KABARBONE.COM, BONE – Sebuah prestasi luar biasa berhasil ditorehkan oleh Sri Meliana, seorang Penyuluh Agama Islam dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone.
Ia menjadi satu-satunya perwakilan dari Kabupaten Bone yang berhasil lolos hingga ke tingkat nasional dalam ajang Pemilihan Penyuluh Agama Islam Award Tahun 2025.
Melalui proses seleksi berjenjang yang dimulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional, Sri Meliana dinobatkan sebagai Terbaik I Provinsi Sulawesi Selatan dalam kategori Metode Penyuluhan Baru.
Karya inovatif yang mengantarkannya meraih prestasi tinggi tersebut mengangkat judul “Peran Penyuluh Agama Sebagai Katalisator Transformasi Digital pada Pengrajin Songkok Recca di Desa Unra, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone”.
Metode ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, di mana penyuluh agama tidak hanya fokus pada pembinaan spiritual, tetapi juga hadir sebagai penggerak kemajuan ekonomi dan digitalisasi masyarakat lokal.
“Alhamdulillah, ini semua karena doa dan dukungan banyak pihak. Saya persembahkan prestasi ini untuk masyarakat Bone, khususnya para pengrajin songkok recca yang selama ini menjadi semangat saya dalam melakukan penyuluhan berbasis pemberdayaan,” ujar Sri Meliana dengan penuh haru setelah pengumuman hasil seleksi administrasi tingkat nasional.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone, H. Abdul rafik, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pencapaian Sri Meliana.
“Ini adalah bukti bahwa penyuluh agama bisa menjawab tantangan zaman. Sri Meliana tidak hanya memberikan penyuluhan spiritual, tapi juga mendorong transformasi digital masyarakat. Kami bangga dan akan terus mendukung inovasi para penyuluh,” ungkapnya.
Ketua PD IPARI (Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia) Kabupaten Bone, KM. Jumandar, juga turut memberikan ucapan bangga.
“Sri Meliana telah membawa semangat baru dalam dunia penyuluhan agama. Ia menjadi simbol bahwa penyuluh bisa berperan lebih luas dalam pembangunan masyarakat. Semoga prestasi ini menular dan menginspirasi rekan-rekan penyuluh lainnya,” ungkapnya.
Melalui pendekatan digital yang dikolaborasikan dengan nilai-nilai agama, metode penyuluhan Sri Meliana memperkuat kapasitas pelaku UMKM lokal serta mengangkat kearifan lokal songkok recca ke level yang lebih kompetitif.
Program ini melibatkan edukasi digital, manajemen usaha islami, hingga promosi berbasis media sosial.
Kemenangan ini juga menandakan pentingnya dukungan dan pembinaan yang selama ini dilakukan oleh Kemenag Kabupaten Bone terhadap para penyuluh agama.
“Dengan pendampingan yang tepat, potensi lokal bisa dibina menjadi kekuatan nasional. Semoga prestasi ini menjadi awal dari lebih banyak lagi inovasi dari para penyuluh agama Islam di seluruh Indonesia, khususnya dari Bone, yang kaya akan semangat, budaya, dan potensi umat yang luar biasa,” tukasnya. (*)
















