Bappeda Gelar Ngopi Ki, Ketua DPRD Bone Amini Rencana Pemkab Bone Melakukan Pinjaman Rp 500 Miliar

KABARBONE.COM, WATAMPONE – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bone menggelar kegiatan ‘Ngopi Ki’ atau Ngobrol Perkara Infastruktur dan Ekonomi yang digelar di Hotel Novena Watampone, Jumat 6 November 2020.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dari Bappeda Kabupaten Bone untuk mewujudkan perencanaan partisipatif dengan keterlibatan semua unsur.

Bacaan Lainnya

Narasumber dalam kegiatan itu yakni Kepala Bappeda Kabupaten Bone, Ade Fariq Ashar, Ketua DPRD Kabupaten Bone, Irwandi Burhan, dan masing-masing Perwakilan dari Dinas Pertanian , Dinas Perkimtan dan Dinas PU PR Kabupaten Bone.

Kegiatan ini dihadiri, para pegiat NGO/ LSM, Perwakilan Ormas dan OKP, perwakilan pers, serta Mahasiswa.

Sejumlah isu menguat dari diskusi tersebut, mulai dari rencana Pemkab Bone untuk melakukan pinjaman kepada pemerintah pusat sebesar Rp 500 miliar, indek pembangunan manusia (IPM) yang masih rendah, soal revisi Perda RTRW, kelangkaan pupuk serta soal ketahanan ekonomi ditengah Pandemi Covid-19.

Ketua DPRD Kabupaten Bone, Irwandi Burhan dalam kesempatan tersebut menjawab sejumlah pertanyaan dari peserta diantaranya soal rencana peminjaman Rp 500 miliar oleh Pemkab Bone.

Irwandi menjelaskan berkurangnya proyeksi pendapatan dana transfer tahun ini baik DAU, DAK dan DID, menyebabkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Belanja (RAPBD) tahun 2021 berkurang dari tahun sebelumnya atau mengalami defisit anggaran, sedangkan beban usulan masyarakat untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur mendesak.

Hal ini lah kemudian menjadi pertimbangan rencana Pemkab Bone melakukan pinjaman jangka panjang kepada pemerintah pusat untuk digunakan pembangunan infrastruktur kata Irwandi.

Baca Juga  Bupati Bone Buka Musrenbang RKPD Bone 2024

“Jadi peminjaman ini hanya untuk pembangunan infrastruktur yakni jalan dan jembatan. Apalagi kalau kita liat sekarang pagu anggaran pembagunan jalan aspal selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, sehingga kita membutuhkan tambahan anggaran” jelasnya.

Apalagi kata Politisi Golkar ini peminjaman itu dimungkingkan oleh regulasi dan berbunga rendah karena disubsidi pemerintah.

Irwandi lanjut menjelaskan, jika pinjaman dana ini memiliki nilai investasi jangka panjang untuk mendukung peningkatan ekonomi di Kabupaten Bone.

Sedangkan Ketua Bappeda Kabupaten Bone Ade Fariq Ashar mengatakan menjelang perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bone, Bappeda akan membuka diri bagi stakeholder yang ada termasuk NGO untuk memberikan masukan untuk perbaikan perencanaan ke depan.

“Insya Allah kami akan membuka diri dan akan menerima masukan demi perbaikan perencanaan pembangunan di Kabupaten Bone,” pungkasnya. (dy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan