Nahkoda Baru HMI dan KOHATI UNIM Bone Resmi Dilantik

KABARBONE.COM, WATAMPONE – Nahkoda baru Himpunan Mahasiswa Islan (HMI) dan Korps HMI Wati (KOHATI) Universitas Muhammadiyah Bone Periode 2023-2024 resmi dilantik.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipandu oleh Sekretaris Umum HMI Cabang Bone Arisandi, di Gedung GGI, Jalan Ahmad Yani, Watampone, Jumat (8/9/2023) malam.

Bacaan Lainnya

Turut dihadiri Pengurus Besar (PB) HMI Bidang Lingkungan Hidup Andi Ridho, para Pengurus MD KAHMI Bone dan para alumni, serta para kader HMI UNIM Bone dan tamu udangan dari OKP lainnya.

Bobi Febrianto Demisioner Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam HmI Komisariat Universitas Muhammadiyah Bone Periode 2022/2023 resmi menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Ketua Umum HMI UNIM Bone yang baru yakni Fahrul Fadillah.

Asniar Iskandar Demisioner Ketua Umum Korps HMI Wati Kohati himpunan mahasiswa Islam HmI Komisariat Universitas Muhammadiyah Bone Periode 2022/2023 resmi menyerahkan tonggak estafet kepada Jusma sebagai Ketua Umum Korps HmI Wati Kohati Himpunan Mahasiswa Islam HmI Komisariat Universitas Muhammadiyah Bone Periode 2023/2024.

Dalam kesempatan itu Pengurus Besar (PB) HMI Bidang Lingkungan Hidup, Andi Ridho menegaskan bahwa prosesi kaderisasi setiap angkatan dan kepengurusan di HMI UNIM Bone yang sebelumnya bernama HMI STKIP Muhammadiyah Bone sudah melalui perjalanan panjang dengan beberapa fase.

“Mulai dari angkatan pertama hingga hari ini pengurus HMI Komisariat UNIM Bone sejak tahun 2001 sudah melalui banyak fase, mulai fase perjuangan hingga fase keemasan. Kita ingin pengurus yang baru bisa lebih berakselerasi dalam melakukan kaderisasi demi terwujudnya cita-cita HMI yakni menjadi insan pencipta dan pengabdi demi terwujudnya Indonesia Adil Makmur,” ungkapnya

Baca Juga  Milad HMI ke-75, Akbar Tandjung: Keterlibatan saya di HMI adalah Panggilan Hidup

Mantan Sekum HMI Cabang Bone ini juga menegaskan bahwa kader HMI harus tampil sebagai agen perubahan dan melek politik, sehingga segala nafas perjuangan di HMI harus diaktualisasikan baik dalam konteks sosial maupun dalam konteks politik.

Apalagi kata dia HMI lahir karena alasan perjuangan keislaman dan ke Indonesian. Olehnya, kata Rido setiap kader wajib hukumnya mensupor kader yang berkotestasi dalam politik.

“Kader HMI tidak dilarang berpolitik, hanya dilarang berpartai politik ketika masih menjabat sebagi pengurus. Olehnya, kita harus support kakanda dan kader yang akan mengikuti kontestasi Pileg 2024 maupun kader yang maju Capres,” ajaknya.

“Begitupun jika ada kader HMI yang akan bertarung di Pilkada Bone ke depan. Kader HMI harus tampil sebagai pemegang estafet pemerintahan dan kepemimpinan, dan kewajiban kader mensuppor itu,” tegasnya. (dy)

Pos terkait