Kunjungi Bone, Kajati Sulsel Atensi Sejumlah Kasus di Bone

KABARBONE.COM, WATAMPONE – Kepala Kejaksaan Tinggi ( Kajati ) Sulsel, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, S.H., M.H. bersama Istri Friska Leonard Simanjuntak melakukan kunjungan kerja di Bumi Arung Palakka, Kabupaten Bone pada, Senin (20/3/2023), Pukul 14.30 Wita.

Kedatangan orang nomor satu di Kejaksaan Tinggi Sulsel ini disambut dengan adat Bone di Rumah Jabatan Bupati Bone.

Bacaan Lainnya

Kajari bersama isteri diterima langsung oleh Bupati Bone bersama Forum Koordinasi Pemerintah Daerah(Forkopimda) Kabupaten Bone.

Dalam kunjungan kerjanya di Bone, Kajati Sulsel juga dianugerahi gelar adat kehormatan oleh Dewan Adat Bone “La Makkatutu Daeng Mamase”.

La Makkatutu Daeng Mamase, maknanya sosok pemimpin yang arif dan bijaksana, sangat berhati-hati dalam menyampaikan fakta kebenaran, jujur, teguh, dan tidak membeda-bedakan demi kepentingan bangsa dan tanah air yang diamanahkan negara.

“Merupakan kehormatan bagi saya atas gelar kehormatan yang diberikan kepada kami, ketika kami diberikan penghormatan, kami akan bertanggung jawab menjaganya, tidak boleh membuat malu masyarakat Bone,” kata Leonard Eben Ezer Simanjuntak.

Kepala Kejaksaan Tinggi ( Kajati ) Sulsel, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, juga memperkenalkan diri kepada masyarakat Kabupaten Bone yang baru menjabat Kajati Sulsel kurang lebih sebulan.

Dalam kesempatan itu, Leonard dihadapan wartawan juga menyatakan atensinya atas sejumlah kasus di Bone diantaranya kasus Rudapaksa anak di bawah umur yang menyebabkan kematian dan sejumlah kasus kekerasan lainnya.

Baca Juga  Enam Orang Tersangka Mafia Tanah Pembangunan Bendungan Passelorang Ditahan Kejati Sulsel, Dua Diantaranya Kepala Desa

“Kasus rudapaksa yang menyebabkan kematian anak di bawah umur ini, tetap menjadi atensi kejari Bone. Kita ingin kasus kekerasan terhadap anak ini menjadi perhatian serius, tidak hanya dalam penegakan hukumnya, akan tetapi pencegahannya,” kata Leoanard.

Dia menyebut, komitmennya untuk menegakkan hukum tanpa mengesampinkan Restorative Justice (RJ) untuk kasus tertentu.

 

“Penegakan hukum kejaksaan yang humanis, ada RJ yang bagi tindak pidana ringan berdasarkan kearifan lokal, tidak lagi bawa ke persidangan tetapi kita lakukan perdamaian korban dan pelaku saling memaafkan,” kata Kajati Banten.

Sementara itu Bupati Bone A. Fahsar M Padjalangi mengucapkan selamat datang kepada Bapak Kajati Sulsel bersama rombongan.

Bupati Bone memperkenalkan Kabupaten Bone sebagai Kabupaten yang banyak menghasilkan pemimpin, terutamanya menteri.

“Sehingga kami dijuluki Bone Kampung Para Menteri, suatu kehormatan dan kebanggan bagi kami bapak bisa melihat langsung kondisi di Kabupaten Bone,” kata Bapak Bupati Bone.

Bupati Bone menyebutkan di Kabupaten Bone sinergitas pimpinan daerah sangat bagus dan terjadi keakraban yang sangat luar biasa.

“Kendati demikian, tupoksi kita masing masing berjalan sesuai dengan aturan, pemerintah daerah juga aktif bersama kejaksaan dalam melakukan pendampingan dan pembimbingan pada tugas kami,” kata Bupati Bone. (dy)

Pos terkait