NASIONAL

Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta Bakal Dapat Insentif, Bisa Dongkrak Perekonomian?

937
×

Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta Bakal Dapat Insentif, Bisa Dongkrak Perekonomian?

Sebarkan artikel ini
Pekerja
pemerintah adalah memberikan Insentif Rp 2,4 juta diberikan kepada para pekerja swasta bergaji di bawah Rp 5 juta.

KABARBONE.COM, JAKARTAPemerintah jor-joran memberikan insentif kepada masyarakat terdampak pandemi virus corona (Covid-19). Kali ini, jurus baru pemerintah adalah memberikan insentif Rp 2,4 juta diberikan kepada para pekerja swasta bergaji di bawah Rp 5 juta.

Insentif tersebut diberikan selama 4 bulan, mulai September hingga Desember 2020 dengan besaran Rp 600 ribu per bulan.

Bukan tanpa maksud, pemberian insentif bagi pegawai swasta demi mengangkat daya beli dan menjaga konsumsi masyarakat. Sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal III dan kuartal IV.

Ini diakui Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir.

Pemberian stimulus bagi pekerja swasta bagian dari program pemulihan ekonomi nasional. Ada 2 hal yang menjadi fokus upaya percepatan pemulihan ekonomi, dengan memberikan stimulus ekonomi yang manfaatnya nyata dirasakan masyarakat.

Misalnya bagi masyarakat miskin berupa program bantuan sosial, dan dukungan kepada UMKM berupa subsidi bunga dan kredit.

“Program pemulihan ekonomi yang dilaksanakan oleh pemerintah cukup banyak namun saling berkesinambungan, seperti bantuan sosial tunai, bantuan pangan non tunai, program keluarga harapan hingga penyaluran kredit di sektor UMKM, dibutuhkan waktu, data yang akurat serta koordinasi dengan banyak pihak untuk melakukan realisasi bantuan tersebut secara tepat,” jelas Erick thohir, Jumat (7/8/2020).

Langkah berikutnya, melalui percepatan penyerapan tenaga kerja melalui proyek-proyek padat karya. Ditegaskan upaya percepatan pemulihan ekonomi ini berjalan beriringan dengan upaya kesehatan dan membangun rasa aman di tengah pandemi ini.

Erick Thohir sejatinya mengamini pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya, jika stimulus bantuan gaji tambahan pekerja dengan pendapatan tertentu dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Sri Mulyani menyatakan pemerintah tengah mengidentifikasi program insentif bagi para pekerja swasta bergaji di bawah Rp 5 juta ini. Insentif akan menyasar 13 juta pegawai dengan total anggaran Rp 31 triliun.

“Bansos untuk gaji bagi mereka yang berpendapatan di bawah Rp 5 juta yang sekarang sedang diidentifikasi targetnya, yang diperkirakan mencapai 13 juta pekerja,” kata Sri Mulyani.

Baca Juga  Jelang Ramadhan, Batalyon C Pelopor Kembali Himbau Cegah Covid -19 Lewat Lagu

Insentif bagi pekerja swasta sedang difinalisasi sebelum bisa dijalankan Kementerian Ketenagakerjaan pada September 2020.

Fokus bantuan pemerintah, sebanyak 13,8 juta pekerja non PNS dan BUMN yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran di bawah Rp 150 ribu per bulan atau setara dengan gaji di bawah Rp 5 juta per bulan.

“Bantuan sebesar Rp 600 ribu per bulan selama 4 bulan akan langsung diberikan per dua bulan ke rekening masing-masing pekerja sehingga tidak akan terjadi penyalahgunaan,” kata Erick Thohir.

Agar data pekerja ini lebih konkrit, pemerintah bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Pemerintah juga menggandeng Perbanas untuk mendata akun rekening bank para pekerja yang mendapatkan insentif.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengaku siap menjalankan program insentif bagi 13,8 juta pekerja ini.

“Bantuan ini merupakan program stimulus yang digodok bersama Tim Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Kemnaker, Kemenkeu dan BPJS Ketenagakerjaan. Kita targetkan program ini dapat berjalan bulan September, ” kata Ida dilansir Antara.

Dimulai September 2020, subsidi gaji diberikan Rp 600 ribu per bulan selama 4 bulan. Dengan tahapan per dua bulan sekali ke rekening masing-masing pekerja. Artinya dalam sekali pencairan, pekerja akan mendapatkan subsidi sebesar Rp 1,2 juta.

Ida pun memastikan bahwa para penerima subsidi itu adalah pekerja swasta yang bukan pegawai negeri sipil (PNS) atau pegawai BUMN.

“Penerima subsidi gaji adalah pekerja yang membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini sebagai apresiasi bagi para pekerja yang terdaftar dan membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan,” jelas Ida.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin memastikan bantuan berlangsung dalam dua tahap, senilai Rp 1,2 juta pada kuartal III dan IV 2020 ini.

Pemberian bantuan sosial dilakukan secara transfer melalui rekening tenaga kerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

“Karena orang-orang ini belum di-PHK, masih terdaftar dan terbukti di BPJS Tenaga Kerja, masih bayar iurannya dengan pendapatan ekuivalen di bawah 5 juta. Sebagian besar diantaranya bergaji Rp 2-3 juta,” dia menambahkan.

Baca Juga  Dampak Pandemi, Penjualan Motor Honda Lesu, Agustus Mulai Bergairah

Insentif disalurkan lantaran pemerintah percaya banyak diantara mereka yang statusnya dirumahkan sementara atau terkena pemotongan gaji akibat wabah pandemi Covid-19.

“Hasil kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan, teridentifikasi tenaga kerja formal yang gajinya di bawah Rp 5 juta, mayoritas Rp 2 juta-Rp 3 juta, itu jumlahnya ada 13,8 juta. Ini di luar BUMN dan PNS yang gajinya belum dipotong,” ujar BGS.

Pemberian insentif langsung menuai respons positif. Apresiasi datang dari kalangan buruh. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengapresiasi rencana pemerintah ini dan berharap segera terlaksana pemberian insentif kepada 13,8 juta pekerja.

“Terhadap program pemberian bantuan gaji kepada buruh tentu KSPI setuju. Kami berharap program ini bisa segera direalisasikan,” jelas dia.

Apalagi, di masa pandemi covid-19 ini banyak buruh yang tidak mendapatkan upah penuh, sehingga berdampak pada daya beli buruh turun.

Namun dia mengingatkan, hal terpenting dari program harus tepat sasaran, tepat guna, dan disertai dengan pengawasan yang ketat terhadap implementasi program tersebut.

“Data 13 juta buruh yang akan menerima bantuan ini harus valid agar pemberian bantuan upah tepat sasaran,” tegas dia.

Li (24 tahun), pekerja pabrik di kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor berharap pemberian insentif bisa lebih membantu kebutuhan sehari-harinya bersama orang tua.

“Seneng dan merasa terbantu. Itu buat ngasih ke orang tua sama buat beli kebutuhan sehari-hari,” kata dia kepada Liputan6.com.

Lantaran masih lajang dan tinggal bersama orang tua, Ii telah berencana memanfaatkan uang bansos sebagai simpanan. “Buat ditabung aja,” ucap dia.

Sementara pekerja lain, Budi (37 tahun) memastikan jika pasti akan terbantu dengan adanya bantuan tersebut. Maklum, gajinya saat ini masih di level UMR Jakarta (sekitar Rp 4,2 juta), yang harus dipakai untuk menafkahi seorang istri (ibu rumah tangga) dan dua anak yang duduk di bangku sekolah.

“Kalau dibilang mencukupi ya Alhamdulillah. Asal terealisasi aja dan gimana cara realisasikannya, yang pasti membantu dan Alhamdulillah banget,” ungkap Budi.

Namun pada saat wawancara, pria yang bekerja di bidang jasa perangkat bisnis ini mengaku belum banyak tahu tentang cara mendapatkan dana bantuan Rp 2,4 juta tersebut.

Baca Juga  Andi Akmal Pasluddin Menyoroti Besarnya Pemotongan Program Pengelolaan Hutan Berkelanjutan untuk Vaksin

“Belum tahu juga, biasanya kalau dapet bansos dapat di Jakarta, KTP masih Jakarta. Cara ngedapetinnya gimana?” tanya dia.

Selain pekerja, rencana pemerintah memberikan insentif Rp 600 ribu bagi para pegawai swasta bergaji di bawah Rp 5 juta disambut baik pimpinan DPR.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco menilai langkah baik ini sebenarnya telah diterapkan di banyak negara.  “Saya pikir itu langkah yang baik yang dilakukan pemerintah dan ini tidak hanya dilajukan oleh pemerintah indonesia, di negara lain pun diadakan,” kata Dasco di Kompleks Parlemen Senayan.

Namun, Wakil Ketua DPR ini mengingatkan agar bantuan tersebut harus tepat pada sasaran dan sampai kepada mereka yang berhak.  “Artinya pendataan yang ada harus baik dan dari hasil pendataan itu bisa diterima oleh yang memang betul-betul memerlukan dan sesuai sasaran,” jelas dia.

Pengusaha pun ikut angkat suara. Ketua Departemen UMKM Asosiasi Perusahaan Ritel Indonesia (Aprindo), Handito Joewono menilai pemberian insentif patut diapresiasi.

Meski, dia melihat ini belum mampu mendorong daya beli masyarakat secara signifikan. “Tidak cukup, tapi lumayan sebagai bentuk perhatian pemerintah,” ujar dia  dilansir dari Liputan6.com.

Menurut dia, berapapun dana yang dikucurkan pemerintah sebagai stimulus pasti berdampak positif pada Gross Domestic Product (GDP) nasional. Namun dengan catatan harus tepat sasaran.

“Berapapun dana cash yang dicemplungin ke rakyat pasti akan berdampak positif terhadap GDP. Diperkirakan bisa punya multiplier effect 10 kali dari yang disalurkan. Asalkan sampai ke orang yang tepat dan menggunakannya untuk belanja,” kata dia.

Tak seperti krisis sebelumnya. Pada krisis kali ini sektor UMKM turut babak belur. Untuk itu, Handito menekankan agar pemberian insentif ini dipastikan untuk menunjang keberlangsungan UMKM.

“Sebaiknya dibelikan produk yang dihasilkan UKM, yang disalurkan melalui mekanisme pasar tradisional atau toko ritel modern, dan bukan melalui e-commerce. Sehingga memberi efek multiplier lebih besar karena menyerap tenaga kerja di sektor ritel,” tutur dia.(dy)

Tinggalkan Balasan

NASIONAL

JAKARTA, KABARBONE.COM – Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menahan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG tahun 2025–2026. Dadan terlihat keluar dari Gedung Bundar Kejagung, Rabu (4/6/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, dengan mengenakan rompi tahanan merah muda dan tangan diborgol. Tanpa memberikan keterangan kepada awak media, ia langsung digiring menuju mobil tahanan. Selain Dadan, dua mantan petinggi BGN lainnya, yakni Sonny Sanjaya dan Lodewijk Pusung, juga turut ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama. Ketiganya sebelumnya menjalani pemeriksaan intensif sejak subuh oleh tim penyidik Jaksa Agung Muda Tindak…

NASIONAL

JAKARTA, KABARBONE.COM – Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang digelar Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Jakarta, Senin (20/4/2026). Rakornas tersebut dipimpin langsung Menteri Pertanian RI bersama Wakil Menteri Pertanian RI dengan agenda utama membahas langkah strategis menghadapi potensi kekeringan ekstrem pada 2026. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Gedung F Kantor Pusat Kementerian Pertanian RI itu dihadiri sejumlah kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia. Kehadiran para pimpinan daerah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Salah satu isu utama yang dibahas dalam rakornas adalah penguatan…

