Fraksi NasDem Ancam “Walk Out” Jika Pembangunan Sirkuit Tak Diakomodir di APBD 2021

KABARBONE.COM, WATAMPONE -Sidang paripurna penetapan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2021 menjadi APBD Tahun 2021 berlangsung di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Bone, Jl. Kompleks Stadion Watampone, Kamis 26 November 2020, malam.

Sejumlah fraksi di DPRD Bone memberikan padangan dalam rapat paripurna pembahasan RAPBD Tahun 2021, diantaranya Fraksi NasDem.

Bacaan Lainnya

Dalam pandangannya, Ketua Fraksi NasDem, Muhammad Salam menegaskan agar sejumlah usulan partainya agar diakomodir di APBD Tahun 2021 salah satunya pembangunan sirkuit.

Wakil Ketua Komisi IV ini juga menegaskan, agar pembangunan sirkuit diakomodir di APBD tahun 2021, karena merupakan salah satu sarana dan prasarana publik untuk penyaluran bakat dan talenta untuk menghindari kegiatan balap liar yang kerap kali terjadi.

“Kabupaten Bone memiliki sejarah talenta pembalap dari generasi ke generasi sehingga pembangunan sirkuit adalah saluran yang tepat yang mesti diakomodir untuk menghindari kegiatan balap liap yang kerap terjadi,” jelasnya.

Selain itu kata Lilo sapaan akrabnya, pembangunan sirkuit sudah sejalan dengan pengembangan sektor pariwisata dan perhotelan serta sudah dikaji oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) bersama OPD terkait dan hal tersebut dijelaskan layak untuk dilanjutkan.

Pembangunan sirkut kata Dia, juga sudah sejalan dengan amanat mandatori spending yakni 25 persen untuk pembangunan sarana publik.

Bahkan Lilo sapaan akrabnya mengancam, jika pembangunan sirkuit tak diakomodir di APBD 2021, Fraksi NasDem menyatakan Walk Out dan tidak berada dalam putusan APBD Tahun 2021.

Baca Juga  DPRD Bone Layangkan Surat Pemanggilan RDPU ke Ketua KPU dan Bawaslu Bone, Forum Pemerhati Demokrasi: Alhamdulillah !

“jika pembangunan sirkuit tak diakomodir di APBD 2021, Fraksi NasDem menyatakan Walk Out dan tidak berada dalam putusan APBD Tahun 2021,” tegasnya.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Bone itu dalam pandangan Fraksi NasDem, juga menyampaikan untuk efisiensi anggaran jalan hotmix agar dialihkan ke pembangunan jalan betonisasi.

Dia juga mengatakan peningkatan insentif tenaga honorer di sejumlah OPD yang bersentuhan dengan pengelolaan PAD dan tenaga honorer yang besentuhan dengan pelayana publik meski ditingkatkan.

“Kami dari Fraksi NasDem menegaskan untuk efisiensi anggaran pembangunan jalan hotmix dialikan ke pembangunan jalan betonisasi di wilayah Kecamatan Palakka, meliputi Desa Melle, Desa Mico, Desa Lemoape dan Desa Mattanete Bua. Kami juga menegaskan peningkatan insentif tenaga honorer yang bersentuhan dengan pengolaaan PAD dan pelayanan publik,” tegas Lilo.

Terpisah, Kabid Anggaran BKPAD Bone, Andi Ikbal Walilono menjelaskan terkait usulan rencana pembangunan sirkuit kajian akademiknya sudah berjalan tahun 2020, dan setelah ada hasilnya, baru bisa dianggarkan dalam perencanaan tahun 2021.

“Iye, belum bisa di bangun kalau belum ada perencanaannya.
Untuk mengalokasikan anggaran, perlu ada dokumen perencanaan,” katanya kepada kabarbone.com melalui pesan WhtasApp, Jumat 27 November 2020.

Dalam sidang paripurna penetapan APBD 2021 tersebut, dihadiri Bupati Bone, H. A. Fahsar dan Wakil Bupati Bone Ambo Dalle, dan pimpinan sidang paripurna yakni Ketua DPRD Bone, Irwandi Burhan.

Total APBD Tahun 2021 yang telah ditetapkan antara Pemkab Bone dengan DPRD Bone sebesar Rp, 2.871.908.961.953. (dy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan