MEKKAH, ARAB SAUDI ‘ Selasa, 19 Mei 2026, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) Kloter UPG 33 yang membawa jamaah asal Kabupaten Bone, Selayar, dan Takalar melakukan kunjungan serta survei langsung ke lokasi pelaksanaan puncak ibadah haji, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan fasilitas bagi jamaah menjelang puncak ibadah haji yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 27 Mei 2026.
Dalam rombongan tersebut, turut hadir Ketua Kloter, Taufiq, bersama dr. Muh Syahrial, S.Ked selaku dokter kloter, serta Ali Yahtas (PHD Pemprov Sulsel). Selain itu, juga ikut mendampingi H. Sulaeman, H. Nanang, dan satu Ketua Rombongan.
Fokus survei meliputi pengecekan lokasi tenda, kapasitas tempat tidur, fasilitas toilet, hingga sarana pendukung lainnya yang akan digunakan oleh jamaah selama puncak ibadah haji.
PPIH asal Kabupaten Bone, dr. Muh Syahrial, S.Ked menyampaikan bahwa langkah ini sangat penting untuk memastikan pelayanan maksimal bagi jamaah.
“Kami ingin memastikan seluruh fasilitas yang akan digunakan jamaah benar-benar siap, mulai dari tenda, tempat tidur hingga sanitasi, agar jamaah dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan khusyuk,” ujarnya kepada kabarbone.com, Kamis (21/5).
Ia pun menyampaikan bahwa kondisi jamaah asal Kabupaten Bone yang menjadi tanggung jawabnya, dalam kondisi dalam sehat menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji yakni wukuf di Padang Arafah.
“Kondisi jamaah sehat, ada beberapa yang sakit ringan, seperti flu, karena kondisi cuaca. Utamanya yang lansia, tentu terus kita cek up kesehatannya, dan memberikan suplemen vitamin,” kata Syahrial.
Sementara itu, Ketua Kloter UPG 33, Taufiq, menegaskan bahwa koordinasi lintas petugas terus dilakukan demi kelancaran pelaksanaan ibadah.
“Survei ini menjadi bagian dari ikhtiar kami agar tidak ada kendala saat puncak haji. Semua harus terukur dan terpantau sejak awal,” katanya. (*)
Diketahui pada musim haji 2026, Kabupaten Bone mendapatkan kuota besar dengan total sekitar 2.023 jamaah yang diberangkatkan ke Tanah Suci yang terbagi dalam 8 kelompok terbang (kloter).











