BONE, KABARBONE.COM – Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Prof Dr HAM Nurdin Halid, melakukan kunjungan ke Kabupaten Bone, yang juga merupakan tanah kelahirannya, Ahad (8/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, politisi senior yang akrab disapa NH itu menjalankan sejumlah agenda di daerah pemilihannya, mulai dari peresmian talud jalan tani hingga kegiatan buka puasa bersama masyarakat.
Kegiatan pertama berlangsung di Desa Melle, Kecamatan Dua Boccoe.
Dalam agenda itu, NH meresmikan talud jalan tani yang diharapkan dapat membantu aktivitas pertanian warga.
Ia juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan masyarakat guna menyerap berbagai aspirasi terkait pembangunan daerah.
Dalam kunjungan tersebut, NH didampingi langsung oleh Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, bersama sejumlah pimpinan OPD Pemkab Bone serta Ketua Komisi I DPRD Bone, Rismono Sarlim.
Kehadiran rombongan disambut Camat Dua Boccoe, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat setempat.
Setelah agenda di Desa Melle, NH yang juga Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini melanjutkan kegiatan dengan buka puasa bersama sekaligus pembagian sembako kepada masyarakat di Hotel Sarlim, Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Watampone, Ahad sore.
Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya mantan Bupati Bone dua periode sekaligus Ketua DPD II Partai Golkar Bone, Andi Fahsar M. Padjalangi, Anggota DPD RI Waris Halid, Syamsiar Halid, sejumlah Anggota DPRD Bone, para pimpinan OPD, serta keluarga besar NH.
Dalam suasana penuh keakraban, Bupati Bone terlihat duduk satu meja bersama NH, Waris Halid, dan Rismono Sarlim.
Momen tersebut sempat memunculkan berbagai spekulasi politik, bahwa Bupati AAS akan jadi kader partai beringin rimbun.
Namun, Rismono Sarlim menegaskan bahwa perbincangan antara NH dan Bupati Bone lebih menitikberatkan pada dukungan bersama untuk kemajuan daerah.
“Intinya saling mendukung untuk kemajuan Bone. Apalagi Pak Bupati Bone ini adalah keluarga,” kata Rismono, yang juga merupakan kemenakan NH.
Ia juga menepis isu yang menyebutkan Bupati Bone akan bergabung dengan Partai Golkar yang merupakan partai besutan Bahlil Lahadalia.
“Tidak kalau itu,” tegasnya. (*)
















