8 Deklarator KAMI Ditangkap Polisi, Natalius Pigai: Negara Sudah Bertindak Kriminal

KABARBONE.COM, JAKARTA – Aktivis HAM Natalius Pigai bereaksi atas ditangkapnya 8 deklarator KAMI di Jakarta dan Medan.

Menurutnya pemerintah telah melakukan pelanggaran fundamental karena telah memberangus kebebasan berpendapat dari tokoh-tokoh yang dianggap kritis.

Bacaan Lainnya

“Pemerintah tidak boleh melarang hak-hak fundamental; kebebasan berpikir, berperasaan dan berpendapat.” ujarnya dilansir pojoksatu.com, Selasa 13 Oktober 2020

Tidak adanya jaminan dari negara terhadap kebebasan berpendapat dan kritik membuat negara sudah melakukan tindakan kriminal atas demokras bernegara.

“Jika hak-hak elementer saja dilarang negara maka negara sudah lakukan tindakan kriminal terhadap demokrasi dan negara, semakin destruktif terhadap hak hidup rakyatnya,” kata dia.

Mabes Polri mengumumkan telah mengamankan 8 deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Diduga mereka telah menyebar berita bohong Undang-undan Omnibus Law Cipta Kerja.

“Ada 8 (anggota KAMI ) yang ditangkap tim siber Bareskrim,” kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Awi Setiyono, Selasa 13 Oktober 2020.

Awi menyebut, empat anggota KAMI ditangkap di Medan di antaranya Juliana, Devi, Khairi Amri, dan Wahyu Rasari Putri.

Sementara di Jakarta ada 4 deklarator KAMI yang diamankan. Kini meraka masih dilalukan pemeriksaan intensif.

“Di Jakarta ada 4, Anton Permana, Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, dan Kingkin,” ungkapnya.

Sebelumnya sejumlah tokoh KAMI ditangkapi polisi dengan berbagai tuduhan.

Kebanyakan tuduhan yang dituduhkan terhadap deklarator KAMI yakni menyebarkan postingan yang dianggap menyudutkan pemerintah. (dy)

Baca Juga  Hari Ini, DPR Serahkan Naskah Omnibus Law UU Cipta Kerja 812 Halaman ke Jokowi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan