PAD di APBD-P 2020 Merosot 1,24 Persen, A. Fahsar : Ekonomi Tumbuh 7,3 Persen

KABARBONE.COM, WATAMPONE Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) Kabupaten Bone 2020, sementara disidang paripurnakan untuk mendengarkan pandangan umum masing-masing fraksi yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bone, Jumat 28 Agustus 2020.

Sebelumnya, Bupati Bone, A. Fahsar Mahdin Padjalangi menyerahkan dokumen Ranperda APBD-P 2020 Kabupaten Bone kepada ketua DPRD Bone, Irwandi Burhan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Bone, Rabu Malam 26 Agustus 2020.

Bacaan Lainnya

Dalam Postur Ranperda APBD-P tahun 2020, salah satu item yang mengalami pengurangan adalah pendapatan asli daerah (PAD). Sebelum perubahan, PAD ditargetkan Rp211 milar lebih dan setelah perubahan PAD ditarget Rp208,9 miliar lebih. Jadi terjadi pengurangan sekitar Rp2,6 miliar atau turun 1,24 persen.

Begitu pun Pendapatan Daerah dimana sebelumnya direncanakan sebesar RP2,29 triliun berkurang sebesar Rp124 miliar lebih dari anggaran pokok Rp2,4 triliun lebih atau turun 5,14%.

Bupati Bone, A. Fahsar Mahdin Padjalangi saat ditemui awak media sesaat setelah sidang paripurna di skorsing, Jumat 28 Agustus 2020, menjelasakan pengurangan PAD pada postur APBD-P Tahun 2020 disebabkan adanya kebijakan Pemkab Bone yang tidak memungut sejumlah jenis pajak dan retribusi, selama 2 bulan akibat Pandemi Covid-19.

“Pengurangan PAD disebabkan karena adanya kebijakan, tidak dilakukan pungutan sejumlah jenis pajak daerah selama 2 bulan selama masa Pandemi Covid-19,” ungkap Puang Baso panggilan akrabnya.

Disinggung soal adanya penguranggan anggaran di OPD untuk program penanggulaangan kemiskinan, Bupati Bone dua priode ini kembali menjelaskan jika hal ini disebabkan adanya perimbangan keuangan yang terjadi, dan dijelaskannya, menurungkan angka kemiskinan tidak semudah membalikkan telapak tangan apalagi suasana Pandemi Covid-19.

Baca Juga  Bupati Bone Serahkan 6 Ranperda ke DPRD Bone

A. Fahsar kembali menuturkan meski dalam suasana Covid-19, Kabupaten Bone sepenuhnya belum terdampak, bahkan di suasana Pandemi Covid-19 ini, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bone masih diangka 7,3 persen.

“Mesti disyukuri, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bone dibulan yang sama tahun sebelumnya sebesar 8,4 persen, tahun ini pertumbuhan ekonomi kita 7,3 persen, meski turun satu digit, kita tidak seperti daerah lainnya yang pertumbuhan ekonominya terjun bebas,” tuturnya.

A. Fahsar menjelaskan, salah satu faktor yang menopang pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bone adalah sektor pertanian.

“Alhamdulillah, kita termasuk 10 besar daerah produsen beras se -Nasional. Tentunya ini, karena berbagai inovasi yang telah dilakukan oleh generasi muda dalam sektor pertanian, sehingga pertumbuhan ekonomi kita masih stabil meski di kondisi pandemi Covid-19,” pungkasnya. (dy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *