Korban Persetubuhan Anak di Bawah Umur Resmi Laporkan Mantan Bosnya di Polres Bone

filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: LLHDR; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 0.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

KABARBONE.COM, BONE – Korban dugaan persetubuhan anak di bawah umur inisial ML (16 tahun) dari salah satu desa Kecamatan Tellu Siattinge resmi melaporkan mantan bosnya (MSG) warga Desa Uloe Kecamatan Dua Boccoe di SPKT Polres Bone, Jalan Yos Sudarso, Kamis (4/7/2024) sore.

Ia melaporkan dugaan persetubuhan paksa yang dialaminya yang diduga dilakukan oleh mantan bosnya.

Bacaan Lainnya

Kejadiannya pada hari Jumat (21 Juni 2024 ) sore di Counter HP Dilla Sell milik MSG terduga pelaku.

Korban didampingi oleh kakak kandung laki-lakinya IZ (21 tahun) dan Aktivis Perempuan dan Anak Martina Majid.

ML menceritakan peristiwa ini bermula saat korban diajak bekerja oleh salah satu temannya di Counter HP Dilla Sell milik terduga pelaku MSG yang ia dapatkan informasi dari media sosial temannya.

Baru seminggu bekerja, korban M tiba-tiba mendapat perlakuan tidak senonoh oleh mantan bosnya itu.

Ia mengatakan, pada hari kejadian korban tiba-tiba dipanggil mantan bosnya dan memanggilnya masuk kamar terduga pelaku dengan modus ingin diajari masalah keuangan saat istri bosnya tidak ada di rumah.

“Ia memanggil saya masuk kamar, dan pelaku membuka baju saya, saya tidak sempat melawan. Karena ia menindih tubuh saya, dan melakukan persetubuhan,” kata ML dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di SPKT Mapolres Bone, Kamis (4/7/2024).

Setelah peristiwa itu, ML mengatakan masih sempat pergi bekerja dan tidak berani menyampaikan kejadian itu ke orang tuanya.

Justru ML, kembali dilecehkan oleh mantan bosnya itu tepatnya Senin (24/6/2024).

“Ia saat itu, mantan bos saya panggil saya untuk ambil air di bawa rumah, tiba-tiba kemudian datang menghampiri memeluk saya, tapi tiba-tiba teman perempuan saya datang sehingga ia lepas saya,” katanya.

Baca Juga  Kejari Bone Terima SPDP Perkara Anak di Bawah Umur Pelaku Rudapaksa

Setelah itu korban ML memutuskan berhenti bekerja dan kemudian curhat ke temannya karena tidak berani menyampaikan orang tua.

Namun setelah kakak kandung laki-lakinya mengetahui peristiwa tersebut, ia memberanikan diri menyampaikan kepada orang tuanya dan kepada pemerintah desa setempat atas peristiwa yang dialami untuk dilanjutkan proses hukum.

“Saya selaku kakak kandung korban meminta agar polisi segera menangkap pelaku. Kami sekeluarga sangat shock atas yang dialami adik kandung kami,” ungkap IZ, kakak kandung korban saat mendampingi korban melapor di SPKT Polres Bone.

Ia pun membantah kalau ada upaya keluarga meminta uang kepada terduga pelaku untuk perdamaian.

“Itu tidak benar. Kami cuma minta pelaku diproses secara hukum dan diberikan hukuman yang seberat-beratnya. Kami minta pelaku diproses karena bisa saja ada korban-korban lainnya, supaya pelaku ada efek jera,” harapnya

Atas peristiwa tersebut terduga pelaku terancam pasal berlapis yakni pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Perlindungan Anak.

Dalam Pasal 81 dan 82 Undang-Undang tentang Perlindungan Anak ini diatur bahwa pelaku pelecehan seksual terhadap anak dipidana penjara maksimal 15 tahun. (*)

Pos terkait