OPINI

Harga BBM Naik, Jokowi-Maruf Amin Gagal Urus Negara ?

2064
×

Harga BBM Naik, Jokowi-Maruf Amin Gagal Urus Negara ?

Sebarkan artikel ini

Penulis : ASWAN (KETUA UMUM HMI CABANG BONE)

“Hari ini pukul 14.30, 3 September 2022, Pemerintah Indonesia mempertontonkan akrobat kekuasaan otoriter di awal-awal pemulihan ekonomi rakyat setelah melewati pandemi covid-19 yang menguras banyak mata pencaharian rakyat.”

In

Keputusan presiden Indonesia menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Fertalite yang banyak digunakan dikalangan masyarakat ekonomi rendah, kami anggap sebagai keputusan yang tidak tepat di tengah himpitan ekonomi rakyat hari ini.

Hal ini akan semakin memperpanjang garis kemiskinan di Indonesia. Kita lihat pada september 2021, data BPS secara rata-rata rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,50 orang anggota rumah tangga. Besarnya garis kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata sebesar Rp 2.187.756,-/ rumah tangga miskin/ bulan.

Namun, hasil putusan presiden menaikkan harga BBM jenis fertalite yang dianggap hasil dari pertimbangan yang serius dengan alibi pemerintah telah berusaha secara maksimal dengan mengalihkan subsidi BBM ke masyarakat yang kurang mampu melalui bantuan sosial.

Apakah pemerintah serius dengan ucapannya akan membantu masyarakat miskin? Menarik subsidi dan menggantikan dengan bansos?

Atau mempinggirkan pribumi dan memasukkan warga negara asing sebagai pekerja, atau hal yang cukup dianggap meringankan atau membantu masyarakat miskin dengan dibentuknya BPIP dan mengakat Megawati Soekarno Putri sebagai pimpinan dengan nilai gaji sampai puluhan juta?

Pemberian bansos sebagai dalil pengalihan yang tidak masuk logika. Bansos yang akan dibagikan di bulan ke dua secara langsung Rp 300.000 dan kedua bulan selanjutnya, rencananya subsidi ini hanya berlangsung selama 4 bulan singkatnya.

Hal ini yang dianggap sebagai pertimbangan yang serius dalam membantu masyarakat miskin?
Presiden dianggap tidak becus dalam menghadirkan solusi terkait problem yang dihadapi indonesia terkhusus Bahan Bakar Minyak (BBM).

Kenaikan harga bukan solusi, namun kenaikan harga BBM justru akan membuat semua harga kebutuhan pokok menjadi naik.

Kebijakan pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi membuat kita tinggal menunggu waktu saja untuk mendengarkan jeritan rakyat menengah kebawah atau mungkin bahkan semua rakyat akan menjerit, pun demikian juga dengan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan adanya kebijakan ini.

Bagaimana tidak, harga BBM tidak lagi naik sedikit namun ini sudah lompat harga, mulai dari yang disubsidi maupun yang non subsidi. Mulai solar dari harga Rp. 5.150 menjadi Rp. 6.800, pertalite Rp. 7.650 menjadi Rp. 10.000, sedangkan yang nonsubsidi pertamax Rp. 12.500 menjadi Rp. 14.500.

Dengan kenaikan harga ini sehingga saya menganggap bahwa kebijakan pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga BBM tidak memihak kepada rakyat. Bagaimana tidak, Rakyat Indonesia masih berada pada fase pemulihan ekonomi akibat dari keterpurukan Ekonomi sepasca menghadapi pandemi covid-19.

Harus diakui bahwa terjadi sebuah kepanikan yang sangat luar biasa di dalam pemerintahan Indonesia hari ini sehingga mengambil sebuah kebijakan yang menurut saya kebablasan karena tidak mempertimbangkan kemampuan daya beli yang dimiliki oleh rakyat indonesia, tentunya ini akan berdampak besar terhadap perputaran ekonomi rakyat menengah kebawah.

Maka saya selaku ketua Umum HMI Cabang Bone Menyampaikan dan mengajak seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Bone, Mahasiswa, dan semua OKP yang ada di kabupaten Bone untuk MENYUARAKAN ketidak pedulian pemerintah terhadap kondisi masyarakat, menolak kenaikan harga BBM dan atau bahkan Perlu menyuarakan Presiden harus turun dari jabatannya.

Pemerintahan Joko Widodo- Ma’ruf Amin kami anggap gagal dan tidak terarah dalam membangun kedaulatan rakyat khususnya perhatian di bidang ekonomi rakyat yang akan berpengaruh panjang, bukan hanya persoalan mampu atau tidaknya masyarakat membeli BBM, namun dampak dari kenaikan itu tentunya akan melahirkan kondisi ekonomi, pendidikan, dan kesenjangan sosial yang berkepanjangan.

Hidup atau mati, berdarah atau tidak, gagal atau pun berhasil, kami kader Himpunan Mahasiswa Islam (HmI) Cabang Bone siap berada digarda terdepan menyampaikan aspirasi rakyat sampai tuntutan ini tersampaikan dan menghasilkan keputusan yang didiskusikan secara terbuka.

Hidup Mahasiswa
Hidup Rakyat
Yakin Usaha Sampai

Baca Juga  Oknum Pejabat Polres Bone Diduga Usir Kader HMI dari Ruangannya, HMI Cabang Bone Minta Kapolres Bone Lakukan Evaluasi

Tinggalkan Balasan

OPINI

Hari Jadi Kota Makassar ke-418 yang diperingati tahun ini bukan sekadar penanda usia dalam hitungan kalender sejarah. Ia adalah momentum kolektif untuk menengok kembali akar peradaban kota ini, sekaligus mengukur arah langkah kita di masa depan. Di usia yang nyaris lima abad, Makassar telah menempa dirinya sebagai kota pelabuhan yang strategis, ruang perjumpaan lintas bangsa, dan pusat perdagangan di kawasan timur Nusantara.In Identitas historis inilah yang menjadi fondasi bagi Makassar untuk terus tumbuh sebagai kota dengan karakter kuat: terbuka, tangguh, dan berorientasi maritim. Sejarah mencatat bahwa Makassar tidak tumbuh dalam ruang kosong. Kerajaan Gowa-Tallo, kejayaan pelabuhan Somba Opu, serta jejak…

OPINI

Oleh: Andi Muzakkir Aqil, SH., MH / Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya tidak hanya merusak individu, tapi juga mengoyak keberdayaan kolektif anak negeri.In Mereka yang tersekap adiksi tak cuma kehilangan potensi. Dalam skala makro, fenomena ini berpotensi memutus mata rantai inovasi bangsa sekaligus merapuhkan narasi besar tentang Indonesia Emas 2045.  Maka sangat beralasan bila investasi negara pada generasi bangsa tidak melulu urusan bangku sekolah. Menjauhkan mereka dari jerat narkoba adalah investasi tak kalah penting di tengah penetrasi jaringan narkoba transnasional yang menunggangi kemajuan teknologi digital. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Badan Narkotika…

EDUKASI

Penulis: Zainal Ibrahim, S.Pd., MM. (Ketua PGRI Kecamatan Awangpone)In Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Hijriah, melainkan momen spiritual yang mengajak kita untuk merefleksikan diri dan memulai langkah baru yang lebih bermakna. Bagi kaum pelajar, khususnya generasi muda bangsa, Muharram menjadi pengingat penting bahwa pendidikan dan karakter adalah fondasi utama dalam membangun peradaban yang unggul. Hijrah Rasulullah SAW dari Mekkah ke Madinah bukan semata perpindahan fisik, tetapi simbol transformasi menuju kondisi yang lebih baik: dari penindasan menuju kebebasan, dari ketidakadilan menuju keadilan. Semangat hijrah ini dapat di internalisasi dalam dunia pendidikan dengan mendorong…

OPINI

Penulis: ABDUL RAHIM,S.Pd.,M.Pd. (Ketua Forum Pemuda Tani Indonesia Kab. Bone) Indonesia sebagai salah satu negara yang termasuk dalam wilayah tropis memiliki potensi pertanian yang sangat baik. Sebagai negara agraria, Indonesia memiliki potensi yang besar dan sumber daya alam yang melimpah dalam produk pertanian.In Pertanian merupakan salah satu sektor yang berperan besar dalam perekonomian Indonesia, tak terkecuali untuk perekonomian di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Di mana sebagian besar masyarakatnya bertumpu pada sektor ini. Kontribusi sektor pertanian sangat berpengaruh terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional yang memberikan pendapatan bagi sebagian besar rumah tangga Indonesia. Menyerap 35,9% dari total angkatan kerja dan menyumbang 14,7% bagi GNP Indonesia…

OPINI

Judul di atas merupakan headline Tema Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2025 yang ke-79 sekaligus peraayaan kelahiran organisasi pers tertua di Indonesia yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang tahun ini diselenggarakan di Ibu Kota Kalimantan Selatan, Banjarmasin dengan Sub Tema HPN 2025 yakni lokal “Kalsel Gerbang Logistik Kalimantan”. Pengusungan tema nasional di peringatan HPN tahun ini tentu tidak lahir begitu saja, akan tetapi sarat makna historis bahwa pers memiliki peran kunci dalam perjalanan bangsa ini.In Tidak hanya diawal memproklamirkan kemerdekaan republik ini, namun pers memiliki posisi strategis dalam mendukung program pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan bangsa. Pers sebagai pilar demokrasi…

OPINI

Penulis : Nurfadilah Jurusan : Ekonomi Syariah Kelompok 3 Mahasiswa Semester : 7 Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bone Di tengah hamparan sawah yang menghijau dan deretan rumah panggung khas Bugis yang menjulang, Kabupaten Bone menyimpan potensi besar dalam pengembangan keuangan publik Islam.In Daerah yang dikenal sebagai bekas Kerajaan Bone ini, dengan warisan budaya dan nilai-nilai keislaman yang kuat, memiliki fondasi kokoh untuk mengimplementasikan sistem keuangan yang berlandaskan syariah. Bone, dengan populasi Muslim yang dominan dan kultur masyarakat yang memegang teguh nilai-nilai agama, sesungguhnya telah lama mengenal konsep keuangan publik Islam. Tradisi “mappasidekkah” atau bersedekah, yang telah mengakar…

DAERAH

BONE – Terpilihnya H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos, MM dan Dr H. Andi Akmal Pasluddin, SP., MM menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bone Sulawesi Selatan Periode 2024-2029 menjadi tonggak baru pemerintahan di Kabupaten Bone. Gegap gempita pesta demokrasi, Pilkada Bone 2024 telah membuktikan bahwa pasangan dengan tagline BerAmal ini menjadi harapan baru di tanah beradat, daerah yang berjuluk Bumi Arung Palakka.In Masyarakat tentunya menitip harapan perubahan, kemajuan agar bisa terwujudnya Harapan Gemilang dalam mewujudkan Masyarakat Bone yang Berdaya, Ramah, Maju dan Akuntabel (BERAMAL), Bone yang Lebih Baik, Bone Maberre (Mandiri, Berkeadilan dan Berkelanjutan). Untuk mewujudkan BONE BERAMAL, maka dibutuhkan langkah…

OPINI

Suatu waktu penulis bertemu dengan teman lama. Ia bukan orang lain, tapi teman akrab satu sekolah yang lama baru ketemu kembali. Seperti lazimnya orang berteman dan lama baru ketemu, tentu banyak menguliti pertanyaan kabar, pekerjaan, hingga pertanyaan sudah berkeluarga atau sudah punya anak berapa.In Memang pertanyaan ini kadang susah dihindari, entah motifnya ingin benar-benar tahu keadaan temannya atau hanya ingin memastikan bahwa teman saya ini sudah berhasil atau sudah punya keluarga atau sudah sukses. Singkat cerita saya bertanya ke dia “Kemana aja selama ini bro ? Kamu sekarang sukses ya? Kerja apa sekarang ? Sudah punya anak berapa sekarang? Tanyaku…