BONE, KABARBONE.COM – Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, menegaskan pentingnya optimalisasi lahan rawa (OPLAH) sebagai langkah strategis dalam meningkatkan produksi pertanian sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintahan Prabowo Subianto serta target Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan tanam padi perdana di Kelurahan Maccope Kecamatan Awangpone, Bone, Sulsel Rabu (6/5).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Komisi II DPRD Bone Andi Idris Rahman, Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Bone Nurdin, Camat Awangpone Andi Aidil, kepala BPP, penyuluh pertanian, kelompok tani serta sejumlah kepala desa di wilayah tersebut.
Dalam arahannya, Bupati Andi Asman menekankan bahwa lahan rawa memiliki potensi besar yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Dengan dukungan teknologi, pendampingan penyuluh, serta kolaborasi lintas sektor, lahan tersebut diyakini mampu meningkatkan produksi padi secara signifikan.
“Optimalisasi lahan rawa adalah salah satu kunci untuk meningkatkan produksi pangan kita. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari penyuluh, kelompok tani, hingga brigade pangan,” ujar Andi Asman Sulaiman.
Ia juga menegaskan bahwa Kabupaten Bone memiliki peran strategis sebagai salah satu lumbung pangan nasional, khususnya komoditas padi.
“Bone merupakan lumbung pangan padi dan berada di posisi lima besar penyuplai pangan nasional, khususnya beras. Capaian ini tidak lepas dari kontribusi Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, serta kerja keras jajaran dinas pertanian, penyuluh, kelompok tani, petani, dan brigade pangan yang terus berkolaborasi membangun kemandirian pangan demi kesejahteraan petani di Bone,” tegasnya
Diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi di Kabupaten Bone dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan dinamika yang tetap menempatkan daerah ini sebagai salah satu sentra utama pangan di Sulawesi Selatan.
Pada tahun 2023, produksi padi tercatat sekitar 847.495 ton gabah kering giling (GKG).
Sementara pada tahun 2024, produksi berada di kisaran 754.644 ton GKG dengan luas panen mencapai sekitar 157.901 hektare.
Selain itu, secara keseluruhan luas areal persawahan di Kabupaten Bone berada pada kisaran ±150 ribu hektare luas panen tahunan, yang tersebar di sejumlah kecamatan potensial, termasuk wilayah rawa seperti Awangpone yang kini mulai didorong optimalisasinya.
Sedangkan Plt Kepala Dinas TPHP Bone, menjelaskan bahwa Pemkab Bone menargetkan peningkatan produksi padi pada musim tanam 2026 melalui berbagai strategi, mulai dari optimalisasi lahan rawa, peningkatan indeks pertanaman (IP), penggunaan varietas unggul, hingga pemanfaatan alat dan mesin pertanian modern.
“Kita harus bergerak bersama. Dengan potensi yang kita miliki, Bone harus mampu menjadi daerah yang mandiri pangan dan terus berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional,” kata Nurdin.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan, Kabupaten Bone diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu penyangga utama pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan. (*)
















