Kasus Covid-19 di Bone Kembali Meledak, Satu Staf Dinkes Bone Positif Corona

Kantor Dinas Kesehatan, Jl Ahmad Yani, Watampone

KABARBONE.COM, WATAMPONE, – Kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan kembali meledak. Selasa, 20 Oktober 2020, Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bone, drg Yusuf Tolo kembali mengkonfirmasi 5 kasus baru pasien Covid-19.

Pasien yang terpapar Covid-19 yakni, SA (Perempuan umur 26 tahun) alamat Desa Panyili Kecamatan Palakka, NN (Perempuan umur 45 tahun) alamat Kelurahan Bulu Tempte Kecamatan Tanete Riattang Barat, HA (Perempuan umur 61 tahun) alamat Kelurahan Jeppe’e Kecamatan Tanete Riattang Barat, NN (Perempuan umur 46 tahun) alamat Desa Lemoape Kecamatan Palakka, MZ (Lk umur 14 tahun) alamat Kelurahan Bulu Tempe Kecamatan Tanete Riattang Barat.

Bacaan Lainnya

Dari 5 pasien tambahan Covid-19 tersebut, satu diantaranya inisial NN (Perempuan 45 Tahun) adalah staf Bidang Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bone yang turut terpapar Covid-19 setelah mengikuti kegiatan di Kota Makassar.

Selain NN, MZ (14 Tahun) anak laki-laki NN juga ikut terpapar Covid-19.

“Karena ada gejala awal setelah melakukan perjalan dari Kota Makassar, NN ini kemudian di Rapid Test, hasilya reaktif. Kemudian di lakukan Swab Test, dan hasilnya postitif,” jelas Yusuf kepada kabarbone.com, Rabu 21 Oktober 2020.

Dengan adanya kasus Covid-19 di instansi Dinkes Bone, Yusuf mengatakan semua pegawai di Bidang Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja di Dinkes Bone langsung di lakukan swab massal dan dilakukan penutupan sementara pelayanan di bidang tersebut.

Baca Juga  Hari Gizi Nasional, Dinas Kesehatan Bone Ajak Bangkit Lawan Stunting dan Obesitas

“Semua kontak pasien sementara dilakukan tracing dan kelima pasien Covid-19 sudah dirujuk ke Makassar,” jelasnya.

Sedangkan pasein lainnya yakni SA (26 Tahun) alamat Desa Panyili Kecamatan Palakka, kata Yusuf  adalah Guru PAUD.

“Pasien inisial SA ini adalah Guru PAUD,” katanya.

Yusuf mengatakan dengan adanya penambahan kasus Covid-19, masyarakat mesti lebih disiplin lagi dalam menerapkan prtotokol kesehatan dalam melakukan berbagai aktivitas, termasuk pelaku usaha.

“Dua-duanya harus jalan, ekonomi tetap harus jalan, penanganan kesehatan tetap harus jalan. Sehingga istilah Rem dan Gas ini tetap kami lakukan di dalam masa Pandemi Covid-19 ini,” katanya.

Sampai Selasa 20 Oktober 2020 pukul 21.00 Wita, Jumlah Konfirmasi COVID-19 di Kabupate Bone sebanyak 154 kasus, dengan rincian Sembuh 135 orang, Meninggal 1 orang, dan Isolasi/dirawat 18 orang. (dy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan