RI Bakal Impor Bahan Baku 15 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Sinovac pada 2021

KABARBONE.COM, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan Indonesia akan memiliki setidaknya 19 juta dosis vaksin dari Sinovac pada 2021 nanti.

Jumlah itu diperoleh dari hasil pengadaan vaksin Desember 2020 dan bahan baku yang didatangkan akhir tahun.

Bacaan Lainnya

Rinciannya, pemerintah sudah mengimpor 1,2 juta dosis vaksin Sinovac melalui Biofarma pada 6 Desember 2020 ini.

Lalu pada awal tahun 2021 masih ada 1,8 juta dosis vaksin dalam bentuk jadi yang akan diimpor lagi.

Sisanya, pemerintah menargetkan tambahan 15 juta dosis lagi melalui impor bahan baku vaksin untuk diproduksi sendiri.

“Akan diikuti dengan dalam bentuk bahan baku yang di bulan Desember 2020 akan ada 15 juta yang diharapkan bisa diproduksi Biofarma,” ucap Airlangga dalam acara bertajuk “Bisnis Indonesia Award 2020, dilansir dari tirto.id, Senin 14 Desember 2020.

Airlangga berharap kalau Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dapat segera menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization. Ia bilang izin ini seharusnya bisa lekas dikantongi karena kabarnya hasil uji klinis tahap III vaksin Sinovac sudah hampir rampung dalam waktu dekat.

“BPOM sedang menunggu data-data dari Sinovac dan menunggu hasil dari pada clinical trial di Bandung dan Brasil yang direncanakan selesai pada 15 Desember sehingga dengan data-data yang ada diharapkan secara ilmiah bisa dikeluarkan UEA,” ucap Airlangga.

Pemerintah saat ini tengah menargetkan vaksinasi bagi setidaknya 107 juta penduduk Indonesia dan diperkirakan kebutuhan vaksin mencapai 246 juta dosis vaksin dengan asumsi 15 persen wastage. Sekitar 75 jutanya akan diminta membayar vaksin yang disediakan pemerintah dengan skema vaksinasi mandiri.

Baca Juga  Waspada, Kasus Terbaru Covid-19 ada di Bank BNI dan PKM Watampone

Source :tirto.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *