HEADLINE

Dewan Adat Tanpa Mandat, Andi Baso Hamid Dorong Pemda Bone Legalkan Dewan Adat

6943
×

Dewan Adat Tanpa Mandat, Andi Baso Hamid Dorong Pemda Bone Legalkan Dewan Adat

Sebarkan artikel ini

KABARBONE.COM, WATAMPONE -Dewan Adat Bone sejatinya sudah memiliki legal formal sebagai bentuk pengakuan Pemerintah Kabupaten Bone atas keberadaanya.

Namun keberadaan Dewan Adat Bone yang di Ketuai Andi Baso Hamid yang merupakan cucu langsung dari Raja Bone ke-33 La Pabbenteng Petta Lawa Matinroe ri Matuju (1946-1951) hanya sebatas simbol tanpa mandat resmi.

Belum ada penguatan secara regulasi baik dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Bupati (Perbub) yang mengatur tugas pokok dan fungsi Dewan Adat Bone sebagai bagian penting kebijakan strategis Pemda Bone untuk pengembangan dan kemajuan budaya Bone.

Padahal secara regulasi Pemerintah Pusat telah menelurkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan sebagai amanah dari UUD 1945 pasal 32 ayat 1 untuk memajukan kebudayaan.

Dewan Adat Bone hingga hari ini hanya dilabeli sebagai pemberi gelar kebangsawanan ketika para petinggi negeri ini bertandang di Bumi Arung Palakka, setelah itu dilupakan.

Ketua Dewan Adat Bone Andi Baso Hamid yang dihubungi kabarbone.com melalui sambungan telepon menuturkan sejarah singkat soal kedudukan Dewan Adat Bone yang ia sandang sejak masa pemerintahan Andi Idris Galigo sebagai Bupati Bone.

Dia menyebut penobatan dirinya kala itu selaku Dewan Adat Bone pada tahun 2006 silam adalah atas pertimbangan dari beberapa pejabat Bone yang memiliki darah keturunan Raja Bone dan dorongan beberapa pegiat budaya Bone dan diamini Bupati Bone A Idris Galigo. Pendahulunya adalah Andi Mappasissi Petta Awangpone.

Andi Baso Hamid menuturkan dia masih berstatus PNS Eselon II di lingkup Pemkab Bone. Amanah itu ia emban hingga kekuasaan berpindah di tangan Andi Fahsar Mahdin Padjalangi sebagai Bupati Bone.

Andi Baso Hamid juga mengakui jika Lembaga Adat Saoraja yang telah terbentuk hingga kini belum berbadan hukum.

Baca Juga  Hebat, PKK Desa Ajjalireng Jawara 1 Terbaik Terpavorit Lomba Lagu Mars PKK

“Awal penunjukan saya selaku Ketua Dewan Adat Bone di era Bupati Andi Idris Galigo, saya di SK kan pada saat itu dengan sekretaris Almarhum Petta Ile, dan beberapa budayawan lain,” ungkapnya dengan nada pelan, Minggu malam (23/1/2022).

Meski demikian, ada kegelisahan di pemerhati budaya ini yang kini usianya sudah menginjak usia sepuh yakni 74 tahun.

Katanya SK Dewat Adat Bone itu tidak lagi pernah diperpanjang, bahkan saat dimintai kembali oleh Bupati Fahsar untuk mengembang Dewan Adat Bone hingga sekarang dia hanya didaulat tanpa SK.

“Jadi ketika ada tamu negara yang akan diberikan gelar bangsawan baru kami dipanggil. Setelah itu kami tak ada lagi kegiatan,” jujur Andi Baso Hamid yang mengakui dirinya berada di Makassar merawat isterinya yang terserang penyakit stroke.

Kegigihan Andi Baso Hamid untuk melestarikan budaya Bone, tidak tanpa alasan. Meski tak pernah mendapat kucuran dana dari Pemda Bone, dia tetap mengikuti nalurinya untuk merawat budaya Bone supaya tidak punah.

Ia tularkan ke generasi muda yang konsen terhadap budaya dan adat Bone dari sumber dana dari donatur.

Bahkan dia akui cemburu ketika bertandang di daerah lain, dimana pemerintah daerahnya memberikan perhatian lebih kepada pegiat budaya.

“Ketika ada pertemuan dengan pemangku adat kabupaten lain, disitu kadang kami cemburu. Mereka mendapat perhatian lebih dan dikuatkan dengan regulasi. Contoh Kabupaten Gowa yang sudah ada perda mengenai masalah penguatan budaya. Padahal Bone sebagai epicentrum kebudayaan Sulsel dimasanya, harusnya selangkah lebih maju soal budaya. Dan daerah lain mengakui itu, jika Bone kaya akan budaya dan sejarah,” ungkapnya.

Andi Baso Hamid menjelaskan saat ini sementara fokus menyelesaikan penulisan buku “Sakke Rupa Bone” yang sementara ditulis Abdi Mahesa anak muda Bone yang konsen terhdap pengembangan budaya Bone.

Baca Juga  BerAmal Tonggak Sejarah dan Harapan Baru di Bumi Arung Palakka

Dia akui penulisan buku itu dibiayai oleh donatur dari luar Bone yang diakuinya juga keturunan asli Bone yang berdomisili di luar Bone.

“Kami sementara susun buku Sakke Rupa Bone. Ini salah satu karya yang saya kira sangat penting untuk menggambarkan keanekaragaman orang Bone dari berbagai karakter. Bahkan saya bercita-cita akan membeli buku-buku sejarah yang ditulis oleh sejarawan dan budayawan Bone. Supaya budaya Bone ini tidak terputus ke generasi berikutnya. Literasi ini penting untuk generasi ke depan,” ungkapnya.

Andi Baso Hamid diakhir pembicaraan kepada kabarbone.com mengungkapkan harapan besar agar Pemda Bone segera menerbitkan regulasi yang mengatur Dewan Adat Bone.

“Kita perlu susun struktur baru, karena beberapa pengurus Dewan Adat Bone sudah banyak yang meninggal. Kami perlu dukungan regulasi dan dukungan anggaran, sehingga kami bisa berbuat lebih banyak lagi bagi kemajuan Budaya Bone, sebagai warisan kekayaan intelektual yang perlu dilestarikan keberadaannya,” pungkasnya.

Komisi IV DPRD Bone Dorong Perda Dewan Adat

Terpisah, Sekretaris Komisi IV DPRD Bone Andi Akhiruddin yang dihubungi mendukung langkah tersebut.

Diakuinya Perda Cagar Budaya yang dinisiasi DPRD Bone adalah salah satu bentuk perhatian untuk pengembangan budaya Bone.

Dan jika diperlukan Perda mengatur spesifik kedudukan Dewan Adat Bone, Baso Ari mengatakan mesti didorong ke badan legislasi DPRD Bone.

Andi Baso Ari menuturkan jika kebesaran sejarah kerajaan Bone sebagai pemegang hegemoni kekuasaan di Sulawesi Selatan jangan hanya sekedar dikenang dan tempat bernostalgia kejayaan Bone masa lampau.

Baso Ari menyebut harus ada langkah progresif Pemda Bone mengemas kekayaan budaya Bone sebagai langkah strategis menjadikan Bone sebagai epicentrum Kebudayaan Bugis yang bisa berkontribusi bagi pendapat asli daerah (PAD).

Baca Juga  Peringati Hari Anak Nasional, PPRSA Seroja Bone Gelar Lomba Keagamaan

Keinginan Pemda Bone untuk membuat Pusat Kawasan Budaya Bone adalah ide yang menurutnya perlu didukung namun harus jelas input, output dan outcomenya.

“Kita ingin ada pusat kawasan budaya jika orang datang berkunjung, orang akan melihat replika kerajaan Bone masa lampau. Jadi bukan hanya cerita dari kakek buyut yang kita amini semata, namun ada fakta dan bukti sejarah bahwa betul Bone memang kerajaan Besar. Dan budaya ini harus di kemas dengan baik sebagai produk jual ke daerah lain untuk mendapatkan profit ke daerah,” ungkapnya.

Baso Ari melanjutkan jika momen kisruh Museum La Pawawoi ini adalah pembuktian jika Bone mendapat perhatian lebih, hingga media nasional pun memberitakannya.

“Kejadian itu kita harus ambil positifnya. Sampai media nasional pun memberitakanya. Ada apa ini ? Tentu Bone ini memiliki magnet kuat sehingga media memberikan perhatian lebih. Saatnya kita harus rekonsiliasi memikirkan budaya Bone ini sebagai keunggulan daerah kita, jangan kita berdiskusi mundur mempersoalkan silsilah, dan saya kira hal itu sudah tuntas dikupas di lontara,” terangnya.

Politis Muda PDIP Bone ini menjelaskan langkah awal yang mesti Pemda Bone lakukan yakni melakukan visibilty studi dengan melibatkan pakar budaya dan pegiat budaya sehingga ada kerangka jelas untuk mengemas baik-baik budaya Bone ini.

“Yang jadi pertanyaan apa yang sudah dilakukan dinas terkait untuk kemajuan budaya. Kita banyak peninggalan benda dan non benda tapi tidak jelas mau dikemanakan,” tuturnya.

“Harusnya ke depan harus jelas anggaran kebudayaan kita, paradigma pembangunan harus diubah. Budaya harus dikemas menjadi peluang market dan memiliki nilai jual. Pegiat budaya ini harus dirangkul berkolaborasi bersama pemerintah, sehingga tidak ada lagi kesan tidak diperhatikan,” pungkasnya. (dy)

Tinggalkan Balasan

HEADLINE

BONE, KABARBONE.COM – Garis polisi (Police Line) nampak terpasang di depan Polantas di area Taman Arung Palakka, perempatan Jalan Petta Ponggawae-Jalan MH Tamrin Watampone dengan penjagaan ketat ratusan personil brimob bersenjata lengkap yang sebagiannya merupakan detasemen gegana. Hal ini menyusul adanya dugaan teror bom yang ditemukan diperempatan tugu jam tak jauh dari Rujab Bupati Bone, Jumat (15/5) siang. Aksi heroik personil Brimob Bone ini nampak menjadi totonan warga sekitar lokasi. Personil yang diterjungkan langsung ke TKP dan berhasil menjinakkan bom dan diledakkan di lokasi penemuan oleh detasemen gegana. Aksi ini merupakan bagian dari simulasi penanganan aksi teror bom oleh Batalyon…

HEADLINE

BONE, KABARBONE.COM – Satresnaroba Polres Bone Polda Sulawesi Selatan berhasil mengungkap peredaran narkoba jenis sabu-sabu dari tangan seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kabupaten Bone. Barang bukti yang diamankan dari tangan pelaku tidak main-main jumlahmya, yakni seberat setengah kilogram atau 500 gram. IRT inisial MW alias IC (39) diamankan bersama bersama seorang pria inisial YD alias YN di amankan di Lingkungan Welalange, Kelurahan Bulu Tempe,  disalah satu kompleks perumahan, Rabu malam (2/4/2026). Saat konfrensi pers, Kasat Narkoba Polres Bone Iptu Irham mengungkapkan jika, barang haram yang dimiliki tersangka IRT jumlah awalnya seberat 3 kilogram, namun dari introgasi tersangka barang sabu-sabu…

HEADLINE

BONE, KABARBONE.COM – Hari pertama masuk dinas usai libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M langsung diwarnai gebrakan dan kejutan oleh Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman. Dalam apel pagi yang digelar di Halaman Kantor Bupati Bone, Jalan Ahmad Yani, Watampone, Rabu (25/3/2026), Bupati Bone yang didampingi Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, kembali melakukan rotasi dan mutasi pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Bone sekaligus melantik sejumlah pejabat eselon. Perombakan ini menyasar pejabat eselon II hingga eselon III, mulai dari kepala dinas (kadis), camat hingga kepala bagian (kabag), bahkan diwarnai kebijakan non job. Pada jajaran eselon II, Kepala Dinas Perumahan, Permukiman…

HEADLINE

MAKASSAR, KABARBONE.COM – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) resmi menetapkan mantan Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan bibit nanas tahun anggaran 2024, Senin (9/3/2026). Penetapan tersebut dilakukan setelah penyidik Kejati Sulsel melakukan serangkaian penyelidikan dan pengumpulan alat bukti terkait proyek pengadaan bibit nanas yang diduga bermasalah dalam proses perencanaan hingga pelaksanaannya. Selain Bachtiar, Dalam perkara ini, penyidik menetapkan 5 orang tersangka lainnya, , yakni Hasan Sulaiman (51), Uvan Nurwahidah (49), Rio Erlangga (40), Direktur Utama PT AAN Ir Rimawaty Mansyur (55), dan Ririn Riyan Saputra Ajnur (35). Selain Bachtiar, 5 orang ini…

HEADLINE

MAKASSAR, KABARBONE.COM – Polda Sulsel menetapkan satu orang tersangka dalam kasus kematian Brigadir Dua (Bripda) Dirja Pratama (19) yang diduga menjadi korban penganiayaan di lingkungan asrama polisi. Peristiwa tersebut terjadi di Kompleks Markas Polda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, pada Ahad, 22 Februari 2026. Kapolda Sulsel, Djuhandhani Rahardjo Puro, mengungkapkan bahwa tersangka berinisial P berpangkat Bripda, yang merupakan senior dari korban. “Kami menetapkan satu orang tersangka atas nama P, pangkat Bripda, yang merupakan senior dari korban,” ujar Djuhandhani dalam keterangannya, Senin, (23/2). Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi sejumlah bukti, termasuk hasil pemeriksaan dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda…

HEADLINE

BONE, KABARBONE.COM – Dinamika rencana perpanjangan runway (Landasan Pacu) Bandara Arung Palakka di Desa Mappalo Ulaweng, Kecamatan Awangpone, di Kabupaten Bone memasuki babak baru. Setelah sebelumnya diwarnai penolakan dari sebagian warga Desa Mappalo Ulaweng terkait pembebasan lahan, kini dialog terbuka antara pemerintah daerah dan masyarakat mulai membuahkan titik temu. Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menerima audiensi perwakilan pemilik lahan dari Desa Unra dan Desa Mappalo Ulaweng, Kecamatan Awangpone, di Rumah Jabatan Bupati Bone, Watampone, Kamis (29/1/2026). Audiensi tersebut membahas rencana perpanjangan runway bandara dari 1.400 meter menjadi 2.500 meter, yang diproyeksikan menjadi fondasi penguatan konektivitas udara dan pengungkit pertumbuhan ekonomi…

HEADLINE

MAKASSAR, KABARBONE.COM – Sebuah pesawat jenis ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) siang sekitar Pukul 13.17 WITA Informasi tersebut dibenarkan oleh Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan. Menurut Andi Sultan, AirNav Makassar telah menyerahkan titik koordinat terakhir pesawat kepada Basarnas untuk segera ditindaklanjuti. Berdasarkan koordinat tersebut, pesawat diduga hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, tepatnya di sekitar kawasan Leang-Leang, yang berbatasan dengan Kabupaten Pangkep. “Saat ini tim SAR sudah bergerak menuju lokasi sesuai koordinat terakhir yang kami terima dari AirNav. Lokasinya berada di kawasan Leang-Leang, Kabupaten Maros,” ujar Andi Sultan. Basarnas Makassar langsung…

HEADLINE

BONE, KABARBONE.COM – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menghadiri kegiatan groundbreaking penanganan preservasi jalan Paket 5 Multi Years Contract (MYC) Tahun Anggaran 2025–2027 yang digelar di Kabupaten Bone, Kamis sore (15/1/2026). Gubernur Andi Sudirman tiba di Lapangan Desa Mario, Kecamatan Libureng, menggunakan helikopter sekitar pukul 16.20 Wita. Kedatangannya disambut langsung oleh Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, jajaran pimpinan OPD, camat, serta para kepala desa yang hadir lengkap mengenakan seragam retret bernuansa militer. Usai penyambutan, Gubernur Andi Sudirman bersama rombongan Bupati Bone melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan roda empat menuju Lapangan Sepak Bola Desa Tompong Patu, Kecamatan Kahu, yang menjadi lokasi…