MAKASSAR, KABARBONE.COM – Nama Yasika Aulia Ramadhani kembali jadi sorotan usai keterlibatannya dalam peresmian Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bone.
Kritik muncul, mulai dari tudingan monopoli hingga dominasi pengelolaan dapur MBG. Namun di sisi lain, sejumlah pihak justru membela langkah perempuan 20 tahun itu.
Yasika yang juga anak kandung dari Wakil Ketua DPRD Sulsel Yasir Machmud ini diketahui mengelola 41 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Makassar, Parepare, dan Bone.
Beberapa pihak menilai jumlah tersebut sebagai bentuk penguasaan. Namun pembelaan datang dari Lembaga Pemerhati Pemerintahan, Ekonomi, dan Demokrasi (LP2D) Sulsel dan Badan Gizi Nasional (BGN), yang menegaskan bahwa mekanisme pendirian SPPG tidak mengenal privilege individu.
Direktur LP2D, Furqan Al-Azhar, menilai aktivitas Yasika justru memberi efek ganda bagi masyarakat dan membuka lapangan kerja untuk warga lokal.
“Saya menilai program ini bukan hanya soal gizi, tapi juga menggerakkan ekonomi warga dan UMKM lokal,” kata Furqan, Kamis (20/11).
Ia menegaskan bahwa rantai pasok yang dibentuk SPPG akan memberi pasar harian bagi petani, peternak, dan pedagang kecil.
“Ini ekonomi kerakyatan yang hidup dari bawah,” tegasnya.
Furqan juga mengatakan keterlibatan anak muda seperti Yasika harus dipandang positif selama transparansi dijaga. “Kritik boleh, tapi jangan menutup mata bahwa dampak ekonominya nyata,” ujarnya.
Pembelaan makin kuat setelah Kepala BGN, Dadan Hindayana, buka suara. Ia memastikan tidak ada monopoli dalam pendirian SPPG.
“BGN tidak mengenal siapa yang mengajukan karena mekanismenya berbasis portal. Yang kami kedepankan adalah profesionalisme dan kelengkapan dokumen,” tegasnya.
Dadan juga menegaskan bahwa BGN telah membatasi jumlah kepemilikan SPPG bagi yayasan, kecuali yang melekat pada institusi tertentu.
Ia bahkan menyebut percepatan SPPG sebagai langkah strategis memenuhi hak gizi anak.
“BGN sangat terbantu dengan kecepatan pembentukan SPPG,” ujarnya.
Menurut Dadan, partisipasi pihak swasta termasuk Yasika adalah bentuk investasi, bukan penggunaan anggaran negara.
“BGN berterima kasih kepada siapa pun yang bersedia berinvestasi. Mereka pejuang merah putih dalam mempercepat program MBG,” tambahnya.
Meski begitu, beberapa pihak tetap meminta penguatan mekanisme transparansi untuk memastikan program MBG berjalan adil dan akuntabel.
Namun bagi LP2D dan BGN, langkah Yasika sudah sejalan dengan aturan dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
Wagub dan Ketua DPRD Sulsel Hadir di Lauching SPPG Yasika

Diketahui peluncuran 10 titik dapur bergizi dan launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Merdeka 1 dan 2 yang dikelola Yasika Grup dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, Wakil Ketua DPRD Sulsel Yasir Machmud, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin dan para Anggota DPRD Sulsel lainnya.
Kegiatan berlangsung di Jalan Merdeka Watampone, Jumat (14/11/2025) lalu.
Dalam kesempatan itu Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin menegaskan bahwa dengan kehadiran program MBG dan pengelolaan SPPG selain untuk meningkatkan gizi anak, juga menumbuhkan ekosistem pemberdayaan masyarakat lokal dan kesempatan kerja.
Kata Andi Akmal, Program MBG dan SPPG juga dinilai strategis dalam membuka lapangan kerja baru. Dengan 80 SPPG beroperasi, diproyeksikan ada 4.000 tenaga kerja yang terserap.
“Tenaga kerja yang terserap kita harapkan berasal dari keluarga pra sejahtera sehingga manfaatnya langsung dirasakan masyarakat bawah,” jelasnya.
Wabup turut menyampaikan apresiasi kepada Yasika Group atas kontribusinya dalam mendukung implementasi program MBG di Bone.
“Terima kasih kepada Yasika Group yang telah berkontribusi dalam mendukung program MBG. Kita bahkan bisa menjadi daerah kedua yang paling siap dalam implementasi ini,” pungkasnya. (*)















