menurut Presiden, langkah ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga stabilitas ekonomi dalam rantai distribusi pangan.

Mengingat petani adalah produsen pangan, mestinya hidup mereka harus baik, kesejahteraan mereka harus meningkat.

Oleh karena itu, Pemerintah telah menetapkan harga gabah kering panen yang dibeli dari petani. Pemerintah juga mengingatkan bahwa meskipun mekanisme pasar tetap berlaku, tidak boleh ada pihak yang mencari keuntungan secara berlebihan.

Presiden menegaskan bahwa pengusaha harus tetap mendapat keuntungan wajar, tetapi kesejahteraan petani tetap menjadi prioritas utama.

Pemerintah juga menekankan pentingnya pengawasan ketat di daerah guna memastikan harga gabah tetap stabil serta menghindari spekulasi pasar yang merugikan petani.

Oleh karenanya dukungan dari TNI, kepolisian, serta Dinas Pertanian serta stake holder yang terkait untuk melakukan pengawasan ketat di daerah.

Pemerintah optimistis bahwa dalam beberapa bulan ke depan, Indonesia semakin dekat dengan target swasembada pangan. Mengulang torehan sejarah yang gemilang masa lampau.

Ketegasan dan komitmen pemerintah dalam memastikan ketahanan pangan nasional dengan melakukan langkah-langkah strategis yang matang, Indonesia semakin dekat dengan pencapaian swasembada dan ketahanan pangan.

Namun demikian, instruksi dari atas semestinya diikuti dengan kesiapan sarana dan prasarana yang memadai sampai di tingkat bawah.

Beberapa permasalahan kemudian muncul seperti, kesiapan Bulog dalam menyerap hasil panen petani (gabah dan Jagung) sangat terbatas karena minimnya gudang penyimpanan, alat pengering (dryer) yang masih minim, sehingga menimbulkan masalah baru yakni antrian yang sangat panjang dan berpotensi hasil panen menjadi rusak.

Namun, apa yang menjadi asa dan cita-cita pemerintah, swasembada dan ketahanan pangan akan diwujudkan di bumi arung Palakka.

Memang suatu hal yang tak mudah, akan tetapi karena hal ini sangat didukung oleh kepiawaian pemerintah daerah (Bupati dan Wakil Bupati) Bone yang memiliki pengalaman yang sangat memadai dalam hal pertanian, sehingga tidaklah menjadi sulit untuk diwujudkan di daerah yang kita cintai ini. (*)

Baca Juga  Rugikan Petani, Jual Beli Alsintan Diduga Marak Terjadi di Kampung Mentan, Ada Setoran Hingga Ratusan Juta Rupiah ke Mafia ?
OPINI

Hari Jadi Kota Makassar ke-418 yang diperingati tahun ini bukan sekadar penanda usia dalam hitungan kalender sejarah. Ia adalah momentum kolektif untuk menengok kembali akar peradaban kota ini, sekaligus mengukur arah langkah kita di masa depan. Di usia yang nyaris lima abad, Makassar telah menempa dirinya sebagai kota pelabuhan yang strategis, ruang perjumpaan lintas bangsa, dan pusat perdagangan di kawasan timur Nusantara. Identitas historis inilah yang menjadi fondasi bagi Makassar untuk terus tumbuh sebagai kota dengan karakter kuat: terbuka, tangguh, dan berorientasi maritim. Sejarah mencatat bahwa Makassar tidak tumbuh dalam ruang kosong. Kerajaan Gowa-Tallo, kejayaan pelabuhan Somba Opu, serta jejak…

OPINI

Oleh: Andi Muzakkir Aqil, SH., MH / Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya tidak hanya merusak individu, tapi juga mengoyak keberdayaan kolektif anak negeri. Mereka yang tersekap adiksi tak cuma kehilangan potensi. Dalam skala makro, fenomena ini berpotensi memutus mata rantai inovasi bangsa sekaligus merapuhkan narasi besar tentang Indonesia Emas 2045.  Maka sangat beralasan bila investasi negara pada generasi bangsa tidak melulu urusan bangku sekolah. Menjauhkan mereka dari jerat narkoba adalah investasi tak kalah penting di tengah penetrasi jaringan narkoba transnasional yang menunggangi kemajuan teknologi digital. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Badan Narkotika…

EDUKASI

Penulis: Zainal Ibrahim, S.Pd., MM. (Ketua PGRI Kecamatan Awangpone) Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Hijriah, melainkan momen spiritual yang mengajak kita untuk merefleksikan diri dan memulai langkah baru yang lebih bermakna. Bagi kaum pelajar, khususnya generasi muda bangsa, Muharram menjadi pengingat penting bahwa pendidikan dan karakter adalah fondasi utama dalam membangun peradaban yang unggul. Hijrah Rasulullah SAW dari Mekkah ke Madinah bukan semata perpindahan fisik, tetapi simbol transformasi menuju kondisi yang lebih baik: dari penindasan menuju kebebasan, dari ketidakadilan menuju keadilan. Semangat hijrah ini dapat di internalisasi dalam dunia pendidikan dengan mendorong…

