Kepala Desa di Bone Pecah Kongsi, Terbelah Jelang Pilkada ?

KABARBONE.COM, BONE – Para kepala desa di Bone disinyalir pecah kongsi dan terbelah menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada Bone) November mendatang.

Pemicunya diduga adanya gelombang besar yang dimotori kepala desa milenial yang tidak puas dengan kinerja nahkoda Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Bone sebelumnya dan mendorong pemilihan ketua baru.

Bacaan Lainnya

Hasilnya Musyawarah Cabang (Muscab) ke IV Apdesi Bone yang digelar hari ini Rabu (10/7/2024) di Hotel Novena melahirkan nahkoda baru.

H. Rusli Kepala Desa Bulu Tanah Kecamatan Kajuara merupakan satu-satunya kandidat terpilih secara aklamasi.

Steering Komite yang dipimpin langsung oleh Ketua Saifullah Latief, Sekretaris Andi Muh. Salam dan Andi Irwandi Natsir langsung menetapkan H.Rusli sebagai Ketua Apdesi Bone

Ketua Panitia Pelaksana Muscab Apdesi ke IV Irfan Rahim mengatakan total kepala desa yang hadir di muscab Apdesi sebanyak 226 kepala desa dari Perwakilan 24 kecamatan.

Ia mengatakan bahwa kehadiran ketua Apdesi Bone yang baru diharapkan dapat mengembalikan marwah organisasi agar kinerja dan sinergitas kepala desa ke depan dalam membangun desa dapat lebih maksimal.

“Jadi ini tidak ada kaitannya dengan pilkada ataupun manuver politik. Ini murni kepentingan organisasi ke depan. Bagaimana kita mengembalikan marwah organisasi Apdesi agar lebih transparan ke depan dan bisa menjadi rumah besar bagi kepala desa di Bone,” jelas Kepala Desa Gattareng Kecamatan Salomekko ini, Rabu (10/7/2024).

Sedangkan Ketua Apdesi Bone terpilih H Rusli yang dikonfirmasi lewat sambungan telepon belum memberikan keterangan.

Baca Juga  Kepengurusan Apdesi Bone Pimpinan Andi Mappakaya Amir Segera Dibentuk

Terpisah, Andi Mappakaya Amir yang juga merupakan Ketua Apdesi Bone sebelumnya mengatakan bahwa kepala desa di Bone tidak terbelah akan tetapi organisasi yang berbeda.

Kepala Desa Tadang Palie Kecamatan Ulaweng ini menjelaskan bahwa Apdesi yang melaksanakan muscab hari ini dengan Apdesi yang dipimpinnya berbeda dan sama-sama memiliki dasar hukum dan kepengurusan hingga tingkat pusat yang berbeda.

“Jadi apdesi ini memang ada dua, kalau dikubu kami yakni Assosiasi yang disebelah Asosiasi dan semuanya sah tapi akronim yang sama yakni Apdesi,” jelasnya.

Ia pun mengatakan Apdesi versi dia juga akan melaksanakan Muscab untuk memilih nakhoda baru.

“Kita juga punya anggota lebih 200 kepala desa. Akhir Juli kita pelaksanan muscab. Semua teman-teman kepala desa kami juga berikan ruang untuk maju nanti di muscab,” ungkapnya saat dihubungi kababrbone.com, Rabu (10/7).

Diketahui jumlah kepala desa di Bone sebanyak 328 dari 24 kecamatan.

Perpecahan kubu Apdesi ini ditengarai oleh adanya beda pandangan terhadap dukungan tiga periode kepada Jokowi saat jelang pemilu lalu.

DPP Apdesi versi Surtawijaya merupakan organisasi tak berbadan hukum yang terdaftar di Kemendagri yang saat itu mendukung Jokowi 3 periode.

Di Bone Apdesi versi Surtawijaya diketuai oleh H Rusli hasil Muscab Apdesi Bone yang digelar hari ini.

Sedangkan DPP Apdesi versi Arifin Abdul Majid merupakan perkumpulan organisasi kemasyarakatan yang terdaftar di Kemenkumham yang menolak usungan Jokowi 3 periode saat itu.

Di Bone Apdesi versi Arifin Abdul Majid saat ini dijabat oleh Andi Mappakaya Amir dan akan menggelar muscab akhir Juli untuk memilih ketua baru.

Selain Apdesi, di Bone juga terdapat organisasi lain yang menaungi kepala desa dan perangkat desa yakni Papdesi (Perkumpulan Aparatur Desa Seluruh Indonesia) yang dinahkodai oleh Haeril Kacong Kepala Desa Ulubalang Kecamatan Salomekko. (*)

Baca Juga  176 Kades di Bone Ikuti Pelatihan Awal Masa Jabatan

Pos terkait