KABARBONE.COM, BONE – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Wae Manurunge Bone terus berbenah untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat.
Dibawah nahkoda baru yakni Bachtiar Sairing selaku direktur, sejumlah terobosan telah dilakukan untuk memaksimalkan laba perusahaan, diantaranya meningkatkan layanan.
Selain itu untuk meningkatkan kinerja para karyawan, ia menyebut secara berkala melakukan evaluasi terhadap kinerja karyawan baik yang ditugaskan di kantor pusat, kecamatan maupun unit.
“Ini tak lain untuk menaikkan target laba perusahaan. Sambil kita benahi perlahan kekurangan yang ada termasuk melakukan evaluasi kinerja karyawan,” ungkapnya kepada kabarbone.com, Rabu (18/6/2025).
Bachtiar menyebut, saat ini PDAM Wae Manurunge akan melakukan pengembangan wilayah untuk layanan diantaranya di wilayah Kecamatan Dua Boccoe.
“Kami sementara melakukan tinjauan, sumber air baku yang akan kita gunakan di Dua Boccoe, Karena ini memanfaatkan air sungai, tentu perlu inovasi teknologi dan membutuhkan biaya,” urainya.
Mantan Direktur PT Radar Bone ini pun menjelaskan bahwa salah satu kendala PDAM saat ini adalah biaya operasional yang tinggi termasuk gaji para karyawan.
“Sehingga ada beberapa tunjangan-tunjangan karyawan termasuk biaya perjalanan dinas yang kami sesuaikan termasuk perjalanan dinas direktur. Tak lain untuk mengurangi beban operasional selama ini,” akunya.
Iapun menjelaskan sesuai Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri dan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PDAM Wae Manurunge belum diwajibkan menyetor deviden atau Pendapatan Asli Daerah (PAD) jika layanan belum sampai 80 persen.
“PDAM Wae Manurunge baru memiliki layanan pelanggan 20 ribu lebih. Jika mengacu pada surat edaran Kemendagri belum wajib membagi deviden karena layanan kami belum menjangkau 80 persen dari total penduduk. Termasuk setelah kami studi banding di Kota Bekasi bersama Anggota DPRD Bone belum lama ini, mereka juga belum membagi deviden, karena jumlah layanan belum mencapai sesuai surat edaran Kemendagri,” jelas Bachtiar.
Akan tetapi kata Bachtiar, ia punya tanggung jawab atas amanah dari Bupati Bone, agar kinerja PDAM bisa meningkat dan bisa berkontribusi ke depan untuk menambah PAD.
“Fokus kami saat ini, bagaimana meningkatkan layanan kepada masyarakat. Termasuk kualitas air dan penambahan sambungan rumah. Karena PDAM ini bukan bisnis murni, tapi sosial bisnis, bagaimana kita memberikan layanan jangkauan kepada masyarakat khususnya kebutuhan air agar tercukupi,” tutupnya.
Diketahui Bachtiar Sairing dilantik selaku Direktur PDAM Wae Manurunge Bone, pada 10 Februari 2025 lalu oleh Pj Bupati Bone Andi Winarno Eka Putra.
Ia dilantik bersama Andi Promal Pawi selaku Komisaris PDAM Wae Manurunge Bone.
Keduanya diketahui merupakan orang kepercayaan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman.
Diketahui PDAM Bone berdiri sejak tahun 1981 dan telah dipimpin sejumlah direktur secara silih berganti.
Namun kinerja perusahaan plat merah milik Pemkab Bone ini belum sejatinya maksimal memberikan kontribusi dalam bentuk deviden.
Selain selalu merugi dan terlilit utang, sejumlah Direktur PDAM Wae Manurunge Bone sebelumnya pernah terlibat kasus pidana, mulai dari kasus korupsi hingga kasus ijazah palsu.
Terakhir Direktur PDAM sebelumnya yakni Andi Sofyan bersama sejumlah karyawan PDAM Bone berakhir vonis di meja hijau dengan hukuman bui akibat kasus ijazah palsu. (*)















