BONE, KABARBONE.COM – Pemerintah Kabupaten Bone menandai satu tahun kepemimpinan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman bersama Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin (Beramal) dengan mencatat berbagai capaian pembangunan di sektor ekonomi, sosial, infrastruktur, hingga tata kelola pemerintahan.
Andi Asman dan Andi Akmal resmi menjabat sebagai pasangan kepala daerah Kabupaten Bone 20 Februari 2025 yang dilantik bersama kepala daerah lainnya di Istana Negara oleh Presiden Prabowo Subianto.
Artinya tepat hari ini Jumat, 20 Februari 2026 keduanya sudah genap satu tahun memimpin Kabupaten Bone.
Refleksi satu tahun pemerintahan di Kabupaten Bone menunjukkan perbaikan sejumlah indikator makro-sosial.
1. Pertumbuhan Ekonomi dan Penurunan Kemiskinan
Berdasarkan data dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bone, pertumbuhan ekonomi daerah tercatat sebesar 5,5 persen pada 2024 dan meningkat menjadi 6,15 persen pada triwulan III 2025.
Persentase penduduk miskin juga mengalami penurunan dari 9,58 persen pada 2024 menjadi 9,13 persen pada 2025. Tingkat pengangguran terbuka tercatat 2,28 persen pada 2024 dan diproyeksikan menurun menjadi 2,18 persen pada 2025.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 70,81 pada 2024 menjadi 71,63 pada 2025, sementara indeks gini yang mencerminkan ketimpangan ekonomi turut diproyeksikan menurun.
2. Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat
Di sektor kesehatan, prevalensi stunting menurun signifikan dari 2,67 persen pada 2024 menjadi 0,9 persen pada 2025.
Angka gizi buruk juga mengalami penurunan, serta kemiskinan ekstrem berkurang dari 0,55 persen pada 2023 menjadi 0,43 persen pada 2024.
Stabilitas ekonomi daerah tercermin dari inflasi yang terkendali di angka 2,31 persen pada 2024 dan diproyeksikan turun menjadi 2,29 persen pada 2025. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita pun meningkat dari Rp60,25 juta menjadi Rp63,17 juta pada 2025.
3. Infrastruktur dan Investasi Strategis
Di bidang infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Bone membangun jalan sepanjang 32,95 kilometer dengan anggaran Rp123,3 miliar serta 30 unit jembatan senilai Rp6,8 miliar.
Pembangunan fasilitas pendidikan, termasuk Sekolah Rakyat di Bajoe, SMA dan SMK, serta pembebasan lahan untuk pengembangan bandara menjadi bagian dari prioritas pembangunan.
Sektor ekonomi kerakyatan juga diperkuat melalui bantuan pertanian senilai Rp235 miliar, bantuan nelayan Rp22 miliar, pembangunan 61 unit Koperasi Merah Putih, serta pengembangan kawasan hilirisasi ayam terintegrasi di Kecamatan Ponre dengan nilai investasi mencapai Rp1,2 triliun.
4. Deretan Penghargaan dan Prestasi Daerah
Selain pembangunan fisik dan ekonomi, Pemerintah Kabupaten Bone meraih sejumlah penghargaan, di antaranya dari Badan Kepegawaian Negara sebagai pemerintah daerah tercepat dalam proses pengadaan CASN, serta opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-10 dari BPK RI.
Penghargaan nasional juga diterima dari BKKBN atas dukungan terhadap program pembangunan keluarga.
Di bidang lingkungan dan pendidikan, Bone meraih penghargaan Program Kampung Iklim, Adiwiyata tingkat nasional, serta Ecological Fiscal Transfer 2025.
Kabupaten Bone juga menempati peringkat tiga terbaik tingkat provinsi dalam penanganan stunting serta penghargaan kontribusi produksi padi dan jagung tertinggi di Sulawesi Selatan.
Prestasi literasi turut membanggakan, dengan Perpustakaan Mandiri Desa Bacu meraih Juara I tingkat provinsi dan Juara II tingkat nasional.
5. Komitmen Sinergi Menuju Bone Maberre
Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintah dan dukungan masyarakat.
“Capaian ini adalah hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintah dan dukungan masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus melanjutkan pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bone,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Sementara itu, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin menegaskan pentingnya menjaga kekompakan dan sinergitas seluruh elemen masyarakat.
“Kami akan senantiasa menjaga kekompakan dan memperkuat sinergitas bersama seluruh elemen masyarakat untuk membawa Bone semakin maju sesuai visi misi Maberre, yakni Mandiri, Berkeadilan, dan Berkelanjutan,” tegasnya.
Ia juga mengakui bahwa perjalanan program Beramal masih menyisakan pekerjaan rumah dalam empat tahun ke depan.
“Masih banyak yang harus kita tuntaskan. Empat tahun ke depan adalah momentum untuk mempercepat capaian visi Bone Maberre.
Kata Andi Akmal dukungan dan partisipasi masyarakat serta semua elemen adalah kunci untuk membawa Bone Mandiri, Berkeadilan, Berkelanjutan
“Program “Beramal” diharapkan terus memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah serta mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan,” pungkasnya. (*)
















