Syahrul Yasin Limpo Dibidik KPK, SYL : Saya Orang Bugis, Harga Diri Lebih Tinggi dari Jabatan

KABARBONE.COM, JAKARTA – Syahrul Yasin Limpo mengaku lelah usai diperiksa oleh Polda Metro Jaya selama sekitar tiga jam pada Kamis hari ini.

“Saya capek banget, sementara saya baru pulang [dari Eropa],” kata Syahrul di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Kamis (5/10/2023).

Bacaan Lainnya

Dilansir dari laman tvonenew.com, Syahrul Yasin Limpo alias SYL mengaku diminta datang ke Polda Metro Jaya oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto terkait kasus pemerasan yang diduga dilakukan oleh pimpinan KPK.

“Terkait dengan hal-hal yang dilaporkan masyarakat berkaitan dengan hal-hal yang, apa ya, seperti apa laporan itu berkait dengan terjadinya pemerasan dan lain-lain sebagainya,” ujarnya.

Dia mengaku dihadapkan oleh banyak pertanyaan. Kemudian SYL mengatakan sudah menyampaikan semua yang dibutuhkan oleh penyidik.

“Semua yang saya tahu sudah saya sampaikan, dan secara terbuka saya sampaikan apa yang dibutuhkan penyidik, dihadapi banyak banget [pertanyaan] tadi, dan prosesnya berlangsung cukup panjang hampir 3 jam,” jelasnya.

SYL Mengundurkan Diri dari Mentan

Setelah dari Polda Metro, SYL kemudian langsung bergegas menuju Istana guna menyerahkan surat pengunduran dirinya sebagai Mentan ke Mensesneg Pratikno.

Alasan pengunduran dirinya dari jabatan Mentan menyusul kasus hukum yang tengah membelitnya.
Syahrul Yasin Limpo dikabarkan sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Dia mengaku ingin fokus menghadapi proses hukum. “Alasan saya mengundurkan diri adalah ada proses hukum yang saya hadapi, dan saya harus siap menghadapi secara serius,” kata Syahrul Yasin Limpo di kantor Setneg, Jakarta.

Baca Juga  Wah ! Uang Suap Hakim Agung Sudrajad Disimpan di Kamus Bahasa Inggris

SYL memaparkan meniti karir sebagai birokrat, dan 25 tahun menjabat kepala daerah, baik di tingkat kabupaten/kota hingga provinsi. Dia mengaku terbiasa mengurus rakyat.

Hingga kemarin pun, lanjut Syahrul, dia mewakili Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Roma untuk menerima penghargaan.

“Oleh karena itu, saya hari ini memang Pak Pratik dengan sangat baik pada saya, meminta apa sih hal-hal yang dibantu. Saya orang Bugis Makassar, dan rasanya harga diri jauh lebih tinggi daripada pangkat maupun jabatan, biarkan saya hadapi ini, dan beri saya kesempatan membuktikan bahwa saya terbiasa ngurus rakyat,” tegas mantan Gubernur Sulsel ini

Surya Paloh Angkat Bicara Soal Kasus SYL

Sementara itu, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh meminta kader partainya, Syahrul Yasin Limpo, menghadap ke Presiden Jokowi di tengah kasus korupsi Kementerian Pertanian (Kementan) yang sedang diusut KPK.

Paloh mengaku meminta Syahrul alias SYL menghadap ke Jokowi untuk menyampaikan surat pengunduran dirinya sebagai Menteri Pertanian (Mentan) di kabinet Indonesia Maju.

“Atas nama DPP [NasDem] saya sampaikan, segera menghadap Presiden sampaikan surat pengunduran diri sebagai Mentan,” kata Paloh di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Kamis (5/10/2023).

Dia mengatakan meminta SYL mundur sebagai tanda penghormatan terhadap upaya penyidikan yang sedang berlangsung kepada SYL.

Selain itu, agar SYL bisa fokus dalam proses penyidikan itu. Dalam kasus ini, pihaknya menyikapinya dengan azas praduga tak bersalah dan tetap kooperatif menghadapi proses hukum yang terjadi.

“Ini yang paling penting yang saudara ketahui, NasDem tetap pada komitmen, Ada permasalahan, jangan lari dari masalah, hadapi masalah,” tegas Paloh.

Sebagai informasi, SYL diduga akan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi di Kementan yang sedang diselidiki KPK.

Baca Juga  Ketum NasDem Surya Paloh Positif COVID-19

Rumah SYL di Makassar dan rumah dinasnya di Jakarta Selatan juga sudah digeledah KPK. SYL juga menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya terkait kasus pemerasan. (*)

Pos terkait