Ini Sosok Bruce Lee Yusuf, Pemenang Sayembara Logo HJB ke-692

 

KABARBONE.COM, WATAMPONE – Bruce Lee yang satu ini bukan aktor film laga mandarin yang tenar di tahun 80-90-an yang jago kungfu dan jago karate yang sering tayang di televisi.

Bacaan Lainnya

Bruce Lee yang satu ini bernama lengkap Bruce Lee Yusuf adalah sosok pemuda bone kreatif yang menjadi pemenang lomba sayembara logo Hari Jadi Bone (HJB) ke-692 yang ditetapkan dewan juri dari Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Bone, Kamis (17/2/2022).

Lee sapaan akrabnya mampu memikat hati juri dengan karya digitalnya itu dan keluar sebagai juara 1.

Dengan memadukan konsep aksara lontara warna keemasan untuk angka 692 dan warna hijau untuk tulisan Bone serta mengusung tema jayalah Bone, dengan warna emas, karya Lee mampu menyalip karya pesaingnya.

Bruce Lee Yusuf yang sehari-harinya bekerja di Bagian Akuntansi dan IT Kantor PDAM Wae Manurunge Bone ini ketika dihubungi mengatakan, bersyukur atas apresiasi Disbud Bone atas karyanya.

Dikatakannya, karyanya itu adalah satu bentuk kontribusi dirinya kepada pemerintah dan masyarakat Bone menjelang usia Bone 692 tahun.

Dia harapkan karyanya itu akan menjadi pemicu kepada anak Muda Bone untuk memberikan karya terbaiknya untuk kejayaan Bone.

“Dalam logo ini ada pesan yang ingin saya sampaikan. Bentuk lipatan dan gulungan angka 692 representasi tangan bergandengan “Siatting Limang,” yang melambangkan semangat persatuan dan kerjasama di tengah wabah Covid-19,” ungkap Lee yang juga ketua FK-Tagana Kab. Bone.

Lee kembali menjelaskan ulir dari songkok To Bone yang bermakna mempererat tali persaudaraan dan semangat gotong royong warga Kabupaten bone.

Baca Juga  Sompung Lolona Cenrana Bakal Gelar Pentas Seni Kritik di Kompleks Makam Raja Bone Lapatau¬†Sambut HJB Ke 692

Warna kuning/emas melambangkan martabat, kejayaan, dan hidup dalam kesejahteraan.

Warna hijau melambangkan alam yang subur, damai dan seimbang, masyarakat yang agamis/relegius.

Tulisan Bone diambil dari penggalan-penggalan aksara lontara yang melambangkan bahwa salah satu peradaban yang di akui Dunia adalah memiliki aksara sendiri

“Nama font : yellowteil, memiliki kesan dinamis sebagai salah satu sifat yang energic dan aktif,” ungkap pembina Fotografer Bone ini.

Lee diakhir percakapan dengan redaksi kabarbone.com mengatakan, jika Bone merupakan salah satu kerajaan di Nusantara yang memiliki peradaban maju dan diakui dunia.

Salah satu indikatornya katanya adalah Bone memiliki aksara sendiri yakni aksara lontara yang merupakan karya asli Bugis yang tidak semua bangsa memilikinya.

“Kita harus bangga menjadi warga Bone. Dan Bone harus bangkit sejajar dengan daerah lainnya dalam semua hal. Apalagi ditengah wabah pandemi, semangat gotong royong mesti dikuatkan antara pemerintah dan masyarakat,” pungkasnya.

Dilansir dari laman bone.go.id, diketahui Hari Jadi Bone yang selanjutnya disingkat HJB adalah sebuah istilah yang merujuk kepada penetapan Peraturan Daerah Kabupaten Bone Nomor 1 Tahun 1990 Tanggal 22 Maret 1990 Seri C Nomor 1 Tentang Penetapan Hari Jadi Bone.

Inti peraturan daerah (perda) kabupaten Bone tersebut, bahwa Hari Jadi Bone ditetapkan pada tanggal 6 April terhitung sejak masa pemerintahan raja Bone I yaitu Manurunge ri Matajang yang memerintah tahun 1330-1365.

Raja Bone I Manurungnge ri Matajang memimpin Bone selama 35 tahun. Kemudian awal tahun pemerintahannya inilah yang menjadi awal perhitungan Hari Jadi Bone.

Dengan demikian, dasar penetapan tahun merujuk pada pelantikan raja Bone I pada tahun 1330. Sedangkan Tanggal 6 April berdasarkan tanggal pelantikan raja Bone XVI Lapatau Matanna Tikka Matinroe ri Nagauleng yang memerintah tahun 1696-1714.

Baca Juga  Hari Kedua di Bone, Pangdam XIV Hasanuddin Hadiri Serbuan Vaksinasi, Pemberian Gelar Kebangsawanan, Hingga Kunjungan ke Makorem 141 Toddopuli

Peringatan Hari Jadi Bone awalnya diprakarsai Bupati Bone ke-12 Andi Syamsu Alam yang memerintah tahun 1983-1988. Beliau dikenal memiliki kepribadian menonjol menjunjung tinggi nilai-nilai sejarah dan budaya.

Di akhir pemerintahannya beliau menitip prakarsa tersebut kepada pemimpin Bone selanjutnya.

Kemudian perjuangannya dilanjutkan oleh Bupati Bone ke-13 Andi Syamsoel Alam yang memerintah tahun 1988-1993.

Beliau juga dikenal memiliki kedisiplinan yang cukup tinggi, namun tidak melupakan apa yang telah dirintis pendahulunya. Nama keduanya hampir sama namun berbeda.

Melalui berbagai tahapan seminar dengan melibatkan para ahli sejarah serta tokoh adat budaya. Dua tahun kemudian terbit Perda Kabupaten Bone Nomor 1 Tahun 1990 Tanggal 22 Maret 1990 Seri C Nomor 1 Tentang Penetapan Hari Jadi Bone.

Berdasarkan catatan sejarah, bahwa kerajaan Bone berdiri sejak tahun 1330 Manurunge ri Matajang sebagai raja pertama. Beliau memimpin Bone selama 35 tahun. Tahun 1330 inilah yang menjadi awal perhitungan hari jadi Bone.

Seiring perkembangan, kerajaan Bone mengalami pasang surut sebagai akibat pergolakan internal dan eksternal, kemudian Lapatau Matanna Tikka diangkat menjadi raja Bone ke-16 pada tanggal 6 April 1696, beliau memerintah selama 18 tahun. Tanggal 6 April inilah yang dijadikan bulan dan penanggalan untuk memperingati hari jadi Bone.

Biodata Pemenang:

JUARA I

Nama : Bruce Lee Yusuf

Alamat : Jl. Veteran No. 17 Watampone

Tempat Tanggal Lahir : Kendari, 07 November 1978

Jenis Kelamin : Laki-Laki

 

 

JUARA II

NAMA : MUH. ASWIN

ALAMAT : JL. HUSAIN JEDDAWI

TEMPAT TANGGAL LAHIR : BONE, 24 JANUARI 1998

JENIS KELAMIN : LAKI-LAKI

JUARA III

Nama : Ismail
Alamat : Jl. Andi Pengerang Pt. Rani
Tempat Tanggal Lahir : Watampone, 10 Desember 1996
Jenis Kelamin : Laki-laki
(sumber:disbud bone)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan