OPINI

Bela Negara dan Cinta Tanah Air Dalam Islam

1384
×

Bela Negara dan Cinta Tanah Air Dalam Islam

Sebarkan artikel ini
Dr. H. Lukman Arake, Lc.
Dr. H. Lukman Arake, Lc. (Dosen Pasca Sarjana IAIN Bone)

Penulis : Dr. H. Lukman Arake, Lc

(Dosen  Pasca Sarjana IAIN Bone / DirekturPondok  Pesantren Al – Ikhlas  Ujung Bone)

Imam Addinawari dalan karya monumentalnya ALMUJALASAH WAJAWAHIRUL ILMI menyebutkan slogan: “Jikalau engkau ingin tahu seorang lelaki yang sesungguhnya maka lihatlah sejauhmana ia mencintai tanah airnya”.

Imam Fakhruddin Arrazi ketika menafsirkan ayat 66 surat annisa’, beliau mengatakan: Allah menyamakan antara meninggalkan kampung halaman dengan membunuh diri sendiri.

Menurutnya, seakan akan Allah memberikan dua pilihan kepada manusia yang sangat sulit dilakukan yakni bunuh diri dan meninggalkan kampung halaman.

Sedihnya meninggalkan kampung halaman sama sakitnya dengan bunuh diri. Semua itu menandakan bahwa cinta tanah air begitu dalam pengaruhnya terhadap diri setiap manusia.

Imam Bukhari meriwayatkan satu hadis bahwa: Nabi dalam setiap kembali dari perjalanan keluar kota, ketika ia sudah melihat dinding dinding kota Madinah, beliau menghentikan sejenak untanya, dan jika beliau sedang di atas unta maka ia pun menggerakkannya sebagai tanda hormat dan cintanya kepada Madinah.

Bahkan Nabi juga pernah menyatakan: Sesungguhnya tanah yang paling aku cintai adalah tanah Mekkah. Seandainya saja bukan pendudukmu yang memaksaku keluar meninggalkanmu maka aku tidak akan meninggalkanmu.

Dalam riwayat lain: Aku tidak akan pernah memilih tinggal di tempat lain selainmu (Makkah). Karenanya, cinta tanah air merupakan bagian dari kehidupan Nabi.

Imam Ibrahim bin Adham pernah mengatakan: Aku tidak meninggalkan seauatu yang begitu berat bagiku melebihi meninggalkan kampung halaman.

Bangsa ini sedang merayakan HUT nya yang ke- 75 tahun, hal tersebut adalah moment untuk menyatakan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah diraih oleh para pejuang dan pemberani anak bangsa ini. Mereka adalah para pahlawan, pejuang dan pendiri bangsa ini yang patut kita hargai, hormati dan bahkan doakan. Kepada merekalah semua kita berterima kasih.

Baca Juga  HUT RI Ke -75, Bupati Bone Jadi Irup, Para Kabag Jadi Petugas Upacara

Bukankah nabi mengajarkan bahwa:”barang siapa yang telah melakukan kebajikan kepamu maka balaslah, dan jika kamu tidak mampu maka doakanlah mereka,”.

Nabi juga menyatakan: ” Barangsiapa yang tidak berterima kasih kepada sesama, maka sesungguhnya ia tidak berterima kasih kepada Allah”.

Sebagai generasi penikmat perjuangan dan sebagai anak bangsa, memiliki tanggung jawab besar untuk merawat, memelihara, dan menjaga NKRI ini agar tetap bisa berdiri kokoh di atas kakinya sendiri.

Biarkan NKRI ini mengibarkan bendera merah putihnya sebagai lambang kemerdekaan untuk menghapus segala bentuk penjajahan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan keadilan.

Cukuplah bangsa ini telah menderita lebih 300 tahun, dan telah mengorbankan semua yg dimilikinya, tidak hanya berupa harta, tetapi juga jiwa dan raganya ia persembahkan demi cita cita mulia yakni menjadi bangsa yang merdeka, berdaulat dan terhormat di mata bangsa lain.

Penghargaan kepada para pasukan bela negara, dan penghormatan kepada para pemberani harus senantiasa digaungkan, paling tidak, hormat kepada sang merah putih telah menjadi bagian dari penghormatan kepada para pemberani itu.

Sungguh mereka telah hidup secara mulia, dan mati terhormat dengan tusukan pisau tajam dan peluru senapan. Benar kata orang bijak:
ان لم تمت بالسيف تموت بغيره.. تنوعت الاسباب والموت واحد…
Jika engkau tidak mati karena pedang, maka engkau akan mati dengan cara yang lain. Kematian beragam sebabnya, tetapi mati hanya satu. Sekali merdeka tetap merdeka. DIRGAHAYU RI KE-75.

Tinggalkan Balasan

OPINI

Hari Jadi Kota Makassar ke-418 yang diperingati tahun ini bukan sekadar penanda usia dalam hitungan kalender sejarah. Ia adalah momentum kolektif untuk menengok kembali akar peradaban kota ini, sekaligus mengukur arah langkah kita di masa depan. Di usia yang nyaris lima abad, Makassar telah menempa dirinya sebagai kota pelabuhan yang strategis, ruang perjumpaan lintas bangsa, dan pusat perdagangan di kawasan timur Nusantara. Identitas historis inilah yang menjadi fondasi bagi Makassar untuk terus tumbuh sebagai kota dengan karakter kuat: terbuka, tangguh, dan berorientasi maritim. Sejarah mencatat bahwa Makassar tidak tumbuh dalam ruang kosong. Kerajaan Gowa-Tallo, kejayaan pelabuhan Somba Opu, serta jejak…

OPINI

Oleh: Andi Muzakkir Aqil, SH., MH / Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya tidak hanya merusak individu, tapi juga mengoyak keberdayaan kolektif anak negeri. Mereka yang tersekap adiksi tak cuma kehilangan potensi. Dalam skala makro, fenomena ini berpotensi memutus mata rantai inovasi bangsa sekaligus merapuhkan narasi besar tentang Indonesia Emas 2045.  Maka sangat beralasan bila investasi negara pada generasi bangsa tidak melulu urusan bangku sekolah. Menjauhkan mereka dari jerat narkoba adalah investasi tak kalah penting di tengah penetrasi jaringan narkoba transnasional yang menunggangi kemajuan teknologi digital. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Badan Narkotika…

EDUKASI

Penulis: Zainal Ibrahim, S.Pd., MM. (Ketua PGRI Kecamatan Awangpone) Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Hijriah, melainkan momen spiritual yang mengajak kita untuk merefleksikan diri dan memulai langkah baru yang lebih bermakna. Bagi kaum pelajar, khususnya generasi muda bangsa, Muharram menjadi pengingat penting bahwa pendidikan dan karakter adalah fondasi utama dalam membangun peradaban yang unggul. Hijrah Rasulullah SAW dari Mekkah ke Madinah bukan semata perpindahan fisik, tetapi simbol transformasi menuju kondisi yang lebih baik: dari penindasan menuju kebebasan, dari ketidakadilan menuju keadilan. Semangat hijrah ini dapat di internalisasi dalam dunia pendidikan dengan mendorong…

OPINI

Penulis: ABDUL RAHIM,S.Pd.,M.Pd. (Ketua Forum Pemuda Tani Indonesia Kab. Bone) Indonesia sebagai salah satu negara yang termasuk dalam wilayah tropis memiliki potensi pertanian yang sangat baik. Sebagai negara agraria, Indonesia memiliki potensi yang besar dan sumber daya alam yang melimpah dalam produk pertanian. Pertanian merupakan salah satu sektor yang berperan besar dalam perekonomian Indonesia, tak terkecuali untuk perekonomian di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Di mana sebagian besar masyarakatnya bertumpu pada sektor ini. Kontribusi sektor pertanian sangat berpengaruh terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional yang memberikan pendapatan bagi sebagian besar rumah tangga Indonesia. Menyerap 35,9% dari total angkatan kerja dan menyumbang 14,7% bagi GNP Indonesia…

OPINI

Judul di atas merupakan headline Tema Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2025 yang ke-79 sekaligus peraayaan kelahiran organisasi pers tertua di Indonesia yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang tahun ini diselenggarakan di Ibu Kota Kalimantan Selatan, Banjarmasin dengan Sub Tema HPN 2025 yakni lokal “Kalsel Gerbang Logistik Kalimantan”. Pengusungan tema nasional di peringatan HPN tahun ini tentu tidak lahir begitu saja, akan tetapi sarat makna historis bahwa pers memiliki peran kunci dalam perjalanan bangsa ini. Tidak hanya diawal memproklamirkan kemerdekaan republik ini, namun pers memiliki posisi strategis dalam mendukung program pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan bangsa. Pers sebagai pilar demokrasi…

OPINI

Penulis : Nurfadilah Jurusan : Ekonomi Syariah Kelompok 3 Mahasiswa Semester : 7 Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bone Di tengah hamparan sawah yang menghijau dan deretan rumah panggung khas Bugis yang menjulang, Kabupaten Bone menyimpan potensi besar dalam pengembangan keuangan publik Islam. Daerah yang dikenal sebagai bekas Kerajaan Bone ini, dengan warisan budaya dan nilai-nilai keislaman yang kuat, memiliki fondasi kokoh untuk mengimplementasikan sistem keuangan yang berlandaskan syariah. Bone, dengan populasi Muslim yang dominan dan kultur masyarakat yang memegang teguh nilai-nilai agama, sesungguhnya telah lama mengenal konsep keuangan publik Islam. Tradisi “mappasidekkah” atau bersedekah, yang telah mengakar…

DAERAH

BONE – Terpilihnya H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos, MM dan Dr H. Andi Akmal Pasluddin, SP., MM menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bone Sulawesi Selatan Periode 2024-2029 menjadi tonggak baru pemerintahan di Kabupaten Bone. Gegap gempita pesta demokrasi, Pilkada Bone 2024 telah membuktikan bahwa pasangan dengan tagline BerAmal ini menjadi harapan baru di tanah beradat, daerah yang berjuluk Bumi Arung Palakka. Masyarakat tentunya menitip harapan perubahan, kemajuan agar bisa terwujudnya Harapan Gemilang dalam mewujudkan Masyarakat Bone yang Berdaya, Ramah, Maju dan Akuntabel (BERAMAL), Bone yang Lebih Baik, Bone Maberre (Mandiri, Berkeadilan dan Berkelanjutan). Untuk mewujudkan BONE BERAMAL, maka dibutuhkan langkah…

OPINI

Suatu waktu penulis bertemu dengan teman lama. Ia bukan orang lain, tapi teman akrab satu sekolah yang lama baru ketemu kembali. Seperti lazimnya orang berteman dan lama baru ketemu, tentu banyak menguliti pertanyaan kabar, pekerjaan, hingga pertanyaan sudah berkeluarga atau sudah punya anak berapa. Memang pertanyaan ini kadang susah dihindari, entah motifnya ingin benar-benar tahu keadaan temannya atau hanya ingin memastikan bahwa teman saya ini sudah berhasil atau sudah punya keluarga atau sudah sukses. Singkat cerita saya bertanya ke dia “Kemana aja selama ini bro ? Kamu sekarang sukses ya? Kerja apa sekarang ? Sudah punya anak berapa sekarang? Tanyaku…