KABARBONE.COM, BONE – Pemerintah Kabupaten Bone mulai serius untuk melakukan pengembangan obyek wisata Tanjung Pallette.
Pengembangan Wisata Tanjung Palette yang terletak di Kelurahan Pallette, Kecamatan Tanete Riattang Timur ini diharapkan bisa memacu pertumbuhan ekonomi kreatif dan memacu peningkatan sumber pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wisata.
Salah satu kendala pengembangan Wisata Tanjung Pallette, persoalan anggaran.
Selain itu, wisata unggulan Kabupaten Bone ini belum sepenuhnya bisa menarik magnet wisatawan karena fasilitas yang belum memadai, sehingga pemasukan sektor parisawata ini maksimal.
Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bone Andi Promal dan Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Bone H. Alimuddin Massapa, pun melakukan kunjungan kerja di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Jakarta.
Dihadapan Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur kementerian pariwisata Dwi Marhen Yonodi, Andi Akmal mempersentasikan Master Plan Pengembangan Wisata Tanjung Pallette.
Andi Akmal menuturkan, Pemkab Bone bertekad menjadikan Bone sebagai daerah tujuan wisata.
“Bone memiliki potensi wisata yang luar biasa. Termasuk wisata air, wisata alam, hingga wisata budaya,” terangnya, Rabu (22/5).
Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bone Andi Promal Pawi menjelaskan rencana pengembangan objek Wisata Tanjung Pallette
“Pak Wakil Bupati (Andi Akmal, red) mempresentasikan rencana pengembangan objek Wisata Tanjung Palette dan potensi Bone kedepan di sektor Pariwisata, yang kaya akan objek wisata 3 dimensi. Selain wisata allam, wisata budaya juga menjanjikan ke depan untuk dikembangkan kedepan apalagi Kabupaten Bone sebagai pusat kebudayaan bugis,” jelasnya.
Kata Andi Promal dengan pembangunan objek wisata Tanjung Pallette nantinya akan menjadi pusat pelaksanaan even wisata, bukan hanya even Dinas Pariwisata, tapi semua sektor termasuk swasta dan komunitas.
“Sehingga pelaksanaan even ke depan dapat mendatangkan wisatawan lokal dan mancanegara sehingga Bone kedepan bukan menjadi daerah singgah wisata tapi sudah menjadi daerah tujuan wisata, dengan memujudkan misalnya satu kecamatan, satu desa wisata,” ungkap Andi Promal.
Ia pun mengatakan untuk pembangunan kawasan wisata Tanjung Pallette perlu ditopang oleh anggaran DAK pusat maupun pihak investor yang ingin menanamkan sahamnya.
“Tapi yang paling penting adalah bagaimana Tanjung Pallette ini yang sudah menjadi icon pariwisata Bone. Ke depan kita bangun sesuai dengan master plan yang sudah dibuat dengan mengusahakan bantuan, kegiatan DAK atau mencarikan investor yg mau menanamkan sahamnya di Tanjung Pallette,” kuncinya. (*)















