Peristiwa 31 Januari : Hari Lahir Nahdlatul Ulama

KABARBONE.COM, JAKARTA – Berbagai peristiwa terjadi di belahan dunia pada 31 Januari. Peristiwa bersejarah, baik di dalam maupun luar negeri terjadi pada 31 Januari.

Berikut peristiwa-peristiwa penting pada 31 Januari, sebagaimana dirangkum kabarbone.com, dikutip dari okezone.com :

Bacaan Lainnya

1859 – Kabupaten Sidoarjo Didirikan

Sidorjo terletak di Provinsi Jawa Timur berbatasan dengan Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik di utara, Selat Madura di timur, Kabupaten Pasuruan di selatan, serta Kabupaten Mojokerto di barat.

Bersama dengan Gresik, Sidoarjo merupakan salah satu penyangga utama Kota Surabaya, dan termasuk dalam kawasan Gerbangkertosusila.

1926 – Nahdlatul Ulama (NU) Berdiri

Nahdlatul Ulama merupakan organisasi yang bergerak di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan ekonomi.

Kehadiran NU merupakan salah satu upaya melembagakan wawasan tradisi keagamaan yang dianut jauh sebelumnya, yakni paham Ahlussunnah wal Jamaah.

NU yang lahir di masa penjajahan, pada dasarnya merupakan perlawanan terhadap penjajah, Hal ini didasarkan, berdirinya NU dipengaruhi kondisi politik dalam dan luar negeri, sekaligus merupakan kebangkitan kesadaran politik yang ditampakkan dalam wujud gerakan organisasi dalam menjawab kepentingan nasional dan dunia Islam umumnya.

NU sempat menjadi peserta pemilu tahun 1955, dalam pesta demokrasi saat itu NU berhasil dengan meraih 45 kursi DPR dan 91 kursi Konstituante.

Pada masa Demokrasi Terpimpin NU dikenal sebagai partai yang mendukung Soekarno, dan bergabung dalam NASAKOM (Nasionalis, Agama, Komunis).

Nasionalis diwakili Partai Nasional Indonesia (PNI), Agama Partai Nahdhatul Ulama dan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Baca Juga  Ketahanan Pangan Rendah, AAP Minta Pemerintah Memastikan Kondisi Pangan Masyarakat Indonesia di Pelosok

NU kemudian menggabungkan diri dengan Partai Persatuan Pembangunan pada tanggal 5 Januari 1973 atas desakan penguasa orde baru Mengikuti pemilu 1977 dan 1982 bersama PPP.

Pada muktamar NU di Situbondo, NU menyatakan diri untuk ‘Kembali ke Khittah 1926’ yaitu untuk tidak berpolitik praktis lagi. (dy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *