Berikut Tiga Figur Perempuan Masuk Radar Bursa Calon Bupati Bone Pilkada 2024

KABARBONE.COM, WATAMPONE – Kepemimpinan perempuan di panggung politik nasional memang sudah tidak diragukan lagi.

Mulai dari lembaga ekskutif dan legislatif keterwakilan perempuan dianggap mumpuni menyeimbangi dominasi kepemimpinan laki-laki hari ini.

Bacaan Lainnya

Meski secara kuantitas kepemimpinan di Indonesia masih didominasi kaum laki-laki, namun secara kualitas kepemimpinan perempuan mampu memberikan gaya kepemimpinan tersendiri.

Dijabatan Presiden Indonesia pernah dipimpin oleh sosok perempuan yakni Megawati Soekarno Putri, ada nama Susi Pujiastuti Mantan Menteri Kelautan dan Menteri Keuangan Sry Mulyani.

Kepala daerah sebut saja misalnya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansya, ada nama Tri Rismaharini mantan Walikota Surabaya yang kini menjabat Menteri Sosial juga dianggap mampu menjadi pemimpin hebat di daerahnya.

Di Sulawesi Selatan kepemimpinan perempuan juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Ada nama Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari, Wakil Walikota Makassar Hj. Fatmawati Rusdi dan Indah Putri Indriani Bupati Luwu Utara yang juga politisi Partai Golkar yang sukses menduduki kursi sebagai kepala daerah perempuan yang kini sudah menjabat dua periode.

Di kabupaten Bone sendiri, sejumlah tokoh perempuan yang terjun panggung politik sudah mendapat tempat di hati oleh rakyat.

Sebut saja di DPRD Bone, ada nama Andi Purnama Sari Fraksi Gerindra, Marliati Fraksi PAN, Suharni Fraksi NasDem, dan Hj. Adriani Alimuddin Page dari Fraksi Golkar yang sukses menjadi keterwakilan perempuan di kursi legislatif.

Sedangkan untuk kursi kepala daerah bupati dan wakil bupati belum ada sosok perempuan yang pernah mencoba peruntungan tersebut di Pilkada Bone.

Baca Juga  4 Figur Birokrat Bone Potensi Jadi Kuda Hitam Cabup di Pilkada Bone 2024, Berikut Sosok dan Jejak Kariernya !

Jelang Pilkada Bone 2024, keterwakilan perempuan untuk berkompetisi terbuka lebar. Sosok perempuan dianggap mumpuni diusung untuk menjadi calon bupati maupun calon wakil bupati.

Sebut saja ada nama Wakil Ketua Golkar Bone Hj Samsiar Halid yang tak lain adalah adik Kandung Politisi Senior Golkar Nurdin Halid mulai santer disebut masuk bursa calon bupati Bone 2024.

Selain itu, ada dua figur perempuan yang berlatar belakang pengusaha disebut berpotensi meramaikan bursa cabup Bone yakni ada nama Dr. Hj. Chaerani Kaddas yang tak lain adalah Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Bone dan Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Bone Hj. Faridah Hanafing yang juga Owner Swalayan Surya Indah.

Ketiga figur perempuan ini dinilai memiliki potensi untuk meramaikan bursa bakal calon bupati dan wakil bupati di Pilkada Bone 2024.

Pengamat Politik dari Lembaga Studi Visi Nusantara Andi Saiful Marfian menjelaskan keterwakilan perempuan dalam politik telah diatur didalam UU No.10 Tahun 2008 Tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD serta UU No 2 Tahun 2008 tentang partai politik yang mengharuskan 30 % kouta untuk perempuan.

Kata dia, tidak hanya dalam partisipasi sebagai peserta politik, optimalisasi peran perempuan juga dalam mengawal dan menyelenggarakan pemilu 2024 mendatang mendapatkan porsi khusus sebagaimana yang diatur pada UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang mengatur adanya keterwakilan perempuan 30% sebagai penyelenggara pemilu.

“Pintu peluang bagi perempuan untuk ikut serta dalam mencalonkan diri sebagai pejabat publik terbuka lebar karena telah diatur oleh UU. Dan faktor kedua juga pemilih perempuan yang ada di kabupaten bone jauh lebih besar daripada pemilih laki-laki,” jelas akademisi ini.

Baca Juga  Andi Akmal Pasluddin Resmi Daftar Balon Bupati Bone

Kata Andi Saiful, jika ada perempuan yang maju dan bisa menyolidkan pemilih perempuan kesempatan mereka terpilih sangat besar

“Jika mereka mengemas isu-isu yang berhubungan tentang perempuan dan anak dengan baik kemungkinan besar mereka akan mendapatkan penerimaan tinggi terkhusus pada pemilih perempuan itu sendiri,” ungkapnya.

Lanjut dia mengatakan figur perempuan dianggap dapat mengimbangi figur laki-laki.

Dari segi nilai jual politik kata Andi Saiful, jika figur perempuan ini mampu mengemas dirinya dengan visi misi soal isu keperempuanan dan anak ini akan menjadi personal brand calon untuk mendapat voters.

“Jika ada figur perempuan yang mampu mengemas isu keperempuanan dan anak sebagai visi misi ke depan tentu akan menarik dan dapat menjadi nilai jualan politik ke depan,” tukasnya.

Lanjut dia menuturkan, partai politik hari ini pasti berkpikir realistis untuk mengusung calon ke depan. Olehnya, kata dia, jualan politik hari selain karena elektabiltas figur, tapi juga harus memiliki visi misi yang jelas yang mumpuni yang menjadi brand politik.

“Tidak ada yang tidak mungkin di politik. Figur perempuan secara histori Bone pernah dipimpin oleh sosok raja perempuan. Ini menandakan, figur calon kepala daerah dari figur perempuan jelas diterima oleh publik. PR pentingnya adalah, seberapa besar magnet figur perempuan ini untuk di lamar oleh partai,” pungkasnya. (dy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *