8 Deklarator KAMI Ditangkap Polisi, Natalius Pigai: Negara Sudah Bertindak Kriminal

8 Deklarator KAMI Ditangkap Polisi, Natalius Pigai: Negara Sudah Bertindak Kriminal

NASIONAL

KABARBONE.COM, JAKARTA – Aktivis HAM Natalius Pigai bereaksi atas ditangkapnya 8 deklarator KAMI di Jakarta dan Medan. Menurutnya pemerintah telah melakukan pelanggaran fundamental karena telah memberangus kebebasan berpendapat dari tokoh-tokoh yang dianggap kritis. “Pemerintah tidak boleh melarang hak-hak fundamental; kebebasan berpikir, berperasaan dan berpendapat.” ujarnya dilansir pojoksatu.com, Selasa 13 Oktober 2020 Tidak adanya jaminan dari negara terhadap kebebasan berpendapat dan kritik membuat negara sudah melakukan tindakan kriminal atas demokras bernegara. “Jika hak-hak elementer saja dilarang negara maka negara sudah lakukan tindakan kriminal terhadap demokrasi dan negara, semakin destruktif terhadap hak hidup rakyatnya,” kata dia. Mabes Polri mengumumkan telah mengamankan 8…

12 Pelajar di Bone Diamankan Polisi Saat Hendak Ikutan Aksi Demo Tolak UU Omnibus Law

12 Pelajar di Bone Diamankan Polisi Saat Hendak Ikutan Aksi Demo Tolak UU Omnibus Law

NEWS

KABARBONE.COM, WATAMPONE – Sebanyak 12 pelajar dibawah umur yang diduga hendak ikut melakukan aksi Demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja di gedung DPRD Bone, Jalan kompleks GOR Lapatau Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone, Sabtu, 10 Oktober 2020, diamankan oleh persnonel Polres Bone. Diduga ke 12 pelajar ini akan menyusup ikut dalam aksi demosntrasi yang digelar Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Bone terkait penolakan pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja, di Kantor DPRD Bone, Sabtu (10/10 sekitar pukul 16.00 Wita, sore Saat diamankan, polisi juga menemukan spaduk kain bertuliskan “DPR Tarik Simongko”. Polisi juga menemukan grup WA para pelajar ini…

Sasa, Mahasiswi Unhas yang Viral Karena Orasi Pancasalah Saat Demo Tolak UU Ciptaker

Sasa, Mahasiswi Unhas yang Viral Karena Orasi Pancasalah Saat Demo Tolak UU Ciptaker

NEWS

KABARBONE.COM, MAKASSAR – Sasa, seorang mahasiswi Fakultas  Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, viral di media sosial. Hal ini karena orasinya mengganti Pancasila dengan “Pancasalah” saat demo tolak UU Omnibus Law, Kamis 8 Oktober 2020 lalu. Sasa, berbicara mengenai konten video orasi pancasalah miliknya yang viral. Sasa menjelaskan konten pancasalah tersebut adalah kritik terhadap segelintir penguasa yang mengubah marwah Pancasila. “Pancasalah adalah kritikan kepada pemerintah, oligarki, dan segelintir penguasa yang mengubah marwah Pancasila,” kata Sasa dilansir detik.com, Sabtu 10 Oktober 2020. Menurut Sasa, kritik kepada dirinya bahwa dia telah mengubah Pancasila sebagai dasar negara adalah hal yang tak…

150 Peserta Aksi di Kota Makassar Menghilang, Diduga Ditangkap Polisi

150 Peserta Aksi di Kota Makassar Menghilang, Diduga Ditangkap Polisi

NEWS

KABARBONE.COM, MAKASSAR – Koalisi Advokat Bantuan Hukum Rakyat (KOBAR) Makassar mengecam tindakan represif dan penangkapan sewenang-wenang yang dilakukan aparat kepolisian. Kepada peserta aksi penolak UU Cipta Kerja yang dilakukan di depan atau sekitar DPRD Sulsel, Kamis 8 Oktober 2020. KOBAR telah menerima aduan dari pihak keluarga atau kerabat. Sebanyak 28 orang, diantaranya 14 mahasiswa, 2 pekerja, 6 pelajar dan anak dibawah umur tidak diketahui keberadaanya. Sementara data yang dihimpun KOBAR berdasarkan informasi, sebanyak 150 peserta aksi diduga ikut ditangkap. “Bahkan bisa jadi lebih dari itu,” kata Abdul Azis Dumpa, Advokat KOBAR, Jumat 9 Oktober 2020. Atas pengaduan tersebut, pada pukul…

Demo Tolak Omnibus Law di Makassar Ricuh, Massa dengan Polisi Saling Serang

Demo Tolak Omnibus Law di Makassar Ricuh, Massa dengan Polisi Saling Serang

NEWS

KABARBONE.COM, MAKASSAR – Aksi demontrasi menolak pengesahan omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) oleh gabungan mahasiswa dan buruh di Kota di Makassar, Sulawesi Selatan berlangsung ricuh, Kamis 8 Oktober 2o20, kemarin. Massa tanpa henti menyerang polisi dengan batu hingga tembakan petasan. Di lokasi aksi, massa yang tergabung dari buruh hingga mahasiswa awalnya terkonsentrasi dari depan gedung DPRD Sulawesi Selatan di Jalan Urip Sumoharjo hingga flyover Urip Sumoharjo. Sekitar pukul 17.10 Wita, kericuhan mulai pecah, petugas memukul mundur massa dengan tembakan gas air mata dan water cannon. Seketika massa yang terpukul mundur terkonsentrasi di 3 titik. Pertama di jalur menuju Jalan Tol Reformasi dari…

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.