OPINI

Pengentasan Kemiskinan Melalui Sosial Preneur bagi Ibu-ibu Penerima Bantuan PKH

975
×

Pengentasan Kemiskinan Melalui Sosial Preneur bagi Ibu-ibu Penerima Bantuan PKH

Sebarkan artikel ini

Pengentasan kemiskinan menjadi sebuah fenomena sosial bagi tiap daerah dan terlebih bagi pemerintah pada umumnya. Permasalahan tersebut menjadi hal yang kompleks terlebih di masa pandemic Covid-19 ini.

Kemiskinan sebuah masalah yang kompleksitas, karena tidak hanya menyangkut persoalan ekonomi tetapi juga menyentuh ranah social dan budaya (Hasbi, et al, 2019).

Kemiskinan di Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2018 masih cukup tinggi. Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa per Maret 2018 jumlah penduduk miskin di Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 813.070 (9.26%) dari jumlah penduduk Provinsi Sulawesi Selatan keseluruhan sebanyak 8.771.970 jiwa, sekalipun dibanding data Maret 2016 mengalami peningkatan dalam jumlah. Kemiskinan pedesaan pada kurun waktu Maret 2016 sampai dengan Maret 2018 mengalami peningkatan dari 807.030 ribu jiwa menjadi 813.070 ribu jiwa.

Sebagai bentuk pengentasan kemiskinan maka harus ada implementasi untuk memberikan kesempatan yang sama kepada laki-laki dan perempuan dalam memenuhi kebutuhan keluarganya.

Implementasi pengentasan kemiskinan dengan kegiatan pemberdayaan perempuan diharapkan menghasilkan sebuah inovasi dan pemikiran cemerlang yang dapat diwujudkan dalam kegiatan nyata dan secara tidak lansung memberikan dampak terhadap kehidupan keluarganya.

Pengentasan kemiskinan dengan memberdayakan ibu-ibu penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dengan mitra pendamping PKH yang dilaksanakan di Kecamatan Cina dengan di danai oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), yang sekarang dinaungi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi (Ristek/BRIN).

Kegiatan ini pada umumnya lebih banyak terkonsentrasi pada tingkat Desa, karena di tingkat desa, entitas kegiatan PKH menyentuh dan dirasakan langsung oleh warga masyarakat. Pelaksanaan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Puangrimaggalatung dengan mitra PKH melalui kaum perempuan (ibu-ibu penerima bantuan PKH) dimulai dengan memberikan motivasi kewirausahaan, supaya tumbuh semangat untuk memulai wirausaha sebagai sebuah solusi dalam peningkatan penghasilan keluarga.

Baca Juga  Bupati Bone Lepas Bantuan Sosial Beras Untuk 10 Juta KPM PKH

Selanjutnya dilakukan pembinaan keterampilan social preneur sesuai dengan skala usaha yang dilaksanakan terutama terkait kebutuhan rumah tangga yang meliputi pembuatan sabun cuci, jajanan tradisional dan teknik menjahit untuk kegiatan konveksi. Model kegiatan pada pengabdian masyarakat ini meliputi pengenalan social preneur, sharing, tanya jawab, diskusi dan praktik.

Pada model pengenalan berwirausaha, narasumber memberikan materi terkait motivasi, manajemen kewirausahaan, manajemen keuangan dan strategi pemasaran produk yang dihasilkan. Narasumber juga memberikan materi disertai dengan sharing terkait berwirausaha dan dari semua ibu binaan, mereka belum memiliki pengalaman terkait bagaimana melaksanakan sebuah usaha.

Pada model praktik, ibu-ibu binaan diwajibkan untuk menggunakan protocol kesehatan untuk menghindari penyebaran Covid-19, mereka diajarkan cara pembuatan sabun cuci, cara membuat jajanan tradisional yang digemari oleh pasar, dan teknik penjahitan untuk pelaksanaan usaha konveksi dengan menyediakan mesin jahit yang didanai oleh Kemendikbud dan Ristek/BRIN.

