Miris, Hotel Novena Nunggak Pajak Hingga Ratusan Juta, Owner: Karena Pandemi

KABARBONE.COM, WATAMPONE –Manajemen Hotel Novena Watampone selaku wajib pajak hingga Februari 2022 ternyata belum melunasi pajak hotel dan pajak restoran tahun 2021.

Tunggakan pajak Hotel Novena yang seharunya sudah disetor ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bone di akhir tahun 2021 sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai ratusan juta rupiah.

Bacaan Lainnya

Padahal, dari pantauan kabarbone.com, aktivitas usaha di hotel berbintang ini sudah berjalan normal.

Hal ini dibenarkan Sekretaris Bapenda Kabupaten Bone Andi Muslam.

Kepada kabarbone.com, Mantan Camat Dua Boccoe ini mengaku tunggakan pajak yang belum dilunasi Hotel Novena masih ada ratusan juta.

“Total tunggakan pajak hotel dan restoran Hotel Novena masih ada ratusan juta, catatannya ada dikantor. Saya kurang tau  angka pastinya, nanti bisa dikroscek pembukuannya di kantor,” ungkap Andi Muslam saat dihubungi lewat sambungan telepon, Ahad (6/2/2022).

Andi Muslam mengatakan, alasan pihak Manajemen Hotel Novena hingga belum melunasi pajaknya karena kurangnya pendapatan akibat wabah Covid-19.

“Katanya pendapatan menurun selama pandemi sehingga belum dilunasi pajaknya. Saat ini manajemen Hotel Novena tetap mengusahakan untuk melunasi dengan membayar bertahap setiap bulan,” ungkapnya, Ahad (6/2)

Owner Hotel Novena Henrik ketika dikonfirmasi juga membenarkan tunggakan pajak yang belum dilunasi di Bapenda Bone.

“Sementara proses pak. Tunggakan itu pada waktu pandemi tahun kemarin. Setiap bulan kami ada penyetoran ke Bapenda,” katanya.

Henrik mengatakan tetap akan memaksimalkan untuk segera melunasi pajak terutang, meskipun saat ini sektor pariwisata utama Hotel Novena menurutnya sedang dalam kondisi yang sangat sulit.

Baca Juga  Bandel Nunggak Pajak, Izin Usaha Hotel Novena Terancam Dicabut

“Untuk saat ini baru kembali 70 persen dari normal sebelum pandemi,di mana pemasukan tersebut belum cukup untuk menutupi biaya operasional termasuk kewajiban di luar operasional,” pungkasnya. (dy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan