OPINI

Editorial : Angka Kematian Covid-19, Konsistensi Satgas dan Eksistensi Media Lawan Covid-19

1341
×

Editorial : Angka Kematian Covid-19, Konsistensi Satgas dan Eksistensi Media Lawan Covid-19

Sebarkan artikel ini
update COVID-19
Ilustrasi (dok.kabarbone.com)

KABARBONE.COM,WATAMPONE – Upaya yang dilakukan Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bone (Satgas PPC-19)  perlu diapresiasi sekaligus perlu dikritisi.

Sejak terbentuknya Satgas PPC-19  di awal Wabah Bencana Non Alam COVID-19  ini, memberikan harapan jika masyarakat Bone dapat terbentengi agar Virus Corona (Covid-19) tidak menular di Kabupaten Bone dan bisa dicegah dengan upaya yang preventif dengan memantau secara ketat hilir mudik warga pendatang maupun warga yang akan keluar kota mesti mengantongi surat keterangan bebas COVID-19 dikeluarkan oleh Pihak Rumah sakit,  untuk memstikan orang tersebut bebas COVID-19 yang dikhawatirkan dapat menularkan satu dengan yang lainnya.

Penjagaan di area perbatasan dengan kabupaten tetangga dan pembentukan tim Satgas Covid-19 tingkat Kecamatan, Relawan Desa Lawan COVID-19 yang ditegaskan oleh Kementrian desa, agar setiap desa memberalakukan protokol kesehatan mulai dari posko gerbang desa, sosialisasi protokol kesehatan hingga pengadaan masker gratis di Bulan Agustus lalu oleh pemerintah desa  juga memberikan harapan agar masyarakat desa di Kabupaten Bone dapat patuh menerapkan 3 M ( mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker).

Namun lambat laut, karena persoalan eknomi harus sejalan dengan penerapan protokol kesehatan, penjagaan diperbatsan dan posko jaga desa dan kecamatan turut dibubarkan sesuai perintah Bupati Bone, H. A. Fahsar M. Padjalangi.

Realokasi anggaran besar-besaran oleh Pemkab Bone dari semua OPD agar melakukan penangan COVID-19 yang totalnya hingga Rp 82 miliar ternyata tak mampu juga dipergunakan sebaik-baiknya untuk menanggulangi penyebaran COVID-19 di Bumi Arung Palakka ini.

Besarnya ketakutan akan hukuman korupsi jika salah menggunakan anggaran, lebih ditakutkan dari pada menggunakan uang rakyat tersebut untuk membuat terobosan usaha preventif agar laju penyebaran COVID-19 bisa ditekan, padahal juknis penggunaan anggaran Covid-19 sudah dikeluarkan oleh Kemenkeu RI.

Bisa dipastiksan hal ini bukan hanya di Bone, bahkan kegagapan itu juga terlihat dari kinerja pemerintah pusat dimana kebijakannya setiap saat selalu berubah untuk menanganai virus corona yang pertama kali ditemukan di Wuhan Negara Cina itu.

Tapi tidak sedikit daerah di Sulawesi Selatan yang melalakukan terobosan untuk menekan laju COVID-19 misalnya memaksimalkan anggaran untuk penagadaan Mobil Swab PCR dan anggaran untuk pegawai Satgas yang bekerja di lapangan baik nakes maupu dari Satpol PP dan TNI-Polri.

 Bagaimana Laju Perkembangan COVID-19 di Kabupaten Bone ?

Baca Juga  Satgas Covid-19 Minta Daerah Alokasikan Dana Tangani Krisis Pandemi dan Bencana

Di kabupaten Bone, dipantau dari Pusat data COVID-19 di Kabupaten Bone, bone.go.id, tiap hari menyajikan grafik tingginya angka penularan dan angka kematian akibat terpapar COVID-19 seminggu terakhir.

Tercatat sejak tanggal 1 Januari 2021, terkonfirmasi kasus kematian inisial Inisial RS (Lk 43 tahun) Kel. Manurunge Kec. Tanete Riattang, yang merupakan seorang PNS, tanggal 3 Januari 2021 terjadi lagi kasus kematinan inisial Inisial AS (Lk 59 tahun) Kel. Masumpu Kec.Tanete Riattang, hanya berselang satu hari kembali terkonfirmasi kematian karena Covid-19.

Pada tanggal 5 Januari  dan  7 Januari 2021, terkonfirmasi kasus kematian pasien Covid-19 inisial MY (Pr 45 tahun) alamat Desa Sanrangeng Kec. Dua Boccoe dan  Inisial KM (Lk 61 tahun) alamat Desa Turucinnae.

Kasus kematian terus bertambah hingga 3 hari berturut-turut mulau dar 8 Januari 2021 yakni inisial nisial MA (55 tahun) dari Kel. Tibojong Kec. Tanete Riattang Timur,  9 Januari 2021 kembali terkonfirmasi kasus kematian karena terpapar COVID-19 Inisial MH (Lk 70 tahun) alamat Kel. Ta Kec. Tanete Riattang, 10 Januari 2021 kasus kematian kembali terkonfirmas inisial
SL 64 perempuan 64 tahun alamat Desa Teamusu Kec Ulaweng, dengan jumlah tambahan kasus 34 tambahan pasien COVID-19 dan 31 kasus sembuh

Dalam hanya kurung waktu 10 hari terkahit di awal Januari, sudah ada 7 kasus kematian akibar terpapar COVID-19. Persentase angka kematian ini termasuk cukup tinggi dibandingkan di daerah Kabupaten /Kota se Sulawesis Selatan.

Dan sampai Sampai Minggu 10 Januari 2021 pukul 20.00 Wita, Total Konfirmasi COVID-19 di Kabupaten Bone sebanyak 923 kasus, dengan rincian sembuh 704 orang, meninggal 22 orang, dan dirawat 197 orang.

Dari data ini menunjukkan, ada kewajiban dan langkah-langkah penanganan COVID-19 di Kabupaten Bone ini perlu di evaluasi, dari hulu ke hilir, sesuai dengan nilai kearifan lokal tanpa mengindahkan surat edaran atau juknis penanganan Wabah Pandemi  Non Covid-19 yang dilurkan Satgas COVID-19 Pemeritah pusat dan Pemprov Sulsel.

Tiga Kecamatan kota sebagai penyumbang terbanyak warga yang terpapar COVID-19 dan angka kematiannya paling tinggi, yakni Kecamatan Tanetet Riattang, Kecamatan Tanete Riattang Timiur dan Kecamatan Tanete Riattang Barat perlu mendapatkan perhatian khsusus karena sudah menjadi titik epicentrum penyebaran COVID-19 di Kabupaten Bone, begitupun kecamatan lain yang rendah angka penularan dan kematian tetap harus dipertahankan.

Baca Juga  Lawan Covid-19, Personel Batalyon C Pelopor Serbu Lapas Kelas II A Watampone

Satgas Harus Memberikan Contoh dan Konsisten

Distrust atau ketidakpercayaan yang melanda masyarakat Bone akan potensi bahaya virus Corona (COVID-19) ini haru dilihat dari segala sisi. Rendahnya kepercayaan masyarakat (Butuh Penelitian,red) hari ini, adalah buah kegagalann pemerintah dalam hal ini Satgas Covid-19 memberikan edukasi dan pencerahan kepada masyarakat.

Satgas Covid-19 yang terbentuk dari Kabupaten, Kecamatan dan Desa memang tidak dibarengi kematangan dalam bertindak, bahkan kalau bahasa redakasi kabarbone.com, belum terbentuk sistem dan manajerial yang baik  hubungan antara Satgas di segala tingkatan. Secara formal iya, namun dari segi kelembagaan dan komunikasi dari hulu kehilir belum berjalan efektif.