Pengabdian masyarakat melalui social preneur yang dilakukan ini sangat bermanfaat dan berdampak positif bagi ibu-ibu binaan, dalam hal ini UMKM ‘Ma’Barakka” yang dirintis oleh ibu-ibu binaan pada saat pelaksanaan kegiatan ini, sangat antusias mengikuti setiap kegiatan pendampingan yang diberikan oleh narasumber yang memiliki kompetensi di bidang tersebut.

Bagi UMKM “Ma’Barakka”, manfaat yang dirasakan sangat berdampak positif karena menghasilkan produk sendiri, memanajemen sendiri usahanya serta melakukan pemasaran melalui teknologi informasi, sehingga tampilan hasil produknya lebih bervariasi, menarik, akan tetapi tetap menjaga kualitas produk yang dihasilkan.

Sedangkan bagi mitra, kegiatan ini menjadi inspirasi dan motivasi dalam memanfaatkan potensi masyarakat sebagai penerima bantuan PKH.

Oleh :

Dr. Yusriadi, M.Si (Ketua STIH Pengayoman & Dosen STIA Puangrimaggalatung) Saidna Zulfiqar bin Tahir (Ketua LPPM Univeristas Iqra Buru) Awaluddin (Ketua LPPM STIA Puangrimaggalatung) Misnawati (Pelaksana Program Keluarga Harapan)

Tinggalkan Balasan

OPINI

Hari Jadi Kota Makassar ke-418 yang diperingati tahun ini bukan sekadar penanda usia dalam hitungan kalender sejarah. Ia adalah momentum kolektif untuk menengok kembali akar peradaban kota ini, sekaligus mengukur arah langkah kita di masa depan. Di usia yang nyaris lima abad, Makassar telah menempa dirinya sebagai kota pelabuhan yang strategis, ruang perjumpaan lintas bangsa, dan pusat perdagangan di kawasan timur Nusantara. Identitas historis inilah yang menjadi fondasi bagi Makassar untuk terus tumbuh sebagai kota dengan karakter kuat: terbuka, tangguh, dan berorientasi maritim. Sejarah mencatat bahwa Makassar tidak tumbuh dalam ruang kosong. Kerajaan Gowa-Tallo, kejayaan pelabuhan Somba Opu, serta jejak…

OPINI

Oleh: Andi Muzakkir Aqil, SH., MH / Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya tidak hanya merusak individu, tapi juga mengoyak keberdayaan kolektif anak negeri. Mereka yang tersekap adiksi tak cuma kehilangan potensi. Dalam skala makro, fenomena ini berpotensi memutus mata rantai inovasi bangsa sekaligus merapuhkan narasi besar tentang Indonesia Emas 2045.  Maka sangat beralasan bila investasi negara pada generasi bangsa tidak melulu urusan bangku sekolah. Menjauhkan mereka dari jerat narkoba adalah investasi tak kalah penting di tengah penetrasi jaringan narkoba transnasional yang menunggangi kemajuan teknologi digital. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Badan Narkotika…

EDUKASI

Penulis: Zainal Ibrahim, S.Pd., MM. (Ketua PGRI Kecamatan Awangpone) Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Hijriah, melainkan momen spiritual yang mengajak kita untuk merefleksikan diri dan memulai langkah baru yang lebih bermakna. Bagi kaum pelajar, khususnya generasi muda bangsa, Muharram menjadi pengingat penting bahwa pendidikan dan karakter adalah fondasi utama dalam membangun peradaban yang unggul. Hijrah Rasulullah SAW dari Mekkah ke Madinah bukan semata perpindahan fisik, tetapi simbol transformasi menuju kondisi yang lebih baik: dari penindasan menuju kebebasan, dari ketidakadilan menuju keadilan. Semangat hijrah ini dapat di internalisasi dalam dunia pendidikan dengan mendorong…

OPINI

Penulis: ABDUL RAHIM,S.Pd.,M.Pd. (Ketua Forum Pemuda Tani Indonesia Kab. Bone) Indonesia sebagai salah satu negara yang termasuk dalam wilayah tropis memiliki potensi pertanian yang sangat baik. Sebagai negara agraria, Indonesia memiliki potensi yang besar dan sumber daya alam yang melimpah dalam produk pertanian. Pertanian merupakan salah satu sektor yang berperan besar dalam perekonomian Indonesia, tak terkecuali untuk perekonomian di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Di mana sebagian besar masyarakatnya bertumpu pada sektor ini. Kontribusi sektor pertanian sangat berpengaruh terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional yang memberikan pendapatan bagi sebagian besar rumah tangga Indonesia. Menyerap 35,9% dari total angkatan kerja dan menyumbang 14,7% bagi GNP Indonesia…

OPINI

Judul di atas merupakan headline Tema Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2025 yang ke-79 sekaligus peraayaan kelahiran organisasi pers tertua di Indonesia yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang tahun ini diselenggarakan di Ibu Kota Kalimantan Selatan, Banjarmasin dengan Sub Tema HPN 2025 yakni lokal “Kalsel Gerbang Logistik Kalimantan”. Pengusungan tema nasional di peringatan HPN tahun ini tentu tidak lahir begitu saja, akan tetapi sarat makna historis bahwa pers memiliki peran kunci dalam perjalanan bangsa ini. Tidak hanya diawal memproklamirkan kemerdekaan republik ini, namun pers memiliki posisi strategis dalam mendukung program pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan bangsa. Pers sebagai pilar demokrasi…

OPINI

Penulis : Nurfadilah Jurusan : Ekonomi Syariah Kelompok 3 Mahasiswa Semester : 7 Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bone Di tengah hamparan sawah yang menghijau dan deretan rumah panggung khas Bugis yang menjulang, Kabupaten Bone menyimpan potensi besar dalam pengembangan keuangan publik Islam. Daerah yang dikenal sebagai bekas Kerajaan Bone ini, dengan warisan budaya dan nilai-nilai keislaman yang kuat, memiliki fondasi kokoh untuk mengimplementasikan sistem keuangan yang berlandaskan syariah. Bone, dengan populasi Muslim yang dominan dan kultur masyarakat yang memegang teguh nilai-nilai agama, sesungguhnya telah lama mengenal konsep keuangan publik Islam. Tradisi “mappasidekkah” atau bersedekah, yang telah mengakar…

DAERAH

BONE – Terpilihnya H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos, MM dan Dr H. Andi Akmal Pasluddin, SP., MM menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bone Sulawesi Selatan Periode 2024-2029 menjadi tonggak baru pemerintahan di Kabupaten Bone. Gegap gempita pesta demokrasi, Pilkada Bone 2024 telah membuktikan bahwa pasangan dengan tagline BerAmal ini menjadi harapan baru di tanah beradat, daerah yang berjuluk Bumi Arung Palakka. Masyarakat tentunya menitip harapan perubahan, kemajuan agar bisa terwujudnya Harapan Gemilang dalam mewujudkan Masyarakat Bone yang Berdaya, Ramah, Maju dan Akuntabel (BERAMAL), Bone yang Lebih Baik, Bone Maberre (Mandiri, Berkeadilan dan Berkelanjutan). Untuk mewujudkan BONE BERAMAL, maka dibutuhkan langkah…

OPINI

Suatu waktu penulis bertemu dengan teman lama. Ia bukan orang lain, tapi teman akrab satu sekolah yang lama baru ketemu kembali. Seperti lazimnya orang berteman dan lama baru ketemu, tentu banyak menguliti pertanyaan kabar, pekerjaan, hingga pertanyaan sudah berkeluarga atau sudah punya anak berapa. Memang pertanyaan ini kadang susah dihindari, entah motifnya ingin benar-benar tahu keadaan temannya atau hanya ingin memastikan bahwa teman saya ini sudah berhasil atau sudah punya keluarga atau sudah sukses. Singkat cerita saya bertanya ke dia “Kemana aja selama ini bro ? Kamu sekarang sukses ya? Kerja apa sekarang ? Sudah punya anak berapa sekarang? Tanyaku…