Pemda Bone dan Satpol PP Bone Kompak Lapor Balik Cipayung Bone

KABARBONE.COM, WATAMPONE –Pemerintah Daerah Kabupaten Bone yang diwakili Bagian Perlengkapan Setda Bone secara resmi melapor ke Polres Bone atas kasus pengrusakan pagar pintu gerbang Kantor Bupati Bone yang diduga dilakukan massa aksi Kelompok Cipayung Kabupaten Bone saat menggelar aksi demonstrasi evaluasi kinerja 2 tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bone (Tafaddal Jilid II), Senin 2 November 2020.

Selain Pemda Bone, pihak dari Satpol PP Kabupaten Bone, juga melaporkan massa aksi Cipayung Bone atas kasus penganiayaan terhadap personil Satpol PP yang diduga menjadi korban lemparan batu oleh massa Kelompok Cipayung yang menyebabkan 3 anggota Satpol PP mengalami luka.

Bacaan Lainnya

Laporan itu resmi dimasukkan di Polres Bone, Kamis 5 November 2020 kemarin, dimana dihari yang sama, Kelompok Cipayung Kabupaten Bone yang terdiri gabungan Organisasi HMI, PMII dan IMM Cabang Bone juga melaporkan kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oknum anggota Polres Bone yang menyebabkan 3 mahasiswa mengalami pendarahan pada saat melakukan unjuk rasa itu.

Paur Humas Polres Bone, Ipda Rayendra ketika ditemui kabarbone.com, membenarkan pelaporan tersebut.

“Iya betul, laporannya sudah masuk kemarin (Kamis,red),baik dari Pemda Bone terkait Pengrusakan pagar Kantor Bupati Bone terkait pasal 170 KUHAP, dari Satpol PP juga melapor atas kasus penganiayaan yang menjadi korban pelemparan batu. Dihari yang sama, Kelompok Cipayung Kabupaten Bone juga melaporkan dua kasus yakni kasus pidana korban mahasiswa dan pelanggaran kode etik oknum anggota di Divisi Propam. Jadi semuanya ada 4 laporan yang masuk soal Insiden demo itu,” kata Iptu Rayendra, Jumat 6 November 2020.

Baca Juga  Beri Perlindungan Bagi ASN, KORPRI Bone Teken MoU dengan BPJamsostek

Iptu Rayendra menjelaskan, atas laporan tersebut sementara dilakukan penyelidikan untuk pengumpulan bukti-bukti dilapangan.

“Semuanya akan kita tindak lanjuti dengan melakukan pengumpulan bukti dan pengambilan keterangan baik dari pihak pelapor dan terlapor,” jelasnya.

Terpisah, Kasatpol PP Kabupaten Bone, Andi Akbar yang dikonfirmasi juga membenarkan pelaporan tersebut.

“Terkait laporan di di Polres Bone, ada dua hal yang dilaporkan. Yang pertama soal pengrusakan pagar atau pintu gerbang kantor bupati oleh bagian perlengkapan dan yang kedua adalah anggota Satpol PP yang kena lemparan batu dari pengunjuk rasa. Sebenarnya banyak yang kena lemparan batu, tapi yang melapor kemarin hanya 3 orang saja,” ungkap Mantan Camat Bontocani ini.

Andi Akbar mengharapkan atas kasus pelaporan ini tetap melakukan upaya penyelesaian secara kekeluargaan.

“Saya selaku kepala satuan Polisi Pamong Praja, sangat mengharapakan adanya penyelesaian secara kekeluargan. Tentu Kami tidak menutup kemungkinan bisa kita lakukan komunikasi, karena saya pikir pengunjuk rasa adalah juga keluarga. Kita semua bahkan ada pengunjuk rasa yg cedera kemarin juga kemanakannya anggotaku,” pungkasnya. (dy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan