BONE, KABARBONE.COM – Suasana Sabtu, pagi, 26 Juli 2025, di Lapangan Sepak Bola Desa Bacu, Kecamatan Barebbo, terasa berbeda.
Bukan karena pertandingan atau turnamen olahraga, melainkan karena riuh tawa dan antusiasme puluhan anak SD yang larut dalam kegiatan literasi.
Sekitar 50 siswa dari SDN 213 Bacu dan SD/Inpres 12/79 Bacu berkumpul dengan wajah sumringah, mengikuti Festival Literasi Anak yang digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2025.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bone, berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Bacu.
Kegiatan ini tidak hanya sekadar simbolik. Lapangan desa yang biasanya jadi arena olahraga, disulap menjadi ruang terbuka penuh warna dengan buku, papan baca, permainan edukatif, hingga sesi dongeng interaktif. Anak-anak menyambutnya dengan semangat luar biasa.
Literasi dari Desa, untuk Masa Depan Anak Bangsa

Kepala Dispusip Bone, Andi Musafir, S.Pi, yang hadir langsung di lokasi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif desa dalam mendekatkan dunia baca kepada anak-anak.
“Pemerintah Desa Bacu telah menjadi pionir dalam membumikan gerakan literasi dari desa. Ini bentuk sinergi yang luar biasa dalam mendukung generasi masa depan yang cerdas dan berpengetahuan,” ucapnya.
Ia hadir bersama Kabid Pengembangan Dispusip, Arifin, dan fasilitator literasi Bone, Wahidah S.Pd., M.Pd, yang turut mendampingi berbagai kegiatan literasi tersebut.
Desa yang Peduli Buku dan Anak
Kepala Desa Bacu, Andi Darmawati, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan kali pertama pihaknya terlibat dalam gerakan literasi.
“Kami ingin anak-anak di desa tumbuh dalam lingkungan yang mendorong rasa ingin tahu dan cinta membaca. Literasi adalah pondasi bagi masa depan mereka,” jelasnya dengan penuh semangat.
Turut hadir pula Kepala Desa Cempaniga Andi Marwan, Bhabinkamtibmas Bripka Syamsu Alam, S.Sos, Babinsa Kopda Badaruddin, Pengelola Perpustakaan Mandiri Desa Bacu, serta jajaran pengurus PKK yang aktif mendampingi anak-anak.
Lebih dari Sekadar Buku
Festival ini bukan sekadar ajang membaca, tetapi perayaan keceriaan anak-anak yang sering luput dari sorotan. Melalui kegiatan ini, semangat literasi tak hanya hadir di ruang kelas, tapi merasuk hingga ke halaman rumah dan lapangan desa.
Bagi anak-anak Desa Bacu, Hari Anak Nasional 2025 menjadi momentum menyenangkan: membaca di alam terbuka, bermain sambil belajar, dan yang paling penting, merasa dihargai dan diberdayakan.
Dan bagi pemerintah dan masyarakat, ini adalah bukti bahwa membentuk generasi berkualitas bisa dimulai dari hal sederhana: mengajak anak membaca, menyentuh buku, dan mengimajinasikan masa depan dari sudut desa. (*)















