KABARBONE.COM, BONE – Hujan lebat yang melanda wilayah Kabupaten Bone menyebabkan sejumlah wilayah kecamatan terdampak banjir, Sabtu (5/7/2025).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone mendata ada 9 wilayah kecamatan di Bone yang cukup parah yakni wilayah Kecamatan Palakka, Awangpone, Mare, Tonra, Ulaweng, Ponre, Kahu, Kajuara, dan Tanete Riattang Timur.
“Untuk sementara masih menunggu laporan, tapi yang masuk sudah ada 9 kecamatan dan tidak menutup kemungkinan bertambah” keterangan Kepala BPBD Kabupaten Bone, Andi Muhammad Ikbal kepada kabarbone.com, Sabtu sore (5/7/2025).
Akibat banjir tersebut, dilaporkan merusak sejumlah infrastruktur jembatan di sejumlah wilayah desa.
“Untuk jambatan yang mengalami kerusakan, baru 3 lokasi yang masuk di Palakka Desa Siame, kecamatan kahu, dan kajuara,” terang Andi Ikbal.
Andi Ikbal melanjutkan telah menetapkan status darurat untu 14 hari ke depan mulai hari ini atas instruksi Bupati Bone Andi Asman Sulaiman.
“Sementara di lakukan asssement dan menunggu laporan insidentil dari masing-masing wilayah kecamatan. Dan di tindak lanjuti dengan SK Tanggap Darurat berlaku 14 hari kedepan mulai tanggal hari ini,” pungkasnya.
Sedangkan Camat Palakka Andi Timbang Terima membenarkan wilayahnya termasuk daerah yang terdampak banjir.
Kata dia, debit air sungai Palakka yang meluap menyebabkan 3 jembatan di desa di wilayahnya hanyut.

“Semua wilayah di kecamatan Palakka terdampak banjir. yakni Desa Siame, Desa Usa dan Desa Tana Tengnga. Jembatan di Desa Usa dan Desa Tana Tengnga yang dibangun menggunakan dana desa juga hanyut terbawa arus, kalau di Desa Siame hanya atapnya yang hanyut,” jelasnya.
Kata Andi Timbang saat ini ia telah melakukan pemantauan di wilayahnya dan terjun langsung di desa yang terdampak dan mengeluarkan imbauan agar masyarakat antisipasi cuaca ekstrim.

Dari informasi yang dihimpun, wilayah yang cukup terdampak yakni di Desa Libureng Kecamatan Tonra, Jalan Poros Bone -Sinjai.

Tinggi air mencapai setinggi orang dewasa, dengan arus yang deras, dan tidak bisa diakses kendaraan.
Sawah dan tambak di daerah tersebut nampak rata melewati pematang akibat banjir dan mengancam petani padi dan penambak merugi (*)















