Pekerjaan Jalan Poros Pabbacue-Cabalu Menyeberang Tahun, Kontraktor Kena Finalti

KABARBONE.COM, WATAMPONE – Rehabilitasi jalan poros Jenderal Ahmad Yusuf yakni poros Pabbacue-Cabalu, Kelurahan Macanang, Kecamatan riattang Barat mulai disorot, pasalnya.

pembangunan tersebut mestinya rampung pada akhir desember 2020, namun hingga januari 2021 belum juga rampung.

Bacaan Lainnya

Proyek Pembangunan jalan ini dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bone dengan kontraktor PT Citra Pribumi teknik Perkasa.

Proyek ini menggunakan dana alokasi umum(DAU)sumber anggaran APBD P 2020 dengan alokasi anggaran Rp 10.951.896.00 miliar dengan volume 3.290.

Dari pantauan kabarbone.com, pekerjaan jalan betonisasi itu baru sekitar 80%, padahal sudah memasuki Januari 2021.

Kabid Jasamarga Dinas PUPR H.Jibang saat di temui di ruang kerjanya pada selasa 5 Januari 2021 mengatakan bahwa adanya keterlambatan pekerjaan jalan di poros pabbacue-cabalu itu karna ada kelalaian dari pihak kontraktor dalam hal ini PT.CITRA PRIBUMI TEKNIK PERKASA.

“Mereka (kontraktor) di kenakan sanksi berupa bayar denda 1 Mil perhari dari total kontrak, kalau di rupaiahkan kira- kira sekitar 10 jutaan perhari. dan pembayaran denda itu akan masuk PAD,” bukan hanya itu, keterlambatan pekerjaan juga karna dananya lambat cair dikeranakan menggunakan APBD perubahan 2020.

Hingga kini pekerjaan jalan di poros pabbacue-cabalu masih sementara di kerjakan dan di targetkan bisa selesai di bulan Januari 2021.

Sementara itu warga yang tinggal atau bermukim di seputaran jalan poros pabbacue-cabalu mulai agak resah karna selama pekerjaan jalan berlansung jalan akses masuk kerumah warga tidak bisa di lalui oleh kendaraan roda empat, yang bisa lewat hanya roda dua, sehingga warga yang punya kendaraan roda empat mesti harus menyimpan atau memarkir kendaraan di luar.

Baca Juga  Pemicu Kebakaran di Jalan Sukawati Diduga karena Arus Pendek, Semua Korban Adalah Saudara Kandung

“Kami khawatir kalau kendaraan kami di parkir diluar, nanti ada yang culik ban nya atau rusak ki bagaimana mi? Siapa mi yang mau bertanggung jawab? Karna di cor semua jalanan, tidak ada na buatkan ki jalan masuk untuk kendaraan roda empat,” tutur salah satu warga yang bermukim di Pinra yang enggan dipublikasikan namanya. (Fd/dy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan