KABARBONE.COM, BONE – Sekolah Rakyat Gagasan Presiden Prabowo Subianto di bawah naungan Kementrian Sosial (Kemensos) bakal di bangun di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Kabupaten Bone mendapatkan dua lokus pembangunan sekolah rakyat tahun ini, yakni satu akan dibangun di Kelurahan Bajoe Kecamatan Tanete Riattang Timur, dan lainnya akan dibangun di Dusun Bakunge, Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre.
Total anggarannya, masing-masing Rp 210 miliar bersumber dari APBN Tahun 2025.
Hal ini merupakan salah satu capaian Pemerintah Kabupaten Bone di awal pemerintahan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman dan Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin untuk menghadirkan pendidikan gratis dan berkualitas bagi keluarga kurang mampu dan miskin ektrem untuk memutus rantai kemiskinan.
Sekolah rakyat ini diketahui hanya di bangun 100 titik di wilayah Indonesia termasuk dua titik di Kabupaten Bone
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bone Andi Mappangara.
Ia menjelaskan, Pemkab Bone telah menyiapkan lahan untuk pembangunan sekolah rakyat tersebut. Luas lahan yang disiapkan yakni 5 hektar.
“Lokasi pembangunan sekolah rakyat sudah disiapkan di Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur seluas 5 hektar. Dan hal ini sudah di tinjau langsung perwakilan dari Kementerian PUPR dan Kemensos dan dinyatakan layak,” jelas Andi Mappangara saat di wawancarai kabarbone.com usai mengikuti Rakor di Kecamatan Tellu Limpoe, Selasa (10/6/2025).
Mantan Camat Ajangale ini lanjut menjelaskan, sekolah rakyat ini mirip sekolah boarding school, semua siswa akan diasramakan, dan full gratis dan lengkap fasilitas.
Di sekolah rakyat ini kata Mappangara, terdiri dari sekolah dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas SMA.
Kata dia, sekolah rakyat ini nantinya dikhususkan untuk masyarakat yang tergolong keluarga tidak mampu atau masuk kategori keluarga miskin ekstrem.
Hal ini bertujuan untuk melahirkan generasi unggul untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.
“Sehingga nantinya tidak ada lagi masyarakat di Bone tergolong tidak mampu, tidak melanjutkan pendidikan. Seluruh biaya pendidikan Sekolah Rakyat, mulai dari seragam, makan, asrama, peralatan sekolah, dan lainnya, akan ditanggung negara 100 persen alias gratis,” ungkapnya.
Andi Mappangara kembali menjelaskan sekolah rakyat ini juga memiliki kurikulum khusus, termasuk guru-gurunya akan direkrut langsung oleh Kementerian Sosial dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Kami sudah dapat informasi dari Sekjen Kemensos, bahwa pembangunan sekolah rakyat ini, sudah akan dimulai tahun ini. Dan kami sudah laporkan hal tersebut ke Bupati Bone (Andi Asman Sulaiman, red). Untuk rekrutmen siswanya, kami belum bisa pastikan apakah sudah bisa dilakukan tahun ajaran ini, atau tahun depan. Kami masih menunggu juknis dari Kemensos,”ungkapnya.
Ia lanjut menjelaskan sekolah rakyat yang akan dibangun di Kelurahan Bajoe, diperuntukkan khusus untuk warga Kabupaten Bone yang tergolong tidak mampu.
“Sedangkan yang akan di bangun di Desa Mappesangka, siswa berasal dari semua kabupaten/kota di Sulsel,” tambahnya.
Sebelumnya Bupati Bone Andi Asman Sulaiman dan Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin juga telah berkunjung langsung di Kementerian Sosial untuk menjemput program dari Kemensos tersebut didampingi Kadis Sosial dan sejumlah Pimpinan OPD lintas sektor.
Wabup Bone Andi Akmal di kegiatan dialog 100 hari kerja BerAmal belum lama ini turut ia paparkan, salah satu capaian di awal pemerintahannya bersama Andi Asman untuk membangun Bone lebih baik sesuai visi misi Maberre (Mandiri, Berkeadilan, Berkelanjutan) (*)