Potensi ini kemudian menjadi kelemahan selama berbulan-bulan hingga menyebabkan kejenuhan dan ketidak pastian masyarakat akan langkah pemerintah dalam menangani Virus Corona, yang menyebabkan distruts atau ketidak percayaan publik akan wabah COVID-19 bahkan dalam sisi penggunaan anggaran masyarakat menilai hanya untuk penghabisan anggaran ketika ada kasus terjadi.

Jaringan sosial safety net yang dikucurkan Pemkab Bone melalui Dinas Sosial kepada masyarakat yang tedampak yakni beras 5 kg ditambah uang tunai Rp 200 ribu dan gelombang kedua adalah bantuan sembako adalah stimulan awal untuk mencegah konflik sosial ditengah himpitan perputaran ekonomi di Kabupaten Bone.

Namun lagi-lagi, pemuliah ekonomi melalui program sosial safety net, hanya memberikan euforia sementara bagi warga, dan terlena akan wabah Covid-19 yang terus mengancam nyawa warga Bone setiap saat, namun belum ada transformasi edukasi yang real untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya penerapan protokol kesehatan.

Acara-acara ceremony pemerintah akhir-akhir ini juga menjadi sorotan, kegiatan peresmian dengan melibatkan massa banyak  menjadi titik  puncak kecewaan bagi masyarakat.

Sangsi pelanggaran protokol kesehatan sebagian masyarakat menilai  hanya dibebankan kepada masyarakat kecil sesuai yang diatur  Perbub 37 Tahun 2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan yang ditandatangani Bupati Bone H. A Fahsar M. Padjalangi tahun lalu, sedangkan dari kacamata masyarakat, pejabat ketika melakukan kegiatan dengan mengumpulkan massa banyak tidak dikenakan sangsi apa-apa.

Sangsi hormat bendera dan pushup sering kali kita liat ketika operasi Yustisi digelar dijalan maupun sidak di warkop ataupun tempat keramaian yang melanggar prokes. Namun hal itu berbading terbalik jika kalangan pengusaha yang melakukan pelanggaran prokes yang, paling diberikan sangsi peringatan secara lisan atau tulisan dan belum ada diterapkan sangksi denda sebagaimana yang tertuang dalam Perbu 37 tahun 2020, padahal pengusaha memiliki kewajiban secara hukum dan secara moral untuk menjadi pionir penerapan protokol kesehatan.

Baca Juga  Corona Belum Usai, Lagi Kasus ke 19 Warga Bone Terpapar COVID-19

Nilai kearifan lokal, SIPAKATAU, SIPAKALEBBI dan SIPAKAINGE adalah nilai luhur kearifan lokal yang hari ini masih dihargai dan dihormati sebagai norma sosial oleh masyarakat Bone dalam tananan kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

Nilai luhur ini mestinya dikaji secara mendalam dan diejawatankan dalam sebuah keputusan bupati baik edaran, ataupun tembusan kepada birokrat di bawahnya, agar penangan wabah COVID-19 ini lahir dan hadir yang berasal dari nilai akar budaya kita agar masyarakat taat tehadap edaran maupun keputusan pemerintah dalam hal pencegahan wabah COVID-19 di Bumi Arung Palakka ini.

Esktistensi Media Lawan COVID-19 

Media memiliki perang vital dalam memberikan informasi yang aktual dan terpercaya kepada masyarakat ditengah gempuran hoax (berita bohong) di platform di media sosial. Media adalah corong pemerintah dalam menyampaikan informasi sekaligus menjadi jembatan bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.

Media siber adalah satu media yang cepat dan tepat memeberikan kabar dan informasi terkini terkait persoalan pekembangan di pemerintahan dan  isu yang berkembang di Masyarakat. Media tentuya ikut berkontribusi besar untuk memberikan jawaban disinformasi dan diskomonikasi dimasa pandemi COVID-19.

Namun yang perlu digaris bawahi, media mengalami turbelensi dan merasakan dampak yang luar biasa saat pandemi Covid-19 berlangsung. Pengurangan karyawan yang berakhir PHK dan pengurangan gaji adalah adalah buntut ketika perusahaan tidak mampu mempertahankan eksistensi ditengah pandemi.

Hal ini dikarenakan realokasi anggaran pemerintah yang fokus pada penangan COVID-19 sehignga, target dan rencana kontrak dengan isntansi yang sebelumnya menjadi mitra pupus tanpa kejelasan.  Apalagi media lokal yang sangat  bergantung terhadapa belanja iklan pemerintah .

Hidup segan mati tak mau, mungkin pribahasa itu menggambarkan perjalanan medial lokal Bone hari ini akibat pandemi Covid-19. Berkurangnya belanja pemerintah dalam pengiklanan memberikan dampak yang sangat luar biasa terhadap perusahan dan kesejahteraan wartawan / jurnalis.

Media sebagai pilar ke 4 demokarasi mestinya juga menjadi pembahasan pemerintah untuk melakukan penyelamatan ditengan Pandemi COVID-19 yang belum berakhir.

Penulis : Dedi Hamzah  (Direktur Kabarbone.com)

 

 

Tinggalkan Balasan

OPINI

Hari Jadi Kota Makassar ke-418 yang diperingati tahun ini bukan sekadar penanda usia dalam hitungan kalender sejarah. Ia adalah momentum kolektif untuk menengok kembali akar peradaban kota ini, sekaligus mengukur arah langkah kita di masa depan. Di usia yang nyaris lima abad, Makassar telah menempa dirinya sebagai kota pelabuhan yang strategis, ruang perjumpaan lintas bangsa, dan pusat perdagangan di kawasan timur Nusantara. Identitas historis inilah yang menjadi fondasi bagi Makassar untuk terus tumbuh sebagai kota dengan karakter kuat: terbuka, tangguh, dan berorientasi maritim. Sejarah mencatat bahwa Makassar tidak tumbuh dalam ruang kosong. Kerajaan Gowa-Tallo, kejayaan pelabuhan Somba Opu, serta jejak…

OPINI

Oleh: Andi Muzakkir Aqil, SH., MH / Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya tidak hanya merusak individu, tapi juga mengoyak keberdayaan kolektif anak negeri. Mereka yang tersekap adiksi tak cuma kehilangan potensi. Dalam skala makro, fenomena ini berpotensi memutus mata rantai inovasi bangsa sekaligus merapuhkan narasi besar tentang Indonesia Emas 2045.  Maka sangat beralasan bila investasi negara pada generasi bangsa tidak melulu urusan bangku sekolah. Menjauhkan mereka dari jerat narkoba adalah investasi tak kalah penting di tengah penetrasi jaringan narkoba transnasional yang menunggangi kemajuan teknologi digital. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Badan Narkotika…

EDUKASI

Penulis: Zainal Ibrahim, S.Pd., MM. (Ketua PGRI Kecamatan Awangpone) Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Hijriah, melainkan momen spiritual yang mengajak kita untuk merefleksikan diri dan memulai langkah baru yang lebih bermakna. Bagi kaum pelajar, khususnya generasi muda bangsa, Muharram menjadi pengingat penting bahwa pendidikan dan karakter adalah fondasi utama dalam membangun peradaban yang unggul. Hijrah Rasulullah SAW dari Mekkah ke Madinah bukan semata perpindahan fisik, tetapi simbol transformasi menuju kondisi yang lebih baik: dari penindasan menuju kebebasan, dari ketidakadilan menuju keadilan. Semangat hijrah ini dapat di internalisasi dalam dunia pendidikan dengan mendorong…

OPINI

Penulis: ABDUL RAHIM,S.Pd.,M.Pd. (Ketua Forum Pemuda Tani Indonesia Kab. Bone) Indonesia sebagai salah satu negara yang termasuk dalam wilayah tropis memiliki potensi pertanian yang sangat baik. Sebagai negara agraria, Indonesia memiliki potensi yang besar dan sumber daya alam yang melimpah dalam produk pertanian. Pertanian merupakan salah satu sektor yang berperan besar dalam perekonomian Indonesia, tak terkecuali untuk perekonomian di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Di mana sebagian besar masyarakatnya bertumpu pada sektor ini. Kontribusi sektor pertanian sangat berpengaruh terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional yang memberikan pendapatan bagi sebagian besar rumah tangga Indonesia. Menyerap 35,9% dari total angkatan kerja dan menyumbang 14,7% bagi GNP Indonesia…

OPINI

Judul di atas merupakan headline Tema Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2025 yang ke-79 sekaligus peraayaan kelahiran organisasi pers tertua di Indonesia yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang tahun ini diselenggarakan di Ibu Kota Kalimantan Selatan, Banjarmasin dengan Sub Tema HPN 2025 yakni lokal “Kalsel Gerbang Logistik Kalimantan”. Pengusungan tema nasional di peringatan HPN tahun ini tentu tidak lahir begitu saja, akan tetapi sarat makna historis bahwa pers memiliki peran kunci dalam perjalanan bangsa ini. Tidak hanya diawal memproklamirkan kemerdekaan republik ini, namun pers memiliki posisi strategis dalam mendukung program pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan bangsa. Pers sebagai pilar demokrasi…

OPINI

Penulis : Nurfadilah Jurusan : Ekonomi Syariah Kelompok 3 Mahasiswa Semester : 7 Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bone Di tengah hamparan sawah yang menghijau dan deretan rumah panggung khas Bugis yang menjulang, Kabupaten Bone menyimpan potensi besar dalam pengembangan keuangan publik Islam. Daerah yang dikenal sebagai bekas Kerajaan Bone ini, dengan warisan budaya dan nilai-nilai keislaman yang kuat, memiliki fondasi kokoh untuk mengimplementasikan sistem keuangan yang berlandaskan syariah. Bone, dengan populasi Muslim yang dominan dan kultur masyarakat yang memegang teguh nilai-nilai agama, sesungguhnya telah lama mengenal konsep keuangan publik Islam. Tradisi “mappasidekkah” atau bersedekah, yang telah mengakar…

DAERAH

BONE – Terpilihnya H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos, MM dan Dr H. Andi Akmal Pasluddin, SP., MM menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bone Sulawesi Selatan Periode 2024-2029 menjadi tonggak baru pemerintahan di Kabupaten Bone. Gegap gempita pesta demokrasi, Pilkada Bone 2024 telah membuktikan bahwa pasangan dengan tagline BerAmal ini menjadi harapan baru di tanah beradat, daerah yang berjuluk Bumi Arung Palakka. Masyarakat tentunya menitip harapan perubahan, kemajuan agar bisa terwujudnya Harapan Gemilang dalam mewujudkan Masyarakat Bone yang Berdaya, Ramah, Maju dan Akuntabel (BERAMAL), Bone yang Lebih Baik, Bone Maberre (Mandiri, Berkeadilan dan Berkelanjutan). Untuk mewujudkan BONE BERAMAL, maka dibutuhkan langkah…

OPINI

Suatu waktu penulis bertemu dengan teman lama. Ia bukan orang lain, tapi teman akrab satu sekolah yang lama baru ketemu kembali. Seperti lazimnya orang berteman dan lama baru ketemu, tentu banyak menguliti pertanyaan kabar, pekerjaan, hingga pertanyaan sudah berkeluarga atau sudah punya anak berapa. Memang pertanyaan ini kadang susah dihindari, entah motifnya ingin benar-benar tahu keadaan temannya atau hanya ingin memastikan bahwa teman saya ini sudah berhasil atau sudah punya keluarga atau sudah sukses. Singkat cerita saya bertanya ke dia “Kemana aja selama ini bro ? Kamu sekarang sukses ya? Kerja apa sekarang ? Sudah punya anak berapa sekarang? Tanyaku…