OPINI

Judul di atas merupakan headline Tema Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2025 yang ke-79 sekaligus peraayaan kelahiran organisasi pers tertua di Indonesia yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang tahun ini diselenggarakan di Ibu Kota Kalimantan Selatan, Banjarmasin dengan Sub Tema HPN 2025 yakni lokal “Kalsel Gerbang Logistik Kalimantan”. Pengusungan tema nasional di peringatan HPN tahun ini tentu tidak lahir begitu saja, akan tetapi sarat makna historis bahwa pers memiliki peran kunci dalam perjalanan bangsa ini. Tidak hanya diawal memproklamirkan kemerdekaan republik ini, namun pers memiliki posisi strategis dalam mendukung program pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan bangsa. Pers sebagai pilar demokrasi…

OPINI

Penulis : Nurfadilah Jurusan : Ekonomi Syariah Kelompok 3 Mahasiswa Semester : 7 Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bone Di tengah hamparan sawah yang menghijau dan deretan rumah panggung khas Bugis yang menjulang, Kabupaten Bone menyimpan potensi besar dalam pengembangan keuangan publik Islam. Daerah yang dikenal sebagai bekas Kerajaan Bone ini, dengan warisan budaya dan nilai-nilai keislaman yang kuat, memiliki fondasi kokoh untuk mengimplementasikan sistem keuangan yang berlandaskan syariah. Bone, dengan populasi Muslim yang dominan dan kultur masyarakat yang memegang teguh nilai-nilai agama, sesungguhnya telah lama mengenal konsep keuangan publik Islam. Tradisi “mappasidekkah” atau bersedekah, yang telah mengakar…

DAERAH

BONE – Terpilihnya H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos, MM dan Dr H. Andi Akmal Pasluddin, SP., MM menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bone Sulawesi Selatan Periode 2024-2029 menjadi tonggak baru pemerintahan di Kabupaten Bone. Gegap gempita pesta demokrasi, Pilkada Bone 2024 telah membuktikan bahwa pasangan dengan tagline BerAmal ini menjadi harapan baru di tanah beradat, daerah yang berjuluk Bumi Arung Palakka. Masyarakat tentunya menitip harapan perubahan, kemajuan agar bisa terwujudnya Harapan Gemilang dalam mewujudkan Masyarakat Bone yang Berdaya, Ramah, Maju dan Akuntabel (BERAMAL), Bone yang Lebih Baik, Bone Maberre (Mandiri, Berkeadilan dan Berkelanjutan). Untuk mewujudkan BONE BERAMAL, maka dibutuhkan langkah…

OPINI

Suatu waktu penulis bertemu dengan teman lama. Ia bukan orang lain, tapi teman akrab satu sekolah yang lama baru ketemu kembali. Seperti lazimnya orang berteman dan lama baru ketemu, tentu banyak menguliti pertanyaan kabar, pekerjaan, hingga pertanyaan sudah berkeluarga atau sudah punya anak berapa. Memang pertanyaan ini kadang susah dihindari, entah motifnya ingin benar-benar tahu keadaan temannya atau hanya ingin memastikan bahwa teman saya ini sudah berhasil atau sudah punya keluarga atau sudah sukses. Singkat cerita saya bertanya ke dia “Kemana aja selama ini bro ? Kamu sekarang sukses ya? Kerja apa sekarang ? Sudah punya anak berapa sekarang? Tanyaku…

OPINI

Oleh: ANDI MIFTAHUL AMRI Bakal Calon Kandidat Ketua Umum HMI Cabang Bone Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai salah satu organisasi mahasiswa yang berpengaruh di Indonesia, menghadapi tantangan yang semakin kompleks dalam menghadapi dinamika sosial dan politik saat ini. Dengan kemajuan teknologi yang cepat, perubahan sosial yang dinamis, serta tantangan internal seperti perpecahan dan perbedaan pendapat, HMI memerlukan pendekatan baru untuk menjaga keberlanjutan dan relevansinya. Pendekatan restoratif yang berfokus pada prinsip-prinsip rekonsiliasi dapat menjadi kunci dalam memperkuat kader dan organisasi. Saat ini, HMI menghadapi isu-isu seperti konflik internal yang kadang meruncing, kurangnya komunikasi yang efektif antara berbagai tingkat kepengurusan, dan tantangan…