BONE, KABARBONE.COM – Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Yasir Machmud, S.E., M.Si, tinggal menghitung jam untuk menyandang gelar doktor di bidang Ilmu Politik.
Politisi Partai Gerindra ini dijadwalkan mengikuti sidang promosi doktor pada Kamis, 2 April 2026, pukul 13.00 WITA.
Sidang promosi tersebut akan digelar di Ballroom UNHAS Hotel and Convention, dengan mengangkat disertasi berjudul “Model Dukungan Politik Terhadap Kinerja Badan Usaha Milik Daerah Provinsi Sulawesi Selatan.”
Di tengah kesibukannya sebagai wakil rakyat sekaligus pengusaha melalui Yasika Grup, Yasir Machmud tetap konsisten melanjutkan pendidikan akademiknya.
Baginya, pendidikan merupakan bagian penting dalam menunjang kapasitas dan kualitas kerja-kerja politik, terutama dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat yang kian kompleks.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Sebagai wakil rakyat, saya merasa perlu terus belajar agar mampu menghadirkan kebijakan yang tepat dan berbasis kajian ilmiah, bukan sekadar pendekatan praktis,” ujar Yasir Machmud.
Disertasi yang diangkat bukan tanpa alasan.
Pengalamannya saat memimpin Perseroda Sulsel di awal masa pemerintahan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menjadi landasan utama dalam merumuskan model dukungan politik terhadap kinerja BUMD.
Ia menilai, keberhasilan Badan Usaha Milik Daerah tidak hanya ditentukan oleh manajemen internal, tetapi juga oleh dukungan kebijakan dan stabilitas politik dari pemerintah daerah serta legislatif.
“Saya melihat langsung bagaimana peran dukungan politik dapat mempercepat kinerja BUMD. Melalui disertasi ini, saya berharap lahir sebuah model yang bisa menjadi rujukan dalam meningkatkan kontribusi BUMD terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tambahnya.
Lebih jauh, Yasir berharap hasil penelitiannya dapat menjadi role model bagi pengelolaan BUMD di Sulawesi Selatan, sehingga mampu mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Langkah akademik yang ditempuh Yasir Machmud ini sekaligus menunjukkan bahwa dunia politik dan pendidikan dapat berjalan beriringan, saling menguatkan demi menghasilkan kebijakan publik yang lebih berkualitas dan berdampak luas. (*)















