Viral, Nyetir Mobil Sendiri Didenda Gegara Turunkan Masker ke Dagu

Petugas kepolisian menghentikan pengendara yang tidak mengikuti aturan PSBB saat memasuki kawasan Jakarta di Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, Jumat (10/4/2020). Pengawasan di perbatasan Jakarta dengan Kota Depok tersebut dalam rangka penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta selama 14 hari dimulai pada 10 April hingga 23 April 2020. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/pras.

KABARBONE.COM, JAKARTA – Selama masa pembatasan sosial skala besar  (PSBB) yang diterapkan di DKI Jakarta saat ini, semua masyarakat yang keluar rumah wajib mengenakan masker. Hal itu sudah diatur dalam Peraturan Gubernur.

Bahkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mewajibkan masyarakat tetap menggunakan masker meski di dalam kendaraan bermotor seperti mobil pribadi. Baru-baru ini viral cerita seorang wanita yang dikenakan sanksi hanya karena menurunkan masker ke dagu. Padahal, dia nyetir mobil pribadi dan tidak ada orang lain di dalamnya.

Bacaan Lainnya

“Aku ketangkap gara-gara di mobil sendirian terus aku karena pengap kan terus mau bernapas dikit (menurunkan masker), ditangkap dong. Dan sekarang aku berada di posko,” kata wanita bernama Evani Jesslyn di video yang viral itu dilansir dari detik.com.

“Malah ini (di posko) sebenarnya ramai orang, mereka malah lebih-lebih lagi nggak PSBB. Dan aku yang lagi sehat, disuruh ke sini untuk duduk dan berkurumun dengan mereka semua,” sambungnya, Kamis 17 September 2020.

Evani yang merupakan seorang barista kondang tersebut mengatakan dia harus turun dari mobil dan menunggu untuk disidang ditempat. Pilihan sanksinya didenda atau melakukan kerja sosial. Akhirnya, ia dikenakan denda administrasi sekitar Rp 50 ribuan.

“Nah jadi buat teman-teman hati-hati. Selama di mobil pakai terus maskernya, harus posisi on,” saran Evani.

Dia berpendapat, keputusan ini harus dipertimbangkan ulang. Sebab, Evani yang sebelumnya merasa aman di dalam mobil sendirian, jadi merasa khawatir ketika harus disuruh turun dari mobil untuk disidang di tempat.

Baca Juga  Ponpes Al Ikhlas Ujung Siapkan Pembelajaran Tatap Muka, Satgas Covid-19 Lakukan Pengecekan

“Karena masak kalau di mobil sendirian jelas nggak ada siapa-siapa, kita mau nularin siapa dan ditularin siapa, itu kok harus pakai masker, dan kita ditangkap. Tapi setelah itu digiringnya justru ke tempat yang ramai, penuh kerumunan, dan mereka pun nggak melaksanakan protokol PSBB. Jadi menurut aku itu sesuatu yang perlu dibenahi,” ujarnya.

“Kalau dibilang, mungkin aku ini lebih parno terhadap pandemi ini. Jadi pas digiring ke sana aku tuh jadi takut, karena itu kerumunannya orangnya banyak banget,” sebut Evani. (dy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *