KABARBONE.COM, BONE – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bone, dengan tegas mengutuk aksi pemerasan yang dilakukan oleh oknum yang mencatut nama wartawan dalam menjalankan aksinya.
PWI Bone menilai tindakan tersebut mencoreng citra profesi jurnalistik dan merugikan insan pers yang bekerja secara profesional.
Dalam pernyataannya, Suparman Warium selaku Ketua PWI Bone menegaskan bahwa PWI tidak akan mentolerir segala bentuk penyalahgunaan profesi wartawan untuk kepentingan pribadi maupun tindakan kriminal.
“Kami sangat menyayangkan adanya oknum yang mengaku sebagai wartawan dan melakukan pemerasan. Hal ini tidak hanya merusak nama baik wartawan, tetapi juga menurunkan kepercayaan publik terhadap media. Kami mendukung penuh penegakan hukum terhadap pelaku,” tegas Suparman, Rabu (2/7/2025).
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih selektif dan tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang mengaku sebagai wartawan tanpa identitas jelas atau tidak terdaftar di organisasi pers resmi.
Suparman turut mengingatkan kepada seluruh wartawan, khususnya anggota PWI Bone, agar senantiasa menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan menjaga marwah profesi.
Sebelumnya viral diberitakan, aksi dugaan pemerasan dilakukan, Arfan Rahman (AR) alias Appang harus berurusan dengan kepolisian dengan dugaan kasus pemerasan.
Pegawai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Wae Manurunge itu dilaporkan ke polisi oleh pengusaha kosmetik bernama Sri Fardila pada Senin (30/6/2025).
Hal itu terungkap saat Sri Fardila mendatangi Sekretariat Forum Bersama (Forbes) Anti Narkoba Kabupaten Bone di Gedung Pemuda, Jalan Kawerang, Kota Watampone pada Senin (30/06/25) malam.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp11 juta .
Selain mengatasnamakan Forbes, menurut Sri, pelaku telah melakukan tindakan yang sama mengatasnamakan wartawan dan juga mengatasnamakan Polda Sulawesi Selatan.
dari keterangan korban, pelaku meminta uang sejumlah Rp 8 juta untuk wartawan, Rp1,6 juta untuk biaya pembelian kursi Sekretariat Forbes dan Rp 1,4 juta untuk tamu dari Polda Sulsel. (*)














