Pemerintah Ngotot Pilkada = Kasus Corona Meledak, Ekonomi Lumpuh

KABARBONE.COM, JAKARTA – Pemulihan ekonomi Indonesia akibat dampak pandemi COVID-19 dinilai masih berat.

Hal ini karena pemerintah disebut memaksakan saat kondisi kasus positif masih tinggi-tingginya.

Bacaan Lainnya

Ekonom senior INDEF Faisal Basri menjelaskan pemerintah harus sudah menyalakan tanda darurat dalam mengatasi dampak virus ini.

“Atasi virus ini dengan membuat Perppu, kita sudah darurat. Bagaimanapun kebijakannya ini tidak akan selesai, kalau pilkada juga jalan. Kasus bisa tembus satu juta pada Desember, lalu ekonominya mau apalagi?” kata Faisal dalam diskusi INDEF, Kamis 1 Oktober 2020, dilansir detik.com.

Dia mengungkapkan, pemerintah saat ini terkesan salah langkah dalam mengambil kebijakan. Sehingga yang diluncurkan tidak tepat sasaran.

“Ekonomi itu tidak bisa jadi pemadam kebakaran (dampak pandemi). Jadi ayo diatasi COVID-19 nya, jadi jangan tangan yang gatal kaki yang diamputasi, ya repot,” jelas dia.

Selain itu pemerintah juga harus memikirkan matang-matang dalam menentukan dampak positif dan dampak negatif ini.

Dia menyebut saat ini pemerintah harus fokus dalam menyelesaikan masalah kesehatan baru kemudian ekonomi.

“Yang penting dalam mengatasi COVID-19 ini jangan renovasi atap rumah, kalau badainya belum selesai. Pikirkan dulu,” jelasnya.(dy)

Baca Juga  Kasus Penularan Bertambah, Lagi Dua Warga Bone Terpapar COVID-19

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *