BONE, KABARBONE.COM – Kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, masih memprihatinkan. Sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan cukup parah dan dinilai membahayakan pengguna jalan, bahkan telah beberapa kali memicu kecelakaan lalu lintas.
Di tengah kondisi tersebut, warga memilih tidak tinggal diam. Mereka turun langsung melakukan perbaikan secara mandiri melalui swadaya dan gotong royong.
Seperti yang dilakukan warga Desa Waetuo dan Desa Gona, Kecamatan Kajuara.
Dengan patungan, warga membeli material berupa sirtu untuk menutup jalan berlubang di ruas Jalan Poros Sinjai–Palattae, tepatnya di wilayah Kecamatan Kahu, Bone.
Perbaikan dilakukan secara sederhana dengan menghamparkan material di titik-titik kerusakan jalan.
Aksi ini dilakukan demi mengurangi risiko kecelakaan yang selama ini kerap terjadi di jalur tersebut.
Langkah ini juga dinilai mendesak, mengingat arus kendaraan diperkirakan meningkat menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada 27 Mei 2026.
Anggota Komisi I DPRD Bone dari Dapil 3, Bustanil Arifin Amri, menyebut aksi warga tersebut murni lahir dari inisiatif masyarakat.
“Ini adalah murni swadaya masyarakat. Warga patungan membeli sirtu, lalu bersama-sama menghamparkan untuk menutupi jalan berlubang. Karena kondisi ini cukup membahayakan dan sudah beberapa kali terjadi kecelakaan,” ujarnya kepada kabarbone.com, Selasa (19/5/2026).
Ia mengungkapkan, kerusakan jalan di ruas tersebut membentang kurang lebih sepanjang 5 kilometer dan belum sepenuhnya dalam kondisi baik.
Sementara itu, pembangunan jalan poros Palattae–Sinjai saat ini masih berjalan melalui proyek Paket 5 Multi Years Contract (MYC) yang dikelola Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Proyek tersebut diluncurkan pada awal Januari 2026 di Desa Tompong Patu, Kecamatan Kahu oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan ditargetkan rampung dalam kurun waktu tiga tahun.

Pemprov Sulsel diketahui mengalokasikan anggaran sebesar Rp 383,5 miliar untuk pembangunan 10 ruas jalan di wilayah Soppeng, Bone, dan Sinjai.
Proyek ini dikerjakan oleh KSO Nindya–Amal–Indec bersama PT Jaya Construction Management.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp 620 miliar untuk pembangunan dan rehabilitasi jalan di berbagai wilayah.
Anggaran tersebut terdiri dari Rp 287,5 miliar untuk jalan nasional, Rp 285 miliar untuk jalan provinsi, serta Rp 41,56 miliar dari APBD untuk pembangunan dan rehabilitasi jalan kabupaten, ditambah satu unit jembatan senilai Rp 6,81 miliar.
Namun demikian, besarnya alokasi anggaran belum sepenuhnya menjawab kebutuhan perbaikan jalan di lapangan.
Warga pun berharap pemerintah dapat mempercepat penanganan infrastruktur yang rusak agar tidak terus menimbulkan korban.
Kondisi ini juga diperparah oleh kebijakan efisiensi anggaran di tingkat pusat, yang berdampak pada terbatasnya kemampuan pemerintah daerah dalam menuntaskan pembangunan infrastruktur, termasuk perbaikan jalan di wilayah pedesaan. (*)
