NASIONAL

JAKARTA, KABARBONE.COM – Pusat Polisi Militer TNI bergerak cepat dengan menetapkan empat oknum prajurit sebagai tersangka dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus. Penetapan ini dilakukan setelah rangkaian pemeriksaan intensif oleh aparat militer, dan keempatnya kini telah resmi ditahan. Komandan Puspom TNI, Yusri Nuryanto, mengungkapkan bahwa para tersangka berinisial NDP, SL, BHW, dan S. Status mereka telah ditingkatkan ke tahap penyidikan dan saat ini diamankan di fasilitas Polisi Militer TNI untuk proses hukum lebih lanjut. “Ini sekarang yang diduga tersangka sedang kita amankan di Pom TNI untuk dilakukan pendalaman ke…

NASIONAL

JAKARTA, KABARBONE.COM – Kabupaten Bone menorehkan prestasi nasional dengan masuk peringkat ke-10 dalam Kinerja Pengelolaan Persampahan tingkat kabupaten pada Rakornas Pengelolaan Sampah 2026 di Gedung Balai Kartini, Jakarta, Rabu (25/2). Penghargaan berupa trofi dan bantuan tiga unit motor sampah diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, kepada Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman. Hadir mendampingi Bupati Bone Kepala Dinas DLH Kabupaten Bone Dray Vibrianto. Momen ini semakin istimewa karena dalam satu panggung juga hadir Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, yang turut menerima penghargaan atas pembinaan lingkungan hidup di tingkat provinsi. Bupati Bone Andi Asman menyebut capaian ini sebagai hasil…

NASIONAL

JAKARTA, KABARBONE.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap skema pembiayaan pengadaan 105.000 unit mobil pikap untuk operasional program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Kendaraan yang diimpor dari India tersebut akan digunakan untuk memperkuat distribusi dan aktivitas ekonomi desa di seluruh Indonesia. Proyek besar ini dijalankan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara dengan target penyelesaian bertahap hingga akhir 2026. Dalam keterangannya pada konferensi pers APBN Kita, Senin (23/2/2026), Purbaya menjelaskan bahwa pembiayaan program ini berasal dari pinjaman Koperasi Desa kepada bank-bank Himbara, yang kemudian akan dicicil pemerintah. “Setiap tahun kira-kira akan disiapkan cicilan sekitar Rp40 triliun selama enam tahun ke depan,”…

NASIONAL

JAKARTA, KABARBONE.COM – Penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah pada tahun 2026 kembali menunjukkan adanya perbedaan antara Arab Saudi, pemerintah Indonesia, dan Muhammadiyah. Perbedaan ini terjadi akibat metode penentuan awal bulan Hijriah yang digunakan masing-masing pihak. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi lebih dahulu menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Keputusan tersebut diumumkan oleh Mahkamah Agung Arab Saudi setelah hilal atau bulan sabit penanda awal bulan suci dilaporkan terlihat oleh sejumlah tim pemantau di berbagai wilayah Kerajaan. Dengan demikian, umat Muslim di Arab Saudi memulai ibadah puasa sejak subuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Sementara itu di Indonesia,…

NASIONAL

JAKARTA, KABARBONE.COM – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman memperkirakan cadangan stok beras nasional akan mencapai empat juta ton pada awal Maret 2026. Proyeksi tersebut disampaikan usai rapat bersama Menteri Koordinator (Menko) Pangan Zulkifli Hasan di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026). Amran mengungkapkan, hingga saat ini cadangan beras nasional telah mencapai 3,35 juta ton. Bahkan pada Selasa pagi, stok kembali bertambah sekitar 18.000 ton. Jika tren penambahan tersebut konsisten setiap hari, total stok diperkirakan menyentuh 3,9 juta ton pada akhir Februari 2026. “Sekitar 3,9 juta ton di akhir Februari. Kemungkinan awal Maret stok beras nasional bisa mencapai empat juta…

NASIONAL

BATAM, KABARBONE.COM – Menteri Pertanian RI Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP. Menjadi Narasumber Pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang digelar di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Senin 19 Januari 2026. Forum dialog mengangkat tema “Penguatan Ekosistem Pertanian Daerah Untuk Mendukung Kemandirian Pangan, Hilirisasi dan Kesejahteraan Petani”, dihadiri Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, SP., MM. Dalam sambutannya, Menteri Pertanian menyampaikan apresiasi kepada seluruh bupati di Indonesia atas kontribusinya dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah pusat dan daerah. “Terima kasih kepada…