BONE, KABARBONE.COM – Suasana khidmat menyelimuti Aula Lateya Riduni, Kabupaten Bone, Senin (25/5/2026), saat Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan Kepala Desa Terpilih Pergantian Antar Waktu (PAW) hasil Pilkades PAW 2026.
18 kepala desa yang dilantik merupakan hasil Pilkades Antar Waktu yang digelar Kamis (21/5) belum lama ini.
Pelantikan tersebut turut didampingi Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, MM serta dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bone.
Dalam sambutannya, Bupati Bone menegaskan bahwa jabatan kepala desa bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah besar yang lahir dari kepercayaan masyarakat.
Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan pasca kontestasi Pilkades.
“Terpilih sebagai kepala desa merupakan amanah dari masyarakat. Maka dari itu tidak ada lagi kubu-kubu. Semua harus menjadi bagian dari kita,” tegasnya.
Ia menambahkan, perbedaan pilihan politik yang terjadi selama Pilkades harus segera diakhiri.
Tidak boleh ada lagi sekat yang dapat menghambat pembangunan desa.
“Rangkul semua, tidak ada lagi perbedaan warna. Tujuan kita satu, bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Asman Sulaiman juga membagikan refleksi kepemimpinannya sejak awal menjabat sebagai Bupati Bone.
Menurutnya, keberanian dalam bekerja lahir dari kekuatan kolaborasi dan dukungan tim yang solid.
“Saya tidak pernah takut bekerja karena dikelilingi orang-orang hebat, mulai dari Ketua DPRD, Dandim, Kapolres hingga seluruh jajaran Forkopimda dan OPD,” ujarnya memberi motivasi kepada para kepala desa yang baru dilantik.
Lebih jauh, ia mengingatkan pentingnya peningkatan kapasitas kepala desa, khususnya dalam memahami tata kelola pemerintahan dan literasi keuangan desa.
Hal tersebut dinilai penting untuk menciptakan pemerintahan desa yang akuntabel serta terhindar dari persoalan hukum.
“Jangan pernah berhenti belajar tata kelola desa. Belajar secara mandiri literasi keuangan supaya kita tidak terkontaminasi persoalan hukum. Gali potensi desa yang ada,” pesannya.
Selain fokus pada pembangunan desa, para kepala desa juga diharapkan mampu mendukung program strategis nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penguatan Koperasi Merah Putih.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bone, Andi Akbar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan Pilkades PAW, termasuk peran media dalam menjaga iklim informasi yang sehat.
Menurutnya, edukasi yang terus diberikan kepada masyarakat turut menciptakan Pilkades yang aman, lancar, dan kondusif.
Ia berharap hasil Pilkades benar-benar menjadi representasi pilihan masyarakat.
“Seluruh elemen masyarakat diharapkan bersatu kembali dan mendukung siapapun kepala desa yang terpilih demi kemajuan desa bersama,” ujarnya.
2027-2029 Kembali Digelar Pilkades Susulan
Ke depan, agenda demokrasi desa di Kabupaten Bone masih akan berlanjut. Pada 2027 mendatang, Pilkades Serentak Tahap III dijadwalkan berlangsung di 10 desa, ditambah dua desa yang akan menggelar Pilkades PAW di Desa Jompie, Kecamatan Ulaweng dan Desa Lebbae, Kecamatan Ajangale.
Selanjutnya, pada 2029 akan digelar Pilkades serentak di 144 desa, dan sisanya akan dituntaskan pada 2030 bagi desa yang belum melaksanakan pemilihan pada tahapan sebelumnya.
Pelantikan kepala desa PAW tahun ini pun menjadi momentum penting untuk menutup kompetisi, memperkuat persatuan, serta membuka ruang kolaborasi demi terwujudnya desa-desa yang maju dan sejahtera di Kabupaten Bone. (*)















