Hari Gizi Nasional, Dinas Kesehatan Bone Ajak Bangkit Lawan Stunting dan Obesitas

KABARBONE.COM, WATAMPONE -Hari Gizi Nasional 2022 diperingati pada 25 Januari tiap tahunnya. Hari Gizi Nasional merupakan momentum penting untuk meningkatkan kepedulian berbagai pihak bersama membangun masyarakat yang sehat melalui gizi seimbang.

Tema Hari Gizi Nasional tahun ini adalah “Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas”. Hal ini dilatarbelakangi oleh upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia menghadapi stunting dan obesitas.

Bacaan Lainnya

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kurang gizi kronis dan infeksi berulang yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar.

Stunting pada anak menyebabkan terganggunya perkembangan otak, metabolisme tubuh, dan pertumbuhan fisik.

Sedangkan obesitas merupakan faktor risiko terjadinya Penyakit Tidak menular (PTM) seperti Penyakit Jantung Koroner (PJK), Diabetes Melitus (DM) atau kencing manis, dan hipertensi atau darah tinggi.

Pencegahan terhadap obesitas dapat dilakukan dengan menjalankan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yaitu aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari, mengonsumsi buah dan sayur, tidak merokok, mengurangi konsumsi gula garam dan lemak, dan memeriksakan kesehatan secara rutin.

Hari gizi nasional diharapkan jadi momentum untuk bangkit melawan stunting yang masih cukup tinggi di Kabupaten Bone. Tapi disi yang lain masih banyak juga masyarakat Bone yang mengalami obesitas.

Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bone drg Yusuf Tolo, M.Kes, Selasa (25/1/2022).

Yusuf menjelaskan salah satu langkah yang perlu digalakkan untuk mencegah stunting yakni kepada orang tua yang punya balita agar rajin mengikuti kegiatan Posyandu.

Baca Juga  2021, Pemda Bone Tetapkan 50 Desa Lokasi Prioritas Penanganan Stunting

“Kepada orang tua yang punya balita rajin-rajinlah ke Posyandu untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anaknya. Karena hanya dengan menimbang kita bisa mengukur tumbuh kembang anak-anak kita,” jelas Yusuf.

Yusuf menjelaskan salah satu faktor angka kunjungan ke Posyandu masih rendah adalah masih adanya posyandu yg belum memenuhi standar bangunan.

Dia menyebut masih ada kegiatan Posyandu yang dilaksanakan dibawah kolong rumah dengan kader yang terbatas.

Yusuf menyarankan agar setiap desa membangun Posyandu yang representatif.

“Desa bisa melakukan upaya dukungan untuk pembangunan posyandu yang representatif agar sasaran tertarik untuk berkunjung ke Posyandu,” ungkapnya.

Jubir Satgas Covid-19 Bone ini menuturkan agar setiap desa merekrtut kader Posyandu yang cakap dan diberikan intsentif yang layak.

“Termasuk rekruitment kader yang cakap dan dapat membantu mengoperasionalkan Posyandu termasuk tentunya insentif yang layak bagi mereka,” ungkapnya.

Kabupaten Bone sebelumnya disebut memiliki angka stunting yang cukup tinggi di Sulawesi Selatan diangka 40 persen. Upaya konvergensi stunting telah diupayakan lintas sektor hingga angka terakhir angka penurunan stunting Bone di tahun 2021 turun 6-7 persen yakni diangka 33 persen. (dy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